Jalan-Jalan di Makassar

11 10 2013


Alhamdulillah, kali ini kami kembali ke Makassar namun tujuan utama pengelanaan kali ini bukan di kota Makassarnya tapi kota yang terletak di utara pulau Sulawesi. Apaan hayoo? Yup, kota yang terkenal dengan taman bawah laut Bunakennya, apalagi kalau bukan Manado.

Tiket tujuan Manado ini sudah ada ditangan kami sejak awal tahun, jadi sayang banget kalau tidak digunakan. Berhubung jadwal akademik krucils yang libur Idul Adha, ditambah krucils yang gak sabaran banget pengen melihat kayak apa sih Bunaken yang kata bundanya banyak ikan dan keren banget itu (padahal si bunda juga belum pernah ke Bunaken tapi suka sok tewu…hehe).

Dengan harapan, weekend plus libur kejepit ayah bisa ambil ijin…eh ternyata baru pulang, si ayah disuruh ke laut lagi yang otomatis tiket si ayah terbuang lagi dan kami kembali berkelana bertigaan aja. Begitu mendengar kami hanya bertigaan dan mampir ke Makassar sehari, seorang tetangga yang baik hati langsung menawarkan suaminya (yang kebetulan bekerja di Makassar) menjemput kami di bandara Sultan Hasannudin, Makassar. Waduh, jadi gak enak hati…tapi enak di dompet jadi irit…hehe, eh serius…beneran gak enak hati ngerepotin orang lain. Btw, terima kasih banyak mbak Yattie dan suami😀

Jadilah begitu sampai di Sultan Hassanudin, sudah dijemput tetangga dan diantar ke hotel. Check in, istirahat sebentar…seperti biasa krucils mulai gak betah ngedon di kamar, mulai merengek-rengek jalan-jalan. Baiklah sekalian nyari makan siang, markimon (mari kita kemon)…

Karena sama sekali buta wilayah, walau dipeta katanya hotel kami ini dekat dengan Fort Rotterdam, saya memutuskan menggunakan becak dulu untuk mempelajari wilayah. Naik becak 10rb dengan tujuan Losari (satu-satunya wilayah di Makassar yang sudah saya kenal), begitu jalan…oalah rupanya hotel kami letaknya di Chinatown dan memang tidak terlalu jauh dari Fort Rotterdam, bisa jalan kaki. Dari Fort Rotterdam menuju Losari sebenarnya tinggal lurus saja tapi karena Jalan Penghibur satu arah, becak biasanya melalui Jalan Somba Opu (tempat oleh-oleh Makassar), namun karena macet banget becak akhirnya muter agak jauh.

Di Losari rupanya sedang ada panggung hiburan dengan tamu Noah. Kami sih lebih tertarik nyari tempat makan, lapar…hehe. Setelah makan, jalan seputaran Losari dan mesjid terapung di siang yang terik, kami memutuskan balik ke hotel. Sulung saya sih pengen banget foto-foto sebuah patung di bundaran dekat Fort Rotterdam tapi kemudian dia setuju untuk balik ke hotel dulu baru sore menjelajah lagi.

Dihotel, istirahat sebentar…krucils minta mandi. Hmmm, tumben biasanya nih bocah-bocah paling susah disuruh mandi. Mencurigakan, pasti pengen ngutak ngatik kamar mandi hotel dan main air…dan kecurigaan bunda terbukti, begitu masuk kamar mandi langsung heboh ngutak ngatik dan main air…hahaha, dasar anak-anak. Setelah mandi, bolak balik ngelirik jam, maklum perjanjian dengan bunda, sore baru jalan lagi. Begitu jam 5 sore, jalan kaki menuju patung yang diincar sulung sejak pertama. Sulung saya memang lagi hobi fotographi, ngutak-ngatik, jeprat-jepret dan hunting tempat menarik untuk difoto menggunakan kamera barunya😀

Tidak jauh dari Fort Rotterdam, nongkrong dulu sambil minum es kelapa dan makan batagor (haiyah…jauh-jauh ke Makassar makannya batagor…ya siapa tahu batagornya beda…hehe). Kemudian mood sulung saya langsung hilang, giginya goyang dan sakit katanya, langsung ngajak balik hotel padahal biasanya paling demen berkelana. Sip, kita istirahat dulu anak-anak…besok pengelanaan masih berlanjut.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: