Panas Dingin di Bantimurung, Maros

1 05 2013


Hari ketiga di Makassar (Minggu) kami rencanakan ke Bantimurung. Dari dulu pengen banget ngeliat dari dekat air terjun bertingkat-tingkat yang tersohor itu, jadi begitu ada kesempatan main di Makassar…harus, wajib, gak boleh tidak, pokoknya ke Bantimurung. Krucils juga bisa berenang disini atau bisa melihat kupu-kupu Bantimurung yang terkenal itu.

Pagi-pagi kami mulai menelepon supir mobil yang kami rental dari seorang kenalan untuk memastikan agar kami dijemput jam 8 pagi, supaya tidak kesiangan sampai sananya karena setahu saya perjalanan kesana antara 2-3 jam kalau naik pete-pete, sedang kendaraan pribadi 1 jam-an lebih. Kami memutuskan rental mobil kenalan pertimbangan utamanya adalah waktunya lebih banyak dibanding kalau rental di hotel, yang hitungannya hanya 12 jam sehari (pergi jam 8 pagi, kembali lagi jam 8 malam). Dan ternyata lagi kami baru sadar harganya lebih murah dibanding rental tempat lain. Kalau rental di hotel atau tempat-tempat lain standardnya 500rb/hari (12 jam) belum termasuk uang tol, sedang sama kenalan harganya hanya 350rb/ hari (lebih 12 jam) tapi bensin dan tol belum termasuk, yang awalnya kami perkirakan ya paling-paling jatuh harganya sama juga 500rb-an. Tapi ternyata tol hanya 20 rb (itu sudah pp), sedang bensin cuma 50 rb (pp), jadi hitungannya lebih hemat 80-100 rb…lumayan kan selisihnya bisa untuk makan atau beli oleh-oleh..hehe.

Mungkin kelelahan karena terlalu heboh bermain seharian di Trans Studio hari sebelumnya, belum lagi malamnya masih juga main di hotel sama teman-temannya, pagi itu sulung saya demam. Badannya panas, antara jadi atau gak nih ikutan ke Bantimurung. Tapi dia ngotot pengen tetap ke Bantimurung, untungnya karena sebelum berangkat ke Makassar si bungsu yang sakit, saya sudah persiapan bawa obat penurun panas dari rumah sehingga gak begitu panik. Biasanya sulung saya ini kalau demam, sehari dua hari sudah sembuh…jadi ya sudah biasa…cuma tetap kerepotan juga karena sendirian nih ngurus duo krucil di negeri orang, yang satu panas…yang satu lagi cemburuan kalau bundanya dekat sama abangnya…hadeuh…*pijat-pijat pelipis pusing* hehe.

Dari hotel sudah dipersiapkan bawa jaket…eh ternyata tetap aja ketinggalan. Tapi kayaknya cuaca panas menyengat, gak bakalan kedinginan deh saya pikir. Tapi begitu mulai memasuki daerah Bantimurung, pemandangan yang terhampar mulai indah…karst-karst besar dengan hijaunya pepohonan berpadu dengan persawahan turut mengademkan cuaca yang kala itu terasa menyengat. Mendekati daerah air terjun mulai terasa dingin, lebih-lebih begitu memasuki areal air terjun Bantimurungnya…wuih dingiiinn…kontras dengan suhu di Losari.

Tiket masuk Bantimurung 15rb/orang, dewasa dan anak-anak sama saja harganya kecuali turis mancanegara baru beda tarifnya. Bantimurung ini keren banget menurut saya, sayangnya ketika kami datang airnya sedang deras-derasnya sehingga undakan-undakan batunya tidak terlihat karena tertutup aliran air yang sangat deras itu sehingga keindahan air terjunnya sedikit berkurang.

Satu hal yang tidak begitu saya sukai adalah pedagang makanan yang selalu mengelilingi kami (kalau istilah orang Banjar, ngerebuti kami), sudah ditolak…tetap ngeyel. Akhirnya karena bete sedang ngurus anak sedang demam tetap mepet-mepet maksa beli, kesabaran pun habis…hadeuh bu, plis deh, saya kan sudah bilang gak…ya artinya enggak. Eh tetap gak ngerti juga masih mepet juga…arrrghhhh… yo wes lah…terserahlah kalau memang sebegitu ngefansnya dengan saya…hehehe. Dan satu lagi, banyak tukang foto keliling, yang awalnya sih infomatif ngasih tahu ini itu tapi ujung-ujungnya nawarin foto…untung gaya saya lebih preman dari mereka dan ngeteng kamera segede gaban kemana-mana, agak sungkan juga mereka maksa-maksa saya, sesama tukang foto dilarang menyalip…hehe..

Nah, diareal sini sebenarnya ada beberapa gua, salah satunya gua mimpi yang walau demam membuat sulung saya penasaran dengan namanya “kayak gimana gua mimpi itu, bunda? kita kesana ya nanti”. Hadeuh bang, kita kan sama-sama baru pertama kali kesini, jadi bunda juga gak tahu seperti apa gua mimpi itu. Nanti lagi aja ya kita menjelajah yang lebih detail, kita ajak ayah kesini..

Selain ada gua, ada museum kupu-kupu dan penangkaran kupu-kupu. Tiket masuk museum 5rb/orang. Museumnya kecil, berisi dengan kupu-kupu yang telah diawetkan dalam tempat kaca…ya mirip dengan yang banyak dijual sebagai souvenir di depan pintu masuk Bantimurung ini, bedanya di museum dilengkapi dengan nama jenis kupu-kupu tersebut. Seperti biasa sulung saya tertarik memperhatikan semua yang dipajang dalam museum, walau demam tapi kalau berhubungan dengan museum sih lupa sedang demam…hehe. Sedang penangkaran kupu-kupu mirip rumah kaca, bedanya disini bukan dikelilingi kaca tapi dikelilingi pagar kawat kecil-kecil (kawat nyamuk gitu deh). Tempatnya kecil aja, didalamnya ada beberapa tanaman yang menjadi tempat berbiak dan makanan bagi kupu-kupu ataupun kepompongnya. Disini krucil saya dan the geng sangat tertarik dengan penjelasan yang diberikan penjaga penangkaran, seperti memperhatikan telur kupu-kupu yang mirip butiran pasir, kepompong yang ternyata ada sejenis benang sutra penahannya, yang jika benang itu rusak maka kepompongnya tidak akan berubah jadi kupu-kupu, dan sebagainya. Komentar mereka begitu keluar penangkaran, seruuu…

Penjaga penangkaran memberitahu saya bahwa kupu-kupu sedikit karena bukan musimnya. Biasanya kupu-kupu akan banyak di musim kemarau katanya. Catet, lain kali kalau mau kesini musim kemarau ya anak-anak biar bisa liat banyak kupu-kupu. Dan penjaga disini juga cerita bahwa banyak isu berkembang (bahkan hingga ke negri seberang, Singapore) tentang banyak orang tenggelam di air terjun Bantimurung. Tapi semua itu hanya gosip saudara-saudara, jangan dipercaya karena selama ini tidak pernah satu orang pun tenggelam di Bantimurung. Mereka curiga gosip itu dihembuskan orang-orang yang punya kepentingan tertentu dari beredarnya isu-isu tersebut.

Mungkin karena isu ini pula tetangga saya takut membiarkan anak-anaknya berenang, padahal tidak jauh dari air terjun ada kolam renang yang sumber airnya berasal dari air terjun tersebut sehingga warnanya kecoklatan. Nah, karena dari hotel krucil-krucil ini dijanjikan berenang, begitu tidak diperbolehkan berenang mereka pun rewel, minta ke kolam renang! Ya ampun anak-anak, jauh bener sih nyari kolam renang…kalau mau berenang mah di komplek aja kali..hehe..

Baiklah, karena krucil-krucil ini mulai rewel dan karena tampaknya hanya saya dan duo krucil saya yang penyuka wisata alam diantara rombongan ini, kami pun ngalah…hayuu deh kalau memang mau nyari kolam renang. Untuk sementara disimpan dulu keinginan saya dan sulung saya melihat gua dan wisata alam lainnya seputaran daerah sini (ada gua Leang-Leang juga loh, itu tuh gua yang ada cap tangan peninggalan manusia prasejarah…pengen banget kesini, tapi tampaknya gak ada yang berminat kecuali saya dan duo krucil saya yang walau demam tetap penasaran pengen liat cap tangan manusia prasejarah. Ntar kita ajak ayah aja ya anak-anak..hehe).

Dan ketika kami melangkahkan kaki keluar menuju parkiran mobil, terlihatlah banyak toko-toko penjual souvenir berupa kupu-kupu yang telah diawetkan, baik dijadikan gantungan kunci, pajangan dinding, magnet kulkas, dan sebagainya. Semua cantik-cantik dan harganya juga masih terjangkaulah…ngeliat banyak orang beli dan tetangga juga borong, pengen ikut-ikutan beli juga. Untung sempat tarik napas yang dalam…ingat yah, kalau membeli berarti turut mendukung pemusnahan spesies kupu-kupu di Bantimurung…ingat…ingat, hela napas yang dalam…langsung buru-buru masuk mobil..hehe..

Setelah makan siang disebuah rumah makan yang ramai (lupa lagi namanya, ada Losarinya namanya hehe), saya memutuskan…sudah cukup jalan-jalan hari ini. Kami di hotel aja supaya sulung saya bisa beristirahat, kalau teman-temannya masih mau lanjut silahkan saja. Sesampainya di hotel ternyata teman-teman krucil kecapekan juga sehingga mereka memutuskan istirahat dulu juga sebelum sorenya melanjutkan jalan-jalan lagi.. sayang kan sudah rental mobil hehe. Sedang untuk saya dan duo krucil saya, sementara selesailah petualangan kami di hari itu, hari ketiga kami di Makassar..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: