Santai Berkeliling Batu Secret Zoo (Jatim Park 2)

29 06 2013


Di pintu masuk Batu Secret Zoo yang padat dan ramai, kami beristirahat sejenak. Baru kali ini bunda tepar kelelahan seperti ini, pengen rasanya mutar badan kembali ke hotel dan tidur seharian. Tapi ingat krucils pasti akan kecewa berat seberat-beratnya kalau hal tersebut dilakukan bundanya. Jadilah di pintu masuk si bunda beristirahat sejenak, atur napas, ngumpulin energy, meringankan beban pundak yang makin hari kok makin terasa berat padahal isi ranselnya tetap sama dari awal petualangan sampai saat itu yaitu perlengkapan krucils dari jaket, boneka, topi, obat-obatan, cemilan, susu kotak, dan air mineral.

Ketika akhirnya melangkahkan kaki ke arah penjaga pintu masuk dengan memaksakan diri, terlihat oleh saya beberapa e-bike yang dikendarai oleh petugas e-bike. E-bike ini sebenarnya ada juga didekat pintu masuk Eco Green Park, cuma waktu itu saya belum terpikir akan membutuhkannya. Maka begitu melihat ada e-bike di Secret Zoo, langsung saja saya menghampiri petugas tersebut yang kebetulan membawa 4 buah e-bike sekaligus.

Saya : “Mas, aku mau dong pesan e-bike nya 2”.
Petugas e-bike : “sedang kosong bu, gak ada lagi. Yang ini pesanan orang”
Saya : “Masa gak ada satupun?”
Petugas : “benar-benar penuh bu. nanti jam 2an baru ada lagi”
Saya : “ya sudah mas, aku pesan”
Petugas : “ibu telp aja ke no xxxx untuk reservasi, kalau sudah ada nanti kami hubungi”
Saya : “oki doki”

Akhirnya walaupun sudah terlanjur masuk dalam Secret Zoo, saya keluar lagi…mendingan makan dulu sembari nunggu e-bike pesanan. Ketika itu jam baru menunjukan pukul 13.00, artinya masih 1 jam-an lagi nunggu. Bisa santai-santai dong, makan-makan dulu sambil minum…tapi belum apa-apa krucils sudah bete. “Ayoo bunda, lama banget sih istirahatnya”…hadeuh padahal sebelumnya ngerayu-rayu “Kita ke Jatim Park 2 sama Museum Satwa ya bunda, kalau bunda capek…bunda boleh istirahat kok”, sambil cium-cium bundanya…benar-benar rayuan maut…hehe.

Untunglah menjelang jam 2 siang saya di telp, e-bike ready…yippie. Langsung aja kami lari-larian ke pintu masuk, loh mana…mana iki kok gak keliatan ada e-bike disini? Telp-telpan lagi sama petugas e-bike, janjian di Owa Jawa…tanya petugas pintu masuk, dimana sih Owa Jawa? Di dalam bu, kurang lebih 100m, deket kok…pesan e-bike ya?,tuduh si mbak penjaga pintu masuk…idih nuduh-nuduh, kok tahu sih?…hehe…

Ternyata jalan menuju Owa Jawa ini bikin lelah dan lumayan jauh juga untuk si bunda yang sudah KO. Sesampainya di Owa Jawa, eh tak tampak satupun e-bike disana…telp-telpan lagi. Oke bu, dikirim sekarang, ditunggu ya…oalah, piye sih…sudah lari-larian dari tempat makan, ternyata belum disiapin. Petugas yang ngantar e-bike ya mas-mas tempat saya memesan pertama kali tadi sehingga begitu dia liat saya dari jauh langsung hapal tapi sayangnya dia hanya membawa satu e-bike padahal pesannya dua. Jadilah nunggu lagi…

Setelah dua-duanya tersedia, saya baru ngeh…tadi lupa bertanya berapa sih tarifnya, main pesan-pesan aja. Dan gawatnya ternyata harganya “lumajen” juga untuk kantong backpacker seperti kami, yaitu 100rb/3jam/e-bike. Dibayar dimuka plus SIM yang ditahan sementara, artinya saya harus ngeluarin 200rb walau ternyata kami memakainya tidak sampai 3jam. Berhubung otak sudah tumpul karena kelelahan…males mikir-mikir lagi, bayar aja deh yang penting gak capek…hehe…

Setelah diajarin cara makainya yang simple banget, tinggal pencet tombol kanan untuk maju, tombol kiri untuk mundur dan lepas semua tombol untuk pengereman otomatis…siapa yang paling happy? Krucils tentu saja, menemukan mainan baru. Malah awalnya sibuk dengan e-bike aja dibanding ngeliat koleksi binatang di kebun binatang ini…walah, salah strategi dong si bunda…

Pertama si adek bareng abang naik e-bike yang satu, sedang bunda pakai e-bike sendiri. Tapi karena kata adek, abang nyetirnya ugal-ugalan bikin adek takut akhirnya adek pindah ke bunda, abang sendiri. Demi pengamalan sila ke 5, keadilan sosial…maka adek pun dibolehin nyetir sendiri juga seperti abangnya, bunda santai aja dibelakang adek. Kali ini hayoo aja, kalian mau ngajak bunda kemana dan bolak-balik juga bunda jabanin… hehe…benar-benar bisa santai dan tidak lelah sama sekali. Ada objek menarik, krucils suruh turun pasang pose…bunda cukup duduk manis di e-bike ambil foto.

Krucils happy, bundapun senang. Muter-muter Secret Zoo yang kontur tanahnya naik turun dan luas banget ini sepuasnya, disini sulung saya sempat berfoto dengan burung lagi walau di Eco Green sudah berfoto bersama burung juga. Mereka bahkan sempat naik onta yang tarifnya 20rb/orang…ya gpp lah, teringat pesan ayah…ngasih pengalaman tuh jangan tanggung-tanggung. Biar sekalian komplit deh petualangan mereka kali ini, ngerasain naik gajah sudah, naik onta juga sudah..

Di dekat pintu keluar, ada tempat pengembalian e-bike…sekalian balikin e-bike ambil SIM bunda yang ditahan. Krucils senang banget dengan pengalaman mereka kali ini, terutama bungsu saya yang langsung telp ke ayah bercerita penuh semangat…”adek nyetir ibaik sendiri tadi, yah”, sembari melirik ke bunda “nanti kita beli seperti itu ya bunda”…bunda cuma bisa manggut-manggut sambil tepok jidat…hadeuh…hehehe 😀

Advertisements




Mencintai Alam di Eco Green Park

29 06 2013


Hari kedua di Batu kami rencanakan untuk eksplore Jatim Park 2 yang telah kami ketahui arahnya. Bangun tidur, krucils mandi, pintu diketok-ketok petugas hotel yang memberitahukan sarapan ready…monggo, kemudian sarapan…liat jam sudah jam 8-an pagi. Terlalu siang dari biasanya jika kami memulai petualangan.

Krucils sudah tidak sabar ke Jatim Park 2 plus Museum Satwa ya bunda, request mereka sejak bangun tidur. Buka mbah google dulu cari tahu jam buka nya, ternyata Jatim Park 2 baru buka jam 10 nanti. OMG, baru kali ini nemu tempat hiburan yang buka “sesiang” itu…hehe. Akhirnya sembari nunggu Jatim Park 2 buka, krucils bermain dulu di hotel…buat keributan dan kerusuhan seperti biasa.

Ketika akhirnya kami melangkahkan kaki ke Jatim Park 2, ternyata antriannya sudah panjang. Hmmm…lumayan juga nih, belum apa-apa sudah capek duluan, capek ngantri hehe. Kami beli paket Jatim Park 2 + Eco Green Park seharga 120rb/orang. Sebelum balik badan, petugas tiket memberi pesan bahwa sebaiknya kami memulai dari Eco Green Park dulu yang waktu tutupnya lebih cepat, baiklah…

Kami pun pergi ke arah Eco Green Park dulu yang jaraknya lumayan juga tuh ditengah terik walau masih berada satu lokasi dengan Jatim Park 2. Sesuai namanya taman hiburan yang satu ini bertema lingkungan hidup, daur ulang barang bekas dan sampah, alam, tumbuhan dan hewan tentu saja. Ada beberapa bagian yang kami lewati akibat antrian yang panjang seperti Jungle Adventure, Rumah Terbalik dan Eco Science Center (yang terakhir sih dilewati karena si bunda yang sudah benar-benar kelelahan…hehe).

Entah karena panas terik, atau jalurnya yang banyak menanjak, atau karena trek yang memang panjang, atau karena memang kondisi saya mulai melemah…saya benar-benar KO disini, nyerah deh. Tiap nemu tempat makan, saya pasti ngajak krucils berhenti baik dengan alasan makan dulu, atau haus atau lelah…yang penting istirahat dulu deh…pegel banget bunda, benar-benar merindukan ayah. Biasanya dalam setiap petualangan bersama ayah, si ayah hanya membebani saya tugas menjaga krucils sedang segala jenis bawaan dipikul olehnya.

Terlepas dari KO nya si bunda, krucils bersenang-senang di Eco Green Park ini. Sulung saya malah tertarik untuk mempelajari daur ulang sampah seperti yang dilihatnya di salah satu bagian di taman ini, sayangnya tidak ada petugas yang menjelaskan bagaimana proses pengomposan terjadi. Yang jelas mereka banyak belajar bahwa alam akan memberi lebih jika kita mau menjaganya, wuih sudah kayak petugas penyuluhan deh eike hehe…





Habiskan Malam di Batu Night Spectacular

29 06 2013


Pulang dari Jatim Park 1 kami kelelahan, terutama si bunda sih, yang tidur di kereta semalam gak nyenyak…sebentar-bentar kebangun ngecek krucils dan liat barang, maklum menggunakan kereta ekonomi yang berhenti tiap stasiun. Setibanya di hotel, krucils sih masih heboh bermain seperti biasa tapi setelah dipaksa bunda tidur dengan ancaman kalau gak tidur kita gak jalan-jalan lagi loh…baru deh mau disuruh tidur…hehe…

Setelah tidur yang nyenyak banget sampai sore karena udara di Batu yang sejuk cenderung dingin, kami terbangun dengan kondisi segar bugar. Semua sudah mandi dan wangi, saatnya cari tambahan dana segar nih. Tanya resepsionis, dimana ATM bank X disini? Dijawab daerah pasar, dibawah bu…agak jauh, naik ojek aja. Gimana mau naik ojek bertigaan? Akhirnya kami jalan kaki aja, ya hitung-hitung sambil jalan-jalan sore melihat-lihat situasi seputaran hotel. Jalan, ikutin feeling dan arah seingatnya…nemu mini market, sip check list kalau butuh sesuatu sudah tahu dimana mencarinya. Jalan lagi, dari jauh liat tulisan ATM…yippie, ternyata gak jauh-jauh amat kok dari hotel. Untuk ukuran backpacker seperti kami yang sudah biasa jalan kaki kemana-mana sih gak jauh-jauh amat tapi untuk ukuran orang yang gak biasa jalan kaki ya mungkin jauh hehe…

Dompet sudah dapat suntikan dana segar, giliran orang-orangnya nih yang perlu suntikan tempat segar dan makanan serta minuman segar…hehe. Jalan kaki lagi ke pertigaan, nunggu angkot yang ada tulisannya Jatim Park 2 & BNS cukup lama juga, selain angkotnya memang jarang juga sudah menjelang maghrib…bahkan menurut seorang penumpang, itu angkot terakhir hari itu. Angkot hanya beroperasi sampai sore, kalau malam tidak ada. Walah…

Batu Night Spectacular (BNS) ini letaknya sedikit lebih jauh dibanding Jatim Park 2, saran saya ya memang bagusnya naik kendaraan. Kalau memaksakan jalan kaki, ya begitulah…keburu capek. Walau saya agak mengkhawatirkan bagaimana kami pulangnya nanti tapi yang penting adalah saat itu, masalah nanti ya nanti aja dipikirinnya…hehe.

BNS ini buka dari jam 15.00-24.00, memang dimaksudkan sebagai hiburan malam maka jam bukanya juga sore hingga malam. Biaya masuk 20rb/orang, plus dapat voucher potongan makan di foodcourt sebesar Rp2500,-/orang yang tidak kami pakai. Isi wahana di BNS ini ya mirip-mirip permainan di pasar malam sih walau ada juga jenis wahana yang lebih modernnya, seperti Rumah Gila (kalau gak salah judulnya), Ice Skatting, Go Kart, Rumah Hantu, Sepeda Udara, Taman Lampion, Battle Area, dll.

Walau sudah dipungut biaya masuk yang “lumayan” tapi untuk bisa menikmati aneka permainan yang ada di dalam kita harus membayar lagi, biasanya tarifnya per wahana yang hendak diikuti. Seperti krucils yang bermain di Kids Zone, bayar 15rb/anak (kalau gak salah, sudah lupa soalnya), lalu kami juga ke Taman Lampion dipungut Rp 12.500,-/orang, dsb.

Diantara semua wahana yang mereka lihat di BNS ini, “Taman Lampion is the best!” , kata krucils saya kompak. Mereka paling senang saat di Taman Lampion, banyak tokoh kartun yang lucu-lucu serta icon-icon dunia seperti Tembok Besar China, Monas atau Menara Eiffel yang terbuat dari lampion membuat mereka senang. Biasanya sulung saya paling bete kalau disuruh foto (keliatan kan difoto-fotonya betapa malesnya dia kalau di foto..hehe), namun selama di Taman Lampion justru dia yang heboh minta foto. Hampir di semua icon minta difoto, “foto abang sama nemo, bunda”..atau “foto abang sama monas”.. “bunda kalau foto jangan sampai gak keliatan rusanya ya”…hadeuh, bener-bener deh…hehe…

Berhubung si bunda sudah kelelahan nemenin krucils, begitu melihat ada tempat makan di dalam Taman Lampion langsung bawaannya pengen makan. Pesan sosis bakar yang maknyus ditambah french fries plus susu segar hangat dan teh botol, ahh nikmat. Udara malam di Batu mulai benar-benar menggigit, brrrr….diiingggiiin…Bikin perjanjian sama krucils yang masih minta di foto, habis dari Taman Lampion kita pulang ya.

Keluar dari BNS yang saya khawatirkan terjadi, benar-benar tidak menemukan angkutan umum! BNS sih penuh banget dengan orang, diluar juga penuh kendaraan tapi tidak satupun angkutan umum yang tampak. Akhirnya kami jalan kaki sambil liat-liat ke belakang sambil berdoa semoga masih ada supir angkot yang begadang hehe. Begitu melihat Taxi di kejauhan, siap-siap pasang tangan menyetop…eh keburu di stop sekumpulan anak muda dibelakang. Musnahlah harapan…hiks…

Jalan kaki lagi, akhirnya nemu tulisan pangkalan ojek, tanya sama pemilik warung yang berada tepat dibawah tulisan pangkalan ojek tersebut..eh…dia gak ngerti maksud pertanyaan saya. Ojek? tanyanya balik ke saya…walah dalah…akhirnya jalan lagi dan fuiiihh *menarik nafas lega* …tidak jauh dari situ nemu pangkalan ojek beneran plus tukang ojek satu-satunya yang sedang mangkal. Tanya dulu dong, bisa pak ngangkut kami bertiga? Bisa kok, jawabnya…

Akhir cerita ditutup dengan naik ojek sampai hotel, sempit-sempitan bertiga beranak sambil ketawa-ketiwi…hihi, benar-benar deh petualangan kami kali ini penuh warna dan cerita 😀





Menunggu Kamar di Jawa Timur Park 1

29 06 2013


Dari Semarang kami melanjutkan perjalanan ke Malang menggunakan kereta malam sehingga sampai di stasiun Kota Baru Malang sekitar jam 9-an pagi, yang walau terlambat 1 jam dari jadwal tetap aja masih kepagian hitungannya kalau mau check in hotel. Saya memesan hotel di Batu untuk 2 hari dengan pertimbangan supaya krucils bisa langsung bermain di taman-taman hiburan yang banyak tersebar di Batu dibandingkan di Malangnya sendiri. Rencananya hari ketiga baru turun kembali ke Malang, santai-santai bertemu teman sambil nyari oleh-oleh sebelum melanjutkan pengelanaan kembali.

Menurut jelajah dunia maya sih jarak Malang-Batu hanya 1 jam. Di hitung-hitung, tetap aja masih kepagian sampai hotel…akhirnya saya putuskan naik angkot aja, biasanya kan angkot jalannya lebih lama…hehe. Tanya teman naik angkot apa ke Batu? Dijawab dari stasiun naik AL sampai terminal Landungsari, di terminal lanjut cari angkot ke Batu. Baiklah…

Walau sudah naik angkot yang jalannya kayak siput tetap aja sesampainya di hotel kami di Batu belum waktunya check in, masih jam 10-an! OMG, parahnya lagi tidak ada kamar lain yang kosong sehingga kami harus nunggu tamu lain check out dulu baru bisa masuk. Tampang sudah lusuh, dekil belum mandi serta belum cuci muka…terlunta-lunta di negeri orang, kesian banget deh…wkwkwk…

Akhirnya kami nyari makan dulu diseputaran hotel. Makannya sih enak dan murah menurut saya, tapi tetap aja gak enak jadinya karena terlunta-lunta gini…hehe. Kembali ke hotel, masih belum ada yang check out…sungguh keterlaluan…hahaha. Akhirnya nanya-nanya seputar Jatim Park 1 dan 2 yang menurut situs pembookingan hotel online sih letaknya tidak jauh dari hotel. Kata resepsionis sih kalau Jatim Park 1 dekat, paling 300meteran dari hotel, sedang Jatim Park 2 agak jauhan. Lalu kami naik apa menuju kesana? dijawab bahwa dari hotel gak ada kendaraan umum, kalau mau dipanggilin ojek atau taxi, atau nanti diantar pakai motor sama petugas hotel. Taxi minimum charge 25rb karena manggil dari Malang, walau biasanya ada juga sih yang stand by di Batu. Sedang ojek biasanya 10rb-an…halah dalah…ribet amat yak…

Walau sudah ngobrol sampai berbuih-buih sembari nunggu kamar, tetap aja belum ada kamar kosong..hehe. Akhirnya tanya krucils, gimana anak-anak..kita langsung jalan? Oke, sip kata mereka…kita ke Jatim Park 2 ya bunda. Jangan, kita yang dekat dulu aja, Jatim Park 1…yang lain-lain kita eksplore besok, okeh?

Krucils cuci muka di toilet umum hotel, ganti baju, titip barang-barang diresepsionis…berangkat. Kami jalan kaki menembus gang kecil yang konon katanya lebih dekat dibanding dijalan utama, bertemu seorang ibu yang kebetulan punya toko di Jatim Park 1 sambil ngobrol dia tunjukin jalan menuju Jatim Park 1.

Sampai Jatim Park 1, liat loket ada berbagai paket..paket terusan Jatim Park 1 + 2, atau Jatim Park 1+2+ Eco Green Park+BNS, atau Jatim Park 2 + Eco Green Park, dsb. Kayaknya lebih hemat beli paket-paket gitu deh dibanding satuan. Liat isi dompet, sudah menipis…gak bakalan cukup beli yang paket. Tanya ATM center, katanya gak ada disitu. Yo weslah, beli Jatim Park 1 aja dulu yang langsung di protes krucils, kenapa gak beli paket bunda? Sssttt…uang bunda gak cukup…hehe..

Tiket masuk 65rb/orang di hari weekend dan libur sekolah seperti sekarang. Konon katanya harganya lebih murah di hari biasa. Tiket berupa gelang-gelang yang nantinya ditunjukin di pintu masuk untuk dipasangkan oleh petugas. Didalam dibagi-bagi dalam segmen-segmen yang disebut rute. Begitu masuk, yang terlihat di rute pertama adalah rumah adat plus mannequin yang mengenakan pakaian adat…ya mirip-mirip yang ada di TMII. Rute selanjutnya tentang Chemical & Biological Science Center, yang kata krucils mirip Taman Pintar atau Petrosains. Ada taman bermainnya juga, diakhir rute malah ada kolam renang…untung krucils tidak termasuk maniak renang, walau kemana-mana saya bawain baju renang tetap aja bagi mereka kolam renang terbaik adalah yang di komplek perumahan kami…hehe. Menurut saya sih secara keseluruhan biasa-biasa aja, memang bagus sih untuk edukasi anak tapi masih kalah menarik dibanding tempat sejenis di kota lain, menurut saya sih. Beda lagi dengan pendapat krucils ketika saya tanya, mereka bilang bagus bunda, seru -tuh kan apa kata saya, bagi krucils saya semua juga bagus dan seru- hehe..

Arealnya luas banget dan bikin gempor juga kalau jalan kaki. Tapi namanya juga emak-emak yang sedang nemenin buah hatinya berlibur, walau pegel tetap dijabanin juga.. hehe. Kami disini sampai jam 1 atau 2 siang, lama banget nih melebihi waktu check in hotel yang ditunggu sehingga pulang-pulang dari sini kamar sudah tersedia, barang-barang sudah dimasukkan kamar…saatnya istirahat…