Seratus Pintu di Lawang Sewu

28 06 2013

Beberapa tahun lampau, ketika saya masih agak mudaan dikit dan ketika kami belum punya krucils, saya sering nonton tayangan malam berbau horor dimana biasanya tiap episode ada yang ditantang untuk menghabiskan malam sendirian hanya berteman kamera di tempat-tempat yang konon angker. Biasanya saya nonton sambil sembunyi di balik ketek si ayah yang sudah ngorok disamping saya…hehe..

Nah, Lawang Sewu ini dulunya bangunan tua yang tidak terawat dan terkesan angker persis tempat-tempat angker dalam tontonan horor tersebut. Malah ketika saya masih mahasiswa dulu dan berkelana kesini, saya agak serem dekat-dekat Lawang Sewu yang dulu masih dalam kondisi ditutup seng. Namun berbeda 180′ kondisinya dengan sekarang, Lawang Sewu sekarang terlihat cantik setelah dibenahi. Kesan angker yang ada hilang tergantikan oleh bangunan tua cantik yang masih terlihat sisa-sisa kemegahannya.

Dari hotel kami di jalan Pandanaran sebenarnya cukup dekat dicapai dengan berjalan kaki, namun karena saya lagi malas jalan kaki karena baru tiba di Semarang siang itu setelah perjalanan yang cukup melelahkan, saya pun menyuruh tukang becak yang mangkal depan hotel mengantar kami sore itu ke Lawang Sewu. Awalnya saya agak khawatir dengan pamor “serem” Lawang Sewu ini untuk membawa krucils berkelana ke tempat ini. Tapi melihat Lawang Sewu yang sekarang, ditambah penuhnya turis sore itu di tempat tersebut, segala kekhawatiran saya hilang dengan sendirinya bagai awan gelap yang tertiup angin kencang…wuusssh hilang seketika…

Tiket masuk 10rb/dewasa dan 5rb/anak. Diloket masuk kami ditanya apakah memakai guide, jasa guide 30rb. Saya mulai was-was lagi…hadeuh, kenapa harus pakai guide. “Memangnya harus pakai guide mbak?”, tanya saya agak was-was. Kalau siang sih enggak, kalau malam harus, jawabnya. Fuiihh, ya iyalah malam harus…memangnya berani ambil resiko nyasar di Lawang Sewu malam-malam?? Kalau saya sih ogah…hehe…

Di depan Lawang Sewu dipajang kereta api tua yang langsung saja menarik perhatian sulung saya. Lawang Sewu dulunya adalah kantor kereta api jaman Belanda, sehingga kebanyakan isinya memang tentang perkeretaapian. Gedung-gedungnya sih kesannya biasa-biasa aja, entah karena sore yang cerah ceria dimana matahari memang sedang bersinar cerah, atau karena sedang banyak turis saat itu, atau karena sudah dipugar, sebagian bahkan sudah di cat lagi. Namun gedung-gedung yang masih dalam kondisi belum dipugar berisi lorong-lorong gelap memang agak-agak gimana gitu…terlebih ketika memasuki gedung tersebut kebetulan hanya sedang ada kami bertiga. Cuma si bunda yang tampak takut-takut, krucils terutama sulung saya sih asik-asik aja, sibuk mempelajari cetak biru jalur kereta-kereta yang ada jaman dulu, foto-foto kereta dan sebagainya..

Kata sulung saya yang kritis, masa sih pintunya seribu bunda…enggak mungkin, paling-paling seratus. Memangnya siapa sih bunda yang pernah ngitung pintunya ada seribu? Hadeuh…bunda juga gak tahu siapa yang pernah menghitung pintunya seribu atau kenapa dinamakan Pintu Seribu (Lawang Sewu)…mungkin karena pintunya banyak jadinya dinamakan Lawang Sewu, lain kali kalau kita kesini lagi bareng ayah, kita hitung semua pintunya yah, siapa yang benar apakah seribu atau seratus…hehe😀


Actions

Information

2 responses

20 09 2013
ihizriah bunda ayra

love it mba..oia salam kenal ya saya aya..jadi pengen suatu saat kalo dedek lahir kira2 april 2014 akan di bawa jalan2 juga..dan bener..daripada keluar negri mending explore di dalem negri dulu..kata mba desi anwar sometimes we need others sight to see how beautifull we are..kalo ga salah sih..intinya ada bule yang menyayangkan kenapa kita orang indo sendiri banyak yang vacation ke luar padahal dia sendiri bilang negri kita cantik sekali..sekian koment dari saya..salam kenal di tunggu adventure berikut nya ..

20 09 2013
advanture

hai mbak aya, salam kenal juga🙂
yup anak2 harus diajak melihat “dunia” biar bisa menghargai perbedaan. semoga dedek lahir sehat dan jd anak pintar yg soleh ya, aamiin. terima kasih mbak atas kunjungannya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: