Petualangan Ala Emak-Emak

29 04 2013

20130429-101217.jpg

Hahaha…kayaknya itu deh judul yang paling pas untuk petualangan kami kali ini. Mau dikasih judul petualangan dadakan juga gak pas…karena walau semua terjadi dadakan tapi sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.

Ya, begini ceritanya bermula…
Alkisah, hiduplah tiga keluarga kecil yang dinding rumahnya sambung menyambung alias rumahnya berderet-deretan alias tetanggaan. Dulunya sih gak begitu saling kenal tapi karena krucil-krucil kami seumuran dan sesama penggemar angry birds yang doyan sepedaan…maka pertemanan geng krucil inilah yang mempererat tali pertemanan kami para orang tua. Saking eratnya, kami suka ngumpul bareng dipojokan (karena memang rumah kami di pojokan hehe), makan-makan dan berenang bareng hingga suatu hari tercetuslah ide, kenapa gak liburan bareng aja sekalian? Wah ide yang bagus…

Pilihan tujuannya adalah Trans Studio, tempat krucil-krucil kami bisa memuaskan nafsu bermain mereka. Dan dimana lagi yang terdekat dari kota kami kalau bukan Trans Studio Makassar, pertimbangannya selain lebih dekat dibanding Bandung juga karena suami seorang tetangga yang bekerja di Makassar. Awalnya hanya iseng-iseng…sambil lalu, eh…ternyata suatu malam di penghujung tahun 2012, saya melihat iklan sebuah penerbangan yang baru membuka jurusan baru dari kota kami dan tujuan tersebut adalah MAKASSAR…OMG, malam itu pun kami langsung bikin pertemuan dadakan di pagar pembatas antar rumah (tempat favorite krucils kami berkumpul)…baiklah, kita liburan bareng ke Makassar. Lalu sibuklah saya memesan tiket untuk bulan Juli 2013, total rombongan 12 orang termasuk kedua orang tua saya…sudah kayak bedol desa hehe..

Tiket sudah di tangan, krucil & the geng sudah mulai sibuk membahas wahana apa saja yang akan mereka kunjungi di Trans Studio lengkap dengan peta! Tiba-tiba awal tahun seorang tetangga pindah. Kemudian kehidupan berlalu seperti biasa…hingga suatu hari di bulan April 2013 setelah petualangan kami ke Sangatta, saya mendapatkan email yang mengejutkan, penerbangan ke Makassar akan ditutup terhitung 1 Mei dan di kasih opsi (1) Refund (2) Simpan di kredit keanggotaan (3) Dimajukan

Tentu saja sebagai penyuka jalan-jalan murah pilihan no 1 & 2 tidak masuk hitungan, duh..rugi bandar kalau kembali uang secara harga tiket gak seberapa, mau beli tiket baru pastinya berkali-kali lipat dari harga tiket tersebut. Jadi pilihan yang langsung terpikir adalah majuin. Masalahnya adalah para tetangga dan orang tua, bisa gak nih kalau jadwal dadakan gitu. Tanya orang tua saya..ow ow…orang tua saya mau pergi ke Johor Bahru akhir bulan, terlalu mepet…kesimpulan batal ikut. Tanya ayah, ayah sibuk berat beberapa bulan ini sehingga gak bisa ikutan juga. Tanya tetangga, gak bisa juga karena kerja dan anaknya belum ujian. Mulai deg-degan..walah, jangan-jangan liburan ke Makassar gagal nih. Tanya tetangga yang sudah pindah…dia bilang tanya suaminya dulu yang sedang diluar kota. Ditunggu seharian, belum ada kabarnya…makin deg-degan. Baru keesokan harinya dia konfirmasi oke, walau suaminya juga gagal ikut karena sedang ada urusan. Artinya liburan tetap bisa dilaksanakan…yippie…

Di pagi hari sebelum berangkat, sulung saya ada ulangan sehingga tetap sekolah seperti biasa. Eh yang bungsu tiba-tiba demam dan muncul bengkak diarea lehernya (pembengkakan di kalenjar tiroid), panik…kami pun membawanya ke dokter pagi itu juga. Ternyata si adek terkena gondongan, yang setelah diskusi dengan dokter ternyata dibolehkan tetap berangkat hari itu. Ya ampun dek, setelah setengah tahun lebih selalu cerita ke teman-temannya dia akan ke Makassar, tiap mau berangkat berpetualang selalu cerita ke temannya, guru atau kakek neneknya : “adek mau ke Makassar” (walau sebenarnya bukan itu tujuannya…hehe dasar balita).. eh hari H nya malah sakit, untung dibolehkan dokter tetap berangkat. Dan ajaibnya, begitu pengennya si bungsu ke Makassar…siang itu juga berangsur-angsur membaik walau obat yang dikasih dokter tetap harus diminum sampai habis.

Kemudian di bandara sesaat sebelum berangkat, kakak tetangga yang rencananya hanya mengantar ke bandara langsung membeli tiket di bandara untuk ikutan juga. Semua serba dadakan, penuh dengan kejadian tak terduga dan lucunya lagi semua emak-emak beserta dua anaknya…jadilah liburan kali ini ala emak-emak beranak enam karena yang harus diawasi enam anak, yang jika bersatu padu seperti ngurus anak satu lusin aja rasanya. Satu kesana, satu kesini…satu pengen ini, satu pengen itu…satu ngambek, satu nangis, satu lagi marah… main teruss gak tahu emak-emaknya sudah capek…hahaha…tapi seruuu…

Dan inilah cerita kami semua di kota angin mamiri, Makassar…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: