Mencari Patrick di Tanjung Bara

14 04 2013


Tahu Patrick kan? Itu tuh sohib kentalnya Spongebob yang terinspirasi dari seekor starfish…iya, Patrick itu starfish alias bintang laut. Dulu…long time ago, dahulu kala waktu saya dan suami masih tinggal di Bontang, kadang kala kami mengajak sulung kami mencari starfish di sebuah pantai dikawasan tertutup di kota Sangatta, nama pantai itu adalah Tanjung Bara.

Nah, karena jarang-jarang banget kan nemu banyak starfish di sebuah pantai seperti pantai di Tanjung Bara ini, pantai ini meninggalkan bekas mendalam bagi kami. Mumpung kami sedang berada di TNK yang artinya sudah dekat dengan Sangatta (kurang lebih 30 menit dari TNK)…hayu kita lanjutkan petualangan di bulan April ini, kepalang tanggung. Jadilah setelah adventure @ the jungle di TNK, kami memutuskan lanjut ke Sangatta, saatnya berburu starfish di Tanjung Bara…yeaayyy…

Sangatta sudah berkembang dibanding terakhir kali kami kesini 6 tahun lampau, yang membuat kami agak pangling, bahkan jalan menuju Tanjung Bara pun berubah…hehe. Dulu untuk menuju Tanjung Bara kami harus ke jalan menuju Bengalon dulu, baru ke arah kanan…masuk portal…tukar KTP dengan kartu pas…terusss…sampai Tanjung Bara. Namun kali ini, begitu ketemu portal kami disuruh jalan ke arah kanan…kearah Bukit Pelangi (yang artinya muter lagi, karena Bukit Pelangi ini sudah terlalui sebelumnya) baru di bunderan pesawat belok kiri, demikian petunjuk security pada kami.

Nah loh, bunderan pesawat itu dimana ? Baru dengar soalnya, dulu sih gak ada daerah yang bernama bunderan pesawat…hadeuh…Daripada bingung, ikutin aja deh petunjuk security, setelah Bukit Pelangi terus aja…eh ternyata di depan muncul deh simpangan berbentuk bunder yang ditengah-tengahnya ada pesawat dan di salah satu pojok jalan banyak penjual makanan kaki lima plus tempat parkir kendaraan…oalah, ini toh namanya bunderan pesawat hihihi…baru tahu…Senyum langsung tersimpul lebar diwajah sulung saya, kebaca dengan jelas nih…pasti tertarik pengen berhenti disitu, pengen meneliti pesawat ini.. pulang nanti aja ya bang sekarang kita berburu starfish dulu deh..

Setelah menemukan bunderan pesawat ini, kami pun belok kiri sesuai petunjuk security. Belok kiri nemu portal lagi, tapi tenang aja…bilang aja ke penjaganya mau ke Tanjung Bara, dibukain deh. Jalan lagi…gak berapa lama nemu portal lagi, nah kalau portal yang ini jelas-jelas didepannya tertulis harus ada ID Card atau kartu pass. Disini KTP harus ditukar kartu pass ke aquatic, setelah dapat kartu pass baru deh dibukain dan boleh lewat. Kenapa kok ribet banget ke Tanjung Bara? Hal ini dikarenakan letaknya yang berada dalam lingkungan KPC (Kaltim Prima Coal), jadi ya wajar-wajar aja kalau pengamanannya berlapis seperti itu.

Memasuki kawasan Tanjung Bara banyak ditemukan monyet, dan ada pengumuman bertuliskan do not feed the monkey, jangan memberi makan monyet, tanyaken-apa? ya supaya monyetnya hidup alami, gak terbiasa makan dengan cara mudah…pemberian atau belas kasihan manusia…

Kawasan ini memang berada di wilayah hutan bakau sehingga gak cuma monyet yang bisa dijumpai disini, gak jauh dari situ ada papan yang bertuliskan CAUTION, kemungkinan ada buaya lewat jalan ini ! Serem? Itu belum seberapa, di dekat pantainya sendiri ada pengumuman lagi yang bertuliskan hati-hati loh daerah sini ada jellyfish (ubur-ubur), stingfish (ikan pari), stonefish (ikan kerapu batu) selain crocodile (buaya)…sekarang silahkan pingsan dengan sukses deh, inilah pantai yang penuh mara bahaya…hehe…šŸ˜€

Pengumuman-pengumuman tersebut sudah ada sejak dahulu kala, cuma bedanya kali ini kami perhatikan benar-benar karena ada pengumuman kecil tentang kejadian yang terjadi 25 Maret lalu saat seorang anak yang sedang berenang tersengat oleh sesuatu yang diperkirakan sebagai ubur-ubur kotak (box jellyfish) yang berujung pada kematian. Ditambah lagi suasana pantai yang lebih lengang dari biasanya, pantai yang biasanya ramai dengan anak-anak berenang namun kali ini kami jumpai dalam kondisi ditutup (khusus akses menuju air) disertai tulisan huruf kapital AWAS UBUR-UBUR. Nah, ini sih serius banget artinya…

Tahu kan betapa berbahayanya ubur-ubur kotak? Kalau gak tahu seberapa berbahayanya ubur-ubur jenis ini silahkan cari di mbah google deh. Kalau saya sih gak mau berurusan dengan ubur-ubur kotak karena ubur-ubur jenis ini berbahaya sekali (akibat terlalu sering nonton National Geographic Channel), belum lagi stone fish yang durinya beracun…hadeuh mending jauh-jauh dari pantai deh kalau gini. Setahu saya sih ubur-ubur kotak ini seringnya berada di wilayah perairan Australia, belum pernah saya mendengar ubur-ubur jenis ini berada di perairan Indonesia apalagi di Kalimantan…this is something new. Kadang-kadang di beberapa pantai kami menjumpai ubur-ubur, namun jenis yang “agak jinak” alias gak begitu berbahaya, paling gatal-gatal aja. Dan dulunya di Tanjung Bara ini ubur-uburnya juga sering dijadikan mainan anak-anak karena ya gak berbahaya… itu sebabnya adalah sesuatu yang baru bagi kami menemukan pantai ditutup karena ubur-ubur berbahaya. Ternyata di sebuah pengumuman memperkuat dugaan saya bahwa ubur-ubur kotak sesuatu yang baru di Indonesia apalagi di Kalimantan.

Jadilah impian mencari Patrick si starfish terpaksa tidak diwujudkan dan baju renang krucil tidak jadi terpakai. Akhirnya kami hanya melihat dari batu-batu dan sebuah jembatan saja sekelompok ikan tampak berenang dibawah. Menikmati pemandangannya saja, yang membuat bungsu saya berkata dengan nada sedih “adek gak senang gak jadi berenang”…lebih baik gak berenang deh dek daripada kena jellyfish yang satu ini. Sekarang kita cari tempat lain yang seru dan aman aja yuks…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: