Berburu Buah Tangan di Somba Opu

3 05 2013

20130503-090922.jpg

Biasanya kalau sedang travelling, jalan-jalan atau berpetualang, saya paling malas beli oleh-oleh, souvenir dan semacamnya. Alasan utama adalah berat, sedang bawaan sebagai backpacker hanya ransel-ransel kecil…kalau harus bawa tambahan lagi lalu mau ditaruh dimana barang-barang tambahan tersebut. Laa bawa baju aja dipas-pasin kalau perlu dikurangi biar gak berat sehingga seharian cukup pakai satu lembar baju gak ganti-ganti, apalagi petualangan kali ini hanya bertigaan tanpa ayah yang biasanya bisa diandalkan ngegendong ransel ataupun krucil hehe. Ditambah duo krucils saya yang ganti-gantian demam, sebelum berangkat yang bungsu..menjelang pulang giliran yang sulung, jadilah semakin berkali lipat malasnya beli-beli..

Sulung saya kalau berpetualang paling suka nyari gantungan kunci, nah…kalau gantungan kunci sih gak masalah, benda kecil mini imut gitu sih gak kerasa bawanya hehe. Ingat bahwa sulung saya koleksi gantungan kunci dan magnet kulkas, awalnya saya hanya beli dua buah benda itu di jalan Somba Opu (pusat penjual souvenir dan oleh-oleh khas Makassar) yang letaknya tepat dibelakang hotel…dan urusan souvenir-souveniran pun selesai bagi saya.

Eh ternyata malam hari sebelum pulang, si ayah telp dengan sederet pesan …beliin ini, beliin itu…halah, jadinya mau gak mau harus berburu dong. Rasanya malas banget nih ngeteng-ngeteng tambahan, tapi demi suami tersayang…baiklah…hayoo anak-anak, kita cari oleh-oleh untuk ayah. Jadilah hari keempat, hari terakhir kami di Makassar sebelum berangkat ke bandara…subuh-subuh krucil yang sudah bangun langsung mandi, ganti baju, turun ke bawah sarapan bertigaan. Teman-teman krucil masih belum bangun, jadilah sarapannya bertigaan mulu hehe..

Selesai sarapan, matahari terlihat sudah cerah ceria…liat jam masih jam 7 pagi…kami pun melangkahkan kaki ke belakang hotel diiringi senyum dan sapa ramah resepsionis dan security (bener-bener mirip lagunya Louis Armstrong deh, “What a wonderful world”). Begitu memasuki jalan Somba Opu, agak deg-degan juga nih, kok kayaknya toko-toko masih pada bergembok sih…walah jangan-jangan belum ada yang buka. Beruntungnya ada sebuah toko yang sudah buka, jadilah berburu oleh-oleh ditoko satu-satunya yang sudah buka tersebut. Sisanya dicari di bandara yang harganya 2x lipat daripada di Somba Opu…tapi gpp lah, yang penting ayah senang hehe…

Jam 8.30 pagi berangkatlah kami naik taxi ke bandara. Jam 11 masuk pesawat, jam 12an sudah sampai di little house on the praire lagi dan selesailah petualangan kami di akhir bulan April ini. Heboh, rusuh, banyak kejadian tak terduga, lelah juga tapi seruuu. Petualangan berikutnya pasti lebih seru lagi, ayo anak-anak kita tidur…ah lelah…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: