Belajar Sejarah di Fort Vredeburg

21 06 2013


Punya krucils yang tertarik pada banyak hal dan mau diajak kemana-mana ala backpacker memang nyenangin. Semua hal menyenangkan, seru dan menarik bagi mereka. Bahkan museum pun sangat menarik minat mereka, yang bagi kebanyakan anak lain mungkin merupakan tempat yang sangat membosankan…serius, saya sendiri dulu tidak terlalu suka museum tetapi berubah drastis sejak punya krucils yang menyenangi sejarah dan museum.

Jadi begitu pagi-pagi hari kedua setelah sarapan di hotel, kami jalan-jalan sepanjang Malioboro dan krucils melihat benteng yang biasanya dalamnya berisi museum, krucils langsung ngajak masuk. Biaya masuk benteng ini murah meriah banget, 2rb untuk dewasa dan seribu untuk anak-anak, totalnya hanya 4 rb. Di kanan kiri dari pintu masuk terdapat bangunan-bangunan yang dijadikan museum, disebut Diorama 1 -4. Berhubung krucils saya hari itu punya planning masing-masing, yang satu (sulung) pengen mengunjungi Polisi Tourism yang dilihatnya kemarin saat naik andong sebelum ke Museum Kereta Keraton, sedang yang satu lagi (bungsu), pengen ke Tamansari (tetep urusannya dengan putri-putrian, princess-princessan), jadi mereka gak mengunjungi semua museumnya. Hanya Museum yang disebelah kiri pintu masuk yang menarik mereka.

Begitu masuk pintu Museum, kami langsung disambut oleh suasana proklamasi Indonesia berupa lukisan timbul kala proklamator Soekarno membacakan proklamasi. Didalam museum sendiri berisi ruang-ruang kaca yang berisi berbagai diorama tentang suasana perjuangan rakyat Indonesia, yang membuat antusias duo krucil. Si adek yang biasanya agak takut masuk ruang sepi, langsung berucap…bagus-bagus ya bunda, sedang sulung langsung antusias mempelajari diorama dan informasi yang ditambahkan di bawah diorama sambil sesekali bertanya tentang maksudnya.

Krucils happy, bunda pun senang…gak perlu biaya mahal nyenangin krucils…hehe. Ketika kami keluar museum, keliling benteng Vredeburg yang tidak sebesar benteng Rotterdam, didekat pintu keluar dibagian belakang tanpa sengaja mata sulung saya membaca panah Taman Pintar. Dia pun bertanya, Taman Pintar itu apa bunda? Walah…dimana abang baca…itu dia yang salah satu list tujuan untuk krucils saya. Itu tuh bunda, sahut sulung sambil menunjukkan panah yang dibacanya. Hayoo kalau gitu kita kesana…let’s go…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: