Having Fun di Trans Studio Makassar

30 04 2013


Saat kami kembali ke hotel, eh ditawari tiket Trans Studio murah di resepsionis. Kata mereka sih harganya jauh lebih murah dibanding beli di Trans Studionya langsung, ketika itu kami di kasih harga 85rb/orang, kalau beli di Trans Studio bisa 150rb kata si resepsionis sih (Laa saya sih percaya aja, soalnya di Trans Studio Bandung kan harganya gak semurah itu hehe). Eh setelah dibayar dan kami mau berangkat…dipanggil resepsionis lagi. Maaf ada kesalahan, katanya. Dia baru sadar kalau hari itu hari Sabtu alias weekend, kalau weekend harganya beda lagi jadi 165rb…alamak jang, kok naiknya bombastis gitu, 2x lipat? Dan tetap diimingi dengan kata-kata ini lebih murah di banding disananya bu…disana harganya 200rb-an, tambahnya lagi. Baiklah kalau memang lebih murah, bayar kekurangannya…

Di depan hotel kami memanggil becak-becak lagi, suruh antar ke shuttle bis Trans Studio (dari hasil jelajah dunia maya, konon Trans Studio menyediakan bis gratis dari sebuah halte yang berada tidak jauh dari anjungan Losari ke Trans Studionya). Nego dengan tukang becak dapat harga 10rb/becak..baiklah, berangkaat…

Eh ternyata tukang becaknya gak tahu apa yang saya maksud, mereka kira kami minta antar nyari angkot atau bis ke Trans Studio, jadi mau diturunkan di dekat rumah sakit Stella Maris…hadeuh, ngomong dong kalau gak tahu halte bisnya. Bolak-balik sekitar situ, akhirnya saat tanya ke seorang security mereka menunjukkan arahnya, lurus aja dari situ…haha..kasian sama tukang becaknya yang bolak balik ngenjot gak tentu arah, akhirnya dikasih bonus 4rb hehe..

Halte bisnya lumayan bagus dan modern, ada iklan Trans Studio didepannya. Sayangnya terlantar, dalamnya banyak daun kering, agak kotor dan bau. Sementara krucil dan the geng mulai gak sabar, akhirnya ditanya ke tukang ojek yang mangkal gak jauh dari situ. Rupanya bis ini sudah lama tidak beroperasi, kalaupun jalan hanya kadang-kadang aja…kadang lewat, kadang gak…cobain aja tunggu sampai siang, kata tukang ojek…oalah. Akhirnya daripada nunggu gak jelas juntrungannya, kami naik pete-pete (3rb/orang). Tapi harus tanya dulu, lewat Trans Studio gak karena gak semua pete-pete lewat situ…jarang banget (gak tahu memang pete-pete jarang lewat situ atau kaminya aja lagi apes, susah nemu pete-pete yang lewat situ).

Ternyata tempatnya lumayan jauh juga, padahal bangunan mallnya sih keliatan dari hotel kami, kalau jalan kaki atau naik becak pasti gempor duluan tuh…hehe. Begitu sampai mall Trans Studio, siapa yang paling happy? Krucil dan the geng tentunya, mereka langsung lari-larian disepanjang mall (mallnya panjang banget ke belakang sedang Trans Studio letaknya paling ujung belakang). Mall ini lumayan besar, mengingatkan saya pada Tunjungan Plaza tapi sepi. Entah karena kaminya yang kepagian datang atau dikarenakan transportasi kesini susah seperti yang kami alami.

Begitu sampai di pintu masuk Trans Studio, ternyata tiket hari itu adalah 175rb…ya bener sih kata resepsionis, lebih murah beli di hotel, murah 10rb hehe. Padahal sih 10rb nya untuk biaya beli kartu isi ulang setahu saya, jadi ya sama aja jatuhnya kalau mau koleksi kartunya sih hehe. Anggota geng lainnya yang karena melihat kartu Trans Studio Bandung punya duo krucil saya (yang sengaja saya bawa, supaya gak usah beli-beli kartu lagi…lagian masih ada sisa isinya didalam…lumayan kan buat beli makan hehe) langsung minta kartu juga. Tapi karena beli tiketnya dihotel, jadi ya gak dapat kartu yang langsung terdengar protes dari teman-teman krucil, maa…beliin kartunya maa…hehe..Next time aja ya anak-anak, kalau ke Trans Studio lagi kita beli pakai kartunya.

Kami datang pagi banget, mungkin Trans Studionya juga baru buka…soalnya cuma kami yang baru tampak disitu..hehe. Entah karena masih kepagian, figure-figurenya baru ada sedikit, baru ada Sponge Bob & Patrick, dan buaya serta monyet…kayaknya disini lebih sedikit dibanding yang di Bandung. Dan hebatnya lagi (atau ngerinya ya), walau ada tinggi minimal masuk wahana ternyata pengawasannya tidak seketat di Bandung sehingga hampir semua wahana bisa diikuti atau dinaiki krucil dan the geng. Karena krucils bisa menaiki hampir semua wahana, saya dan emak-emak lainnya jadi bisa ikutan juga yang walau saya kurang suka naik permainan-permainan jenis ini, mau gak mau ikut juga sekalian jaga anak wkwkwk…

Hasilnya? seruuu dan gemetaran saat selesai menaiki wahana jelajah, yang mengharuskan anak-anak didampingi dua orang dewasa untuk berjaga di depan dan dibelakang. Jelajah itu adalah menaiki kereta yang berbentuk perahu kemudian meluncur dari ketinggian ke bawah langsung nyebur ke air…wuih mengerikan! Gak bakalan lagi deh naik wahana beginian hehe. Pusing ketika naik Rickin’Tug, kapal yang awalnya cuma melucur maju mundur, kemudian lama-lama muter dan puterannya tambah mengerikan yang membuat tetangga saya teriak minta hentikan permainan karena dia sudah pusing berat.

Hampir semua jenis permainan diikuti krucil dan the geng, kecuali ada satu wahana bom-bom car untuk dewasa yang krucil di stop tidak diperbolehkan masuk, sisanya semua diikuti. Kami makan siang didalam sini, kemudian jam 2 siang ada kabaret show live gitu…katanya sih sehari cuma 1x pertunjukkan sehingga semua pengunjung ngantri masuk, sedang kami yang walau juga sudah ikutan ngantri gak jadi nonton karena krucil dan the geng mulai rewel, pengen cepat-cepat ke Kidzania yang katanya sih ada juga di GTC (salah satu mall di Makassar yang letaknya tidak jauh dari Trans Studio Mall), cuma namanya jadi Kidzone.

Duo krucil saya bergembira banget di Trans Studio Makassar bisa mengikuti hampir semua jenis permainan dan terutama menikmatinya bersama teman-teman. Walau bentuknya kurang lebih sama dengan yang di Bandung, menurut saya pribadi sih lebih komplitan yang di Bandung wahananya, juga figure-figure untuk berfoto-foto bersama pengunjung, dan nilai tambahnya di Bandung ada Parade Shownya! Di sini saya tanya, katanya Parade Show hanya ada di hari Minggu, kami disuruh kembali hari Minggunya kalau mau nonton parade shownya…yee, kalau dikasih gratis sih mau, kalau disuruh bayar lagi gak deeh..Oiya, satu lagi minusnya adalah masa tempat hiburan besar begini bisa kehabisan peta! Oalah, di Bandung sih peta banyak banget dikasih untuk pengunjung..tersedia disetiap tempat informasi, laa ini bagian informasi aja gak ada orangnya…hehe..

Walau begitu, karena tujuan kesini adalah menyenangkan krucil-krucil jadi mereka senang dan puas, saya ikutan senang juga (walau capek sebenarnya). Disini kami hingga jam 3 siang, dari baru buka sampe pengunjung mulai banyak…ya ampun, berapa jam tuh? Sampai makan disini dua kali, satu di dalam Trans Studio, satu lagi di mallnya. Kalau gak karena pengen ke Kidzania juga hari itu, mereka pasti gak bakalan pulang-pulang tuh…sampe salah seorang anak naik bom bom car khusus anak 7x. Mereka juga sempat bermain peran sebagai band penyanyi (1 drum, 1 gitar, 1 penyanyi) dengan nama band Angry Birds, sedang sisanya berperan jadi director dan kameramen di Kids Studio dan direkam yang harga rekamannya 15rb /CD (kalau di Bandung 50rb)..haha seruuu…

Kemudian kami memutuskan ke GTC, yang setelah 1 jam nunggu pete-pete gak ada yang muncul, kalau ada lewat satu dua buah semua isinya penuh. Nyari ojek ( kami kira segerombolan motor yang ngetem dibawah pohon depan mall tukang ojek, ternyata bukan…haha) gak ada, nyari taxi gak ada yang lewat juga…malah diseberang banyak pete-pete dan bemor (becak motor) yang lewat. Akhirnya dengan putus asanya, ketika kami melihat pete-pete kosong diseberang jalan berlawanan arah dengan tujuan kami, serempak memanggil…bisa gak antar kami kearah berlawanan? Eh ditawari 25 rb, dia mau…yo wes…dia muter arah.

Ternyata letak mallnya gak begitu jauh sih dari mall Trans Studio, cuma jalannya sedikit rusak. Begitu masuk mall ini kesan pertama adalah…mallnya terlantar karena sepi banget. Hampir semua toko yang jual disini tutup disertai tulisan Sale. Tanya sama seorang petugas dimana Kidzone, dia menunjuk lantai atas, diatas kami muter-muter di lantai atas yang jauh lebih sepi dari lantai pertama, gak nemu petunjuk dimana Kidzone itu berada. Hingga akhirnya kami menemukan eskalator ke atas yang disepanjang sisi eskalator berisi iklan tentang permainan Kidzania, tapi saat eskalator didekati ternyata ditutup dipasangi tali untuk menghalangi orang naik keatas, disertai pengumuman tulisan tangan kecil bahwa Kidzania ditutup karena sedang renovasi…haha…bener-bener deh, pengalaman tak terlupakan…

Sudah nunggu pete-pete lama, eh sesampainya disana malah tutup. Ow..ow…anda tidak beruntung…hehe. Lelah iya, bete iya, kecewa lebih-lebih tapi kami jadi ketawa ngakak…ya ampun perjuangannya untuk kesini itu loh. Tapi gpp, kita kan sudah bergembira di Trans Studio anak-anak, sudah puas bermain seharian bahkan sudah bermain peran juga di Kids Studio…hehe, ntar kita ke Kidzania di Jakarta aja deeh…hehehe…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: