Penang Hill, Bukit Bendera

23 01 2013


Sebenarnya kami tidak merencanakan menghabiskan waktu sampai dua hari di Penang karena hari terakhir kami rencanakan ke Langkawi. Berhubung krucils tidurnya nyenyak banget sampai siang, gak tega juga ngebanguninnya jadilah Langkawi dilewatkan dulu. Hal ini bisa kami lakukan karena belum memesan hotel di Langkawi sehingga bisa santai-santai di Penang jika waktu memang tidak memungkinkan ke Langkawi.

Gagalnya kami ke Langkawi membuat kami harus memikirkan alternative lain untuk mengisi hari kedua di Penang. Jika hari pertama sudah kami isi dengan ngider-ngider diseputaran George Town sampai ke Batu Feringgi, melihat pantai-pantai sekitar Batu Feringgi dan masjid terapungnya, maka hari kedua kami memutuskan ke Penang Hill, lagi-lagi demi tujuan mulia dan luhur…menyenangkan anak…hehe. Menurut resepsionis hotel, biasanya Penang Hill ramai dikunjungi orang saat weekend terutama mulai tgl 24-akhir bulan karena ada acara Thaipusam (upacara hindu) disana (dipuncak Penang Hill memang ada kuil Hindu).

Dengan membayar RM 6, menggunakan bis Rapid Penang 204 kami pun sampai di Penang Hill kala matahari bersinar teriknya…puanasnya pol deh. Lumayan juga antri di loket karcisnya, kami dikenakan paket keluarga (2 dewasa + 2 anak) yang totalnya RM 70, ini lebih hemat dibanding beli satuan seharga dewasa RM 30 dan anak-anak RM 15.

Setelah itu kami naik kereta kecil yang mendaki bukit terjal tersebut, yang kemudian membuat sulung saya bertanya-tanya…”terus kalau sudah sampai diatas kita ngapain? memangnya ada apa diatas?” …hadeuh, gak tahu ayah bundanya pengen nyenangin dia makanya bela-belain kesini, eh dianya malah penuh pertanyaan skeptis gitu *tepok jidat*…wkwkwk.

Sesampai diatas udara dingin langsung menyergap (walau kepala tetap aja kepanasan sih karena matahari masih tidak berkompromi), pemandangan Penang terhampar didepan mata. Kami bisa memandang jembatan pulau Pinang dibawah sana…tapi krucils masih belum puas. Baeklah ayo kita eksplore saja bukit ini, siapa tahu ada yang aneh yang menyenangkan hati krucils kami.

Kemudian kami berjalan terus hingga akhirnya mata saya bersirombok (halah bahasanya) dengan tulisan Owl Museum. Begitu tahu ada museum diatas bukit ini, krucils langsung antusias…semangatnya bangkit 1000% hehe…urusan museum aja langsung semangat. Memanfaatkan momentum ini, kami langsung membuat perjanjian lisan dengan mereka…oke kita masuk museum, tapi harus mau difoto loh ya…(wahahaha…maklum krucils kami paling males deh kalau disuruh foto-foto, padahal untuk dokumentasi mereka sendiri). Demi museum, mereka rela dan ikhlas disuruh ambil pose untuk difoto..hehe..

Setelah masuk Owl Museum, kami melihat-lihat sebentar kuil Hindu dipuncak bukit. Dan petualangan di Penang Hill pun diakhiri dengan minum-minum sebentar di restaurant yang terletak diatas Owl Museum. Minumannya enak-enak loh, ketika itu krucils pesan es milo, ayah pesan juice mangga dan saya tertarik pada es kacangnya. Es kacangnya paling mantap, isinya semua jenis kacang (kacang merah, kacang tanah, dan ada jagungnya juga) di campur dengan serutan-serutan mirip cincau terus dikasih ice cream diatasnya…wuih nyam nyam…es kacang ini pada akhirnya malah yang menghabiskan krucils. Tujuan utama pun tercapai…krucils kami happy…yippie…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: