Habiskan Malam di Batu Night Spectacular

29 06 2013


Pulang dari Jatim Park 1 kami kelelahan, terutama si bunda sih, yang tidur di kereta semalam gak nyenyak…sebentar-bentar kebangun ngecek krucils dan liat barang, maklum menggunakan kereta ekonomi yang berhenti tiap stasiun. Setibanya di hotel, krucils sih masih heboh bermain seperti biasa tapi setelah dipaksa bunda tidur dengan ancaman kalau gak tidur kita gak jalan-jalan lagi loh…baru deh mau disuruh tidur…hehe…

Setelah tidur yang nyenyak banget sampai sore karena udara di Batu yang sejuk cenderung dingin, kami terbangun dengan kondisi segar bugar. Semua sudah mandi dan wangi, saatnya cari tambahan dana segar nih. Tanya resepsionis, dimana ATM bank X disini? Dijawab daerah pasar, dibawah bu…agak jauh, naik ojek aja. Gimana mau naik ojek bertigaan? Akhirnya kami jalan kaki aja, ya hitung-hitung sambil jalan-jalan sore melihat-lihat situasi seputaran hotel. Jalan, ikutin feeling dan arah seingatnya…nemu mini market, sip check list kalau butuh sesuatu sudah tahu dimana mencarinya. Jalan lagi, dari jauh liat tulisan ATM…yippie, ternyata gak jauh-jauh amat kok dari hotel. Untuk ukuran backpacker seperti kami yang sudah biasa jalan kaki kemana-mana sih gak jauh-jauh amat tapi untuk ukuran orang yang gak biasa jalan kaki ya mungkin jauh hehe…

Dompet sudah dapat suntikan dana segar, giliran orang-orangnya nih yang perlu suntikan tempat segar dan makanan serta minuman segar…hehe. Jalan kaki lagi ke pertigaan, nunggu angkot yang ada tulisannya Jatim Park 2 & BNS cukup lama juga, selain angkotnya memang jarang juga sudah menjelang maghrib…bahkan menurut seorang penumpang, itu angkot terakhir hari itu. Angkot hanya beroperasi sampai sore, kalau malam tidak ada. Walah…

Batu Night Spectacular (BNS) ini letaknya sedikit lebih jauh dibanding Jatim Park 2, saran saya ya memang bagusnya naik kendaraan. Kalau memaksakan jalan kaki, ya begitulah…keburu capek. Walau saya agak mengkhawatirkan bagaimana kami pulangnya nanti tapi yang penting adalah saat itu, masalah nanti ya nanti aja dipikirinnya…hehe.

BNS ini buka dari jam 15.00-24.00, memang dimaksudkan sebagai hiburan malam maka jam bukanya juga sore hingga malam. Biaya masuk 20rb/orang, plus dapat voucher potongan makan di foodcourt sebesar Rp2500,-/orang yang tidak kami pakai. Isi wahana di BNS ini ya mirip-mirip permainan di pasar malam sih walau ada juga jenis wahana yang lebih modernnya, seperti Rumah Gila (kalau gak salah judulnya), Ice Skatting, Go Kart, Rumah Hantu, Sepeda Udara, Taman Lampion, Battle Area, dll.

Walau sudah dipungut biaya masuk yang “lumayan” tapi untuk bisa menikmati aneka permainan yang ada di dalam kita harus membayar lagi, biasanya tarifnya per wahana yang hendak diikuti. Seperti krucils yang bermain di Kids Zone, bayar 15rb/anak (kalau gak salah, sudah lupa soalnya), lalu kami juga ke Taman Lampion dipungut Rp 12.500,-/orang, dsb.

Diantara semua wahana yang mereka lihat di BNS ini, “Taman Lampion is the best!” , kata krucils saya kompak. Mereka paling senang saat di Taman Lampion, banyak tokoh kartun yang lucu-lucu serta icon-icon dunia seperti Tembok Besar China, Monas atau Menara Eiffel yang terbuat dari lampion membuat mereka senang. Biasanya sulung saya paling bete kalau disuruh foto (keliatan kan difoto-fotonya betapa malesnya dia kalau di foto..hehe), namun selama di Taman Lampion justru dia yang heboh minta foto. Hampir di semua icon minta difoto, “foto abang sama nemo, bunda”..atau “foto abang sama monas”.. “bunda kalau foto jangan sampai gak keliatan rusanya ya”…hadeuh, bener-bener deh…hehe…

Berhubung si bunda sudah kelelahan nemenin krucils, begitu melihat ada tempat makan di dalam Taman Lampion langsung bawaannya pengen makan. Pesan sosis bakar yang maknyus ditambah french fries plus susu segar hangat dan teh botol, ahh nikmat. Udara malam di Batu mulai benar-benar menggigit, brrrr….diiingggiiin…Bikin perjanjian sama krucils yang masih minta di foto, habis dari Taman Lampion kita pulang ya.

Keluar dari BNS yang saya khawatirkan terjadi, benar-benar tidak menemukan angkutan umum! BNS sih penuh banget dengan orang, diluar juga penuh kendaraan tapi tidak satupun angkutan umum yang tampak. Akhirnya kami jalan kaki sambil liat-liat ke belakang sambil berdoa semoga masih ada supir angkot yang begadang hehe. Begitu melihat Taxi di kejauhan, siap-siap pasang tangan menyetop…eh keburu di stop sekumpulan anak muda dibelakang. Musnahlah harapan…hiks…

Jalan kaki lagi, akhirnya nemu tulisan pangkalan ojek, tanya sama pemilik warung yang berada tepat dibawah tulisan pangkalan ojek tersebut..eh…dia gak ngerti maksud pertanyaan saya. Ojek? tanyanya balik ke saya…walah dalah…akhirnya jalan lagi dan fuiiihh *menarik nafas lega* …tidak jauh dari situ nemu pangkalan ojek beneran plus tukang ojek satu-satunya yang sedang mangkal. Tanya dulu dong, bisa pak ngangkut kami bertiga? Bisa kok, jawabnya…

Akhir cerita ditutup dengan naik ojek sampai hotel, sempit-sempitan bertiga beranak sambil ketawa-ketiwi…hihi, benar-benar deh petualangan kami kali ini penuh warna dan cerita😀


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: