Candi di Desa Mendut

27 06 2013

20130627-114328.jpg

Setelah krucils puas melihat Museum Samudera di Borobudur kami pun mengarahkan kendaraan kembali ke Jogja. Dalam perjalanan pulang menuju Jogja, kami melalui sebuah candi yang berada persis dipinggir jalan. Dulu ketika masih berstatus mahasiswa, dalam perjalanan petualangan ke Borobudur saya ingat bagaimana pernah ngiler banget mampir ke candi ini juga namun karena naik kendaraan umum, agak-agak ribet juga kalau harus berhenti-henti dulu…jadi sekarang saatnya balas dendam…harus mampir hehe🙂

Mampir di candi yang cenderung sepi bin kosong melompong dari turis ini (kecuali ada beberapa gelintir turis berbahasa asing seperti jepang dan perancis) menyenangkan, bisa mengeksplore candi dengan leluasa dan seksama (halah…) tanpa harus berdesak-desakkan dengan banyak orang. Sayangnya karena matahari sudah bersinar terik plus perut yang mulai berdendang dangdut, ditambah si adek yang masih takut naik-naik candi dibumbui si abang yang masih bete gagal naik ke atas Borobudur menyebabkan kami hanya sebentar saja disini.

Biaya masuk candi ini sih murah, saya lupa lagi…antara 3rb atau 5rb…yaa sekitar itulah. Konon candi ini ditemukan tantara Jepang di desa Mendut sehingga dinamakan Candi Mendut. Dan ternyata setelah di rekonstruksi, bagian atap candi ini tidak ditemukan sehingga sampai sekarang candi ini dibiarkan tanpa atap…wow, sebuah cerita yang menarik ya. Sekarang ayo kita kemon…petualangan masih berlanjut nih…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: