Ratu Boko = Ratu Balqis ?

21 06 2013


Perjalanan dari Prambanan ke Ratu Boko ini memakan waktu kurang lebih 10 menit menggunakan shutle bis yang disediakan gratis dari Prambanan (mungkin kurang, karena waktu itu supir shutle bis sempat ngisi bensin juga hehe). Karena hanya kami bertiga penumpangnya dan kami memilih duduk paling depan agar bisa melihat jalan, maka pemandangan yang terlihat langsung mempesona saya. Pemandangannya sih biasa aja, cuma suasana pedesaan yang adem, damai, sentosa membuat saya menikmati perjalanan tersebut.

Setelah itu kendaraan mulai mendaki bukit yang jalannya sempit banget, disebelah kiri jurang. Sehingga ketika kami berpapasan dengan bis, mau gak mau minivan kami minggir ke kiri, depan lubang…hadeuh, sereeemmm. Setelah bis tersebut lewat, supir harus melepas rem tangan dan mengarahkan setir ke kanan agar terhindar dari lubang. Yang membuat saya dan krucils saya berpandang-pandangan sambil menarik napas lega…dan kemudian tertawa, hahaha…belum apa-apa sudah deg-degan. Supir sih masih pasang muka lempeng…gak ngaruh buat dia, dia sudah tiap hari lewat jalan tersebut dan pastinya sudah sering ngalamin kejadian menguji adrenalin seperti tadi hehe.

Begitu sampai, minivan langsung diarahkan ke loket masuk dan penjaga loket membukakan pintu minivan…pelayanannya keren banget deh. Setelah itu, dipintu masuk ada sebuah lemari pendingin yang berisi penuh minuman mineral. Petugas pintu masuk membukakan pintu lemari pendingin tersebut mempersilahkan kami mengambil minuman tersebut sebanyak tiket kami, gratis! Gak jauh dari situ, ada petugas lagi yang menunggu…memasangkan sarung lagi, yang langsung membuat krucil bertanya-tanya, kok pakai sarung terus sih bunda, kenapa? Dijawab petugas, melestarikan budaya dek…

Rupanya candi Ratu Boko ini terletak di sebuah ketinggian, hingga kami harus menaiki tangga yang lumayan melelahkan dan bikin ngos-ngosan si bunda yang sudah berumur. Sepanjang perjalanan terdengar gending jawa disertai rekaman informasi tentang candi Boko ini.

Berbeda dengan kala di Prambanan yang masih sepi, di Boko turis sudah lumayan ramai. Jadi kami harus lari-larian dulu agar dapat angle foto yang bagus tanpa terlihat pengunjung lain ikutan nongol di foto hehe. Setelah puas foto-foto di gerbangnya, naik lagi…ketemu gerbang Boko lagi, masuk…hanya nemu tanah kosong berumput. Sebelah kiri hanya tampak candi yang bentuknya setengah, yang rupanya candi pembakaran…tempat tubuh raja diperkirakan di bakar disini karena saat ditemukan terdapat sisa-sisa abu pembakaran.

Sulung saya langsung pensaran, sedang bungsu langsung menjauh sambil tutup telinga. Kenapa dek? adek takut mimpi nanti katanya hehe. Si abng yang penasaran tapi gak berani naik sendiri sedang adek yang takut membuat si bunda kebingungan, milih yang mana nih. Sulung langsung kesal sama adeknya, akhirnya ambil jalan tengah…adek tunggu dibawah sebentar ya, bunda temenin abang ke atas. Setelah puas melihat lubang yang diperkirakan tempat pembakaran tersebut, kami pun turun. Bunda yang sudah pegel plus adek yang malas dekat-dekat candi setelah mendengar tentang candi pembakaran tersebut, ngajak krucil turun aja deh ke parkiran lagi.

Ketika sedang foto-foto di gerbang Ratu Boko yang sohor sebagai tempat hunting fotographi tersebut, kami bertemu serombongan bapak-bapak dari Banten yang langsung tertarik sama krucils. Kok masih kecil-kecil tertarik sama wisata sejarah dan heran…kok kami berpetualang bertigaan aja? hehe. Mereka langsung ngajak ngobrol tentang candi ini, mereka katanya sedang dalam rangka penelusuran sejarah tentang candi ini. Banyak stupa-stupa di Boko yang tidak ditemukan, kemungkinan dulunya dibawa ke Borobudur…demikian kata mereka. Lebih lanjut lagi mereka bercerita, bahwa mereka curiga Ratu Boko ini adalah Ratu Balqis.

Setelah berpamitan dengan rombongan tersebut, saya langsung diserbu pertanyaan oleh sulung saya, siapa Ratu Balqis itu bunda? Kenapa dia bilang Borobudur? Penelusuran itu apa sih bunda? hehe. Si bunda yang tidak ngerti sejarah apalagi ahli, agak bingung juga harus jawab apa, akhirnya jawab secara umum saja…dia sedang neliti sejarah tuh bang, jadi ya masih berupa perkiraan (hipotesis) aja.

Turun tangga, mendekati pintu masuk kami melihat peta candi Boko sekali lagi. Yang langsung ditagih krucils ke atas lagi, abang pengen liat gua nya bunda, sedang adek langsung lupa sama takutnya mendengar ternyata ada sumur putri (urusan princess-princessan aja nomor satu hehe). Bunda yang sudah gempor langsung bilang, nanti lagi aja kita kesini sama ayah…hehe…beres, krucils langsung bisa diajak pulang.

Di shutle bis, lagi-lagi hanya ada kami bertiga. Diantar kembali ke Prambanan, mau gak mau harus muter Prambanan dulu untuk keluar. Keluar lewat pasar souvenir lagi, beli gantungan kunci untuk adek…keluar, cari becak. Dan ternyata oh ternyata, becaknya gak tahu hotel tempat kami nginap. Dia menawarkan 30rb, oalah pak…saya kesini cuma 10 rb loh kata saya, dekat kok…sueeerr…cuma saya sudah malas jalan kaki aja makanya pake becak.

Akhirnya disepakati 20 rb, capek…malas jalan kaki dan nawar-nawar lagi, apalagi saya berencana pindah hotel siang itu ke kawasan Malioboro biar dekat kemana-mananya, selain itu misi dikawasan tersebut (ke Prambanan & Boko) sudah selesai. Begitu sampai hotel, saya bilang lagi ke tukang becak..tuh kan pak, dekat banget kan? Dia pun senyam-senyum sambil berucap, dulu ini sekolahan bu..bukan hotel. Oooh gitu toh, pantesan tukang becak gak tahu dan petugas-petugas hotel memang mirip-mirip anak sekolahan hehe. Dan petualangan hari pertama pun ditutup dengan nasi gudeg, sarapan yang dikirim pihak hotel ke kamar kami plus bebek goreng kesukaan abang yang sejak malam mesannya bebek goreng mulu. Hayoo krucils, kita siap-siap pindah hotel…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: