Museum Satwa

30 06 2013


Setelah mengembalikan e-bike dengan berat hati karena saya tahu akan ada tujuan berikutnya yang gak kalah bikin capeknya didekat pintu keluar, yang masih berada dalam lingkungan Jatim Park 2 juga, kami pun berjalan menuju tujuan selanjutnya tersebut.

Tidak jauh dari pintu keluar Secret Zoo terdapat Museum Satwa, yang bentuk bangunannya dari depan keren abis. Berbentuk bangunan bergaya Eropa yang diapit oleh dua buah patung gajah besar, tapi si bunda sedang malas banget ambil-ambil foto, sedang capek cuy…jadi silahkan cari sendiri di mbah google kalau penasaran sama bentuk bangunan museum ini…hehe…

Masuk museum tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman, tapi kalau dimasukin tas sih boleh-boleh aja, buktinya krucils yang sedang nenteng-nenteng susu ditangan disuruh masukin minumannya dulu dalam ransel bunda hehe. Masuk museum ini gratis loh, gak perlu bayar-bayar lagi…entah karena memang dari sononya gratis atau karena gelang tiket terusan yang kami kenakan.

Isi museum ini keren banget menurut saya, khususnya bagi krucils. Di depan pintu masuk langsung disambut sama kerangka tulang beberapa jenis dinosaurus yang gede banget nget nget, serasa langsung memasuki peradaban purba. Rangka-rangka hewan purba di Museum Satwa ini mirip dengan yang ada di Museum Geologi Bandung. Sayangnya pencahayaan yang diatur temaram di dalam museum ini menyebabkan saya agak susah ngambil gambar yang jelas menggunakan pepet tablet andalan saya, mau pakai si niknik (kamera hadiah dari ayah) malas ngeluarinnya dari ransel. Yah, yang penting krucils setidaknya punya dokumentasi walau hasilnya agak-agak buram …eh ralat, buram beneran…hehe

Intinya, walau sedang lelah…saya suka museum ini. Krucils saya yang memang penggemar museum dan segala hal yang berhubungan dengan hewan antusias banget melihat segala hal dalam museum ini. Tiap mereka menemukan rangka hewan jaman purba, mereka langsung bertanya…ini beneran bunda? waduh, asli atau gaknya sih bunda gak tahu…tapi kira-kira beginilah bentuk hewan purba yang berhasil di rekonstruksi (yang langsung disela, “rekonstruksi itu apa bunda?” rekonstruksi itu dibangun ulang, direka ulang) para ahli dari tulang-tulang yang ditemukan, mari kita nikmati saja anak-anak. Karena penjelasan bunda yang enggak jelas dan ngambang, maka begitu mereka melihat patung sapi yang kulitnya bercorak love serta berwarna pink, mereka langsung menggoda “jaman dulu ada sapi cinta ya bunda?”…hehe…

Keluar dari museum semua puas dan senang, krucils puas seharian keliling taman hiburan (bayangin dari baru buka jam 10 pagi hingga hampir tutup jam 5 sore), sedang bunda senang melihat krucils senang. Sekarang mari balik hotel, gak sabar rasanya mengistirahatkan punggung di kasur yang empuk…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: