Menjajal Semua Jenis Transportasi

23 01 2013


Hampir semua jenis transportasi yang kami temui selama perjalanan telah kami coba, dari yang biasa kita temui di Indonesia maupun hal baru yang baru kali itu kami ketahui dan temui…*maklum kamseupay..hehe*.

==> Taxi

Taxi kami gunakan ketika ingin cepat dan saat tidak mau repot nyari-nyari tempat yang dituju. Ongkos Taxi memang relative lebih mahal dibanding angkutan jenis lain, tapi keunggulannya ya itu tadi…cepat dan diantar langsung ke tempat tujuan. Kami menggunakan Taxi hanya 4 kali selama petualangan kami kali ini yaitu :
– dari LCCT menuju terminal bis Puduraya (RM74) ,
– dari terminal bis Phuket menuju hotel kami di Patong (450 Bath)
– dari hotel kami di Patong ke terminal bis Phuket (400 Bath) dan
– dari Bandara Sepinggan ke rumah (Rp 45.000).
Tips, jika anda naik Taxi pesanlah langsung di counter resmi yang biasanya harganya lebih murah dibanding cegat langsung.

==> Bis

Bis adalah kendaraan yang paling sering kami gunakan, baik sebagai transportasi dalam kota maupun antar kota dan negara. Bis yang kami gunakan pun beragam jenisnya, dari yang besar maupun kecil dan butut.

– dari Puduraya ke Hatyai
Menggunakan bis Alissan (RM 55/orang). Kami beli etiket di internet sehari sebelum berangkat sehingga begitu sampai di Puduraya hanya perlu konfirmasi ke agent bis bersangkutan. Bis ini besar dan tingginya seperti bis double decker walaupun hanya satu tingkat dan kursinya hanya 28 seat sehingga lega banget dibanding bis lainnya. Ada wifi, ac, dan karena berangkat malam (jam 23.30) dikasih selimut. Perjalanan sekitar 8 jam, berhenti beberapa kali untuk memberi kesempatan penumpang ke toilet dan diperbatasan.

– dari Hatyai ke Phuket
Menggunakan bis yang lebih kecil mirip metromini (lupa lagi, kalau gak salah totalnya 1260Bath), tempat duduknya agak keras tapi gak terlalu dempet-dempetan. Kami sebenarnya berniat naik bis besar, tapi karena tidak tahu terminalnya dan kebetulan sedang didepan agent travel…ya ambil apa yang ada aja. Entah karena bahasa, atau salah satu bentuk scam…kami sempat dikasih tahu bahwa bis yang digunakan besar, tempat duduk kami paling depan serta akan diantar langsung ke hotel setibanya di Phuket. Kenyataannya berkata lain, bisnya kecil walau bersih dan ber ac, kami hanya dapat duduk dibelakang (yang setelah diprotes baru dikasih tempat duduk depan tapi nunggu bis berikutnya 1 jam kemudian) dan kami hanya diturunkan diterminal…oh nooo..Lama perjalanan 8 jam untuk sampai Phuket.
Tips : berhati-hatilah wahai saudara-saudara…pastikan dulu deal anda dengan agent travel tentang fasilitas yang akan anda dapatkan.

– dari Phuket ke Hatyai
Begitu sampai terminal Phuket, kami pun celingak celinguk di loket-loket bis di terminal…ya ampyun, gak ngerti sama sekali tulisan sanksekerta semua. Untung sempat nangkap satu tulisan Hatyai, saat nanya penjual loket gak bisa bahasa inggris..klop deh. Cuma dia ngasih tahu bahwa bisnya dia ada di posisi no 7, maka kesanalah kami untuk melihat apakah bis tersebut sesuai dengan keinginan kami…bis besar yang nyaman. Teryata bisnya belum ada, namun di tempat no 7 tersebut memang bertuliskan Hatyai Krabi 1st class. Wah kalau first class pastinya bisnya gak mungkin jelek pikir kami…oke deh…beli.

Saat beli, kami pun bertanya lagi tentang bis tersebut ke penjual tiket di loket yang bertuliskan Hatyai tersebut. First class? Aircon? dia langsung mengangguk sambil ngancungin jempol (isyarat umum orang Thai jika mengiyakan sesuatu) sambil ngomong yesss! Totalnya 1302 (ya ampun tuh 2 Bath tetap harus dibayar, gak didiskon). Makin yakinlah kami tentang bis idaman kami…

Jam yang ditentukan pun tiba. Tiba-tiba, masuklah bis kecil yang agak butut ke lorong no 7. Loh kok? saya langsung panik…iih sumpeh loh? Masa pake bis kayak ginian, masa ini disebut bis first class? Untungnya di bis tersebut hanya tertulis Sungai Kolok, bukan Hatyai…yess…sedikit lega. Tapi kok ini bis berentinya lama amat dilorong 7, padahal sudah memasuki jam keberangkatan bis kami ke Hatyai. Saat nanya…eh dijawab, ini bis ke Hatyai…kami pun disuruh masuk. Looh? *bengong*. Dia bilang ntar dijalan dapat makan gratis. Oohh mungkin begitu maksudnya, bisnya jelek tapi ongkos yang mahal diganti dengan uang makan…demikian saya pikir.

Bisnya sih jelek dari luar, dalamnya lumayan…tapi toilet dalam bis mampet. Busyet deh, bau nyebar kalau bis terhentak dikit. Itu sih belum seberapa, yang bikin bete adalah bisnya berhenti di tiap terminal untuk mengambil maupun menurunkan penumpang. Belum lagi penumpang-penumpang yang memberhentikannya di jalan. Selain itu yang bikin saya kesal setengah mati, bisnya muter, ya ke Krabi, ke Pha Nga, dsb…uggghhh kapan sampainya kalau gini? Walau satu sisi kami jadi bisa melihat kota Krabi dan Pha Nga dan lain-lain itu (yang kalau dalam situasi berbeda saya pasti menikmatinya karena indah) tapi lama kelamaan bete juga…kok diajak muter keliling Thailand…arrghhh.

Ketika jam makan siang, bis pun berhenti di sebuah terminal. Dan karena kondektur maupun supirnya tidak bisa berbahasa inggris kami cuma dikasih pengumuman berbahasa Thailand..untungnya ada anak muda disebelah kami yang bisa dikit-dikit berbahasa inggris. Dia ngasih tahu bahwa kami harus turun membawa semua barang kami karena kami disuruh naik bis lain yang parkir disebelah bis kami dan diberi waktu makan siang 15 menit.

Buru-burulah kami pindah bis sambil ngomel-ngomel, ampun dah…kami tertipu! Kalau first class aja kayak gini gimana second classnya? Sudah diajak muter-muter keliling Thailand, eh malah disuruh ganti bis tengah jalan. Tapi karena waktu makan siang hanya 15 menit, ngomelnya belum berlanjut keburu pengen makan…hehe. Eh seperti belum cukup bikin kesal kami, begitu makan siang kami masih di tagih 40 Bath karena rupanya jatah makan perorang hanya 15 Bath. Arrggghhh…makan gratis apaan? *elus-elus dada*

Untungnya setelah berganti bis, perjalanan jadi lancar. Bis tidak berhenti-berhenti di tiap kota dan terminal lagi…terusss aja. Nah ini dia yang kami harapkan, walau lebih bagus dari bis pertama tapi bis kedua ini lebih bau karena selain toiletnya juga mampet dan kami hanya kebagian tempat duduk dibelakang (tidak didepan lagi seperti yang tertera di tiket bis karena pindahan dari bis sebelumnya).
Tips : Pastikan benar-benar bis yang akan anda naiki sebelum membeli tiket!

– bis-bis dalam kota, seperti Rapid Penang (RM 1- RM 6) selama di Penang dan Skybus dari KL Sentral ke LCCT (RM 10).

==> Tuk-Tuk

Tuk-tuk ini kendaraan umum di Thailand, berupa mobil pickup atau truk yang dimodifikasi. Kami dua kali naik tuk-tuk ini, yaitu ketika diantar dari travel agent bis Hatyai menuju bis tujuan Phuket serta dari stasiun kereta Hatyai ke hotel (100 Bath yang saya yakin bisa lebih murah lagi jika gigih nawar).
Tips : Tawarlah…hehe

==> Sepeda Motor

Motor ini kami gunakan selama kami di Patong Phuket, daripada naik tuk-tuk minimal 30 Bath perorang sekali jalan ya mendingan sewa motor dari Mrs.Ploy seharga 200 Bath untuk 24 jam…puas banget deh.
Tips : Hati-hatilah berkendara, liat kanan kiri dulu karena kendaraan di Phuket suka asal. Bahkan lampu lalu lintas saja seperti tak ada gunanya.

==> Kapal

Kami menggunakan dua jenis kapal selama berkelana, yaitu Speed Boat (1200 Bath/ orang) besar ketika tour Phi Phi Island dan Kapal Ferry (RM 1,20 /orang) dari Butterworth ke pulau Pinang namun sebaliknya dari pulau Pinang ke Butterworth gratis.

==> Kereta

Kami tiga kali menggunakan kereta, yaitu :
– dari Hatyai ke Butterworth (332 Bath/orang).
Ini adalah sleeper train dari Bangkok, namun karena kami naiknya dari Hatyai jadinya awalnya kami harus berdiri dulu menunggu tempat tidur penumpang dari Bangkok diubah jadi kursi kembali. Dan karena kereta jenis ini satu deret hanya 2 penumpang jadi ya harus nyari-nyari kursi kosong yang diberikan penumpang yang berbaik hati share tempat duduk. Untungnya kami bertemu dengan seorang ibu asal Jakarta yang sedang bepergian sendiri dari Bangkok ke Kuala Lumpur, dari beliaulah kami dapat kursi untuk duduk dan berbagi cerita pengalaman beliau selama travelling.

– dari Butterworth ke KL Sentral
Ketika membeli tiket kereta kami ditanya apakah mau duduk saja atau pakai tempat tidur. Tentu saja kami memilih tempat tidur agar krucils tidur nyenyak dan pastinya nyenangin mereka juga. Pengalaman baru nih untuk mereka (dan kami juga hehe) naik sleeper train. Harga tiket tergantung tempat tidurnya, kalau di bawah RM 48, diatas RM 40 dan karena krucil hanya share jadi hanya dikenakan tarif RM 13/anak. Kami memilih tempat tidur atas bawah agar bisa berada di deretan yang sama. Kereta ini berangkat 23.00 dan sampai di KL Sentral sekitar jam 06.00.
Tips : belilah tiket kereta minimal sehari sebelum keberangkatan karena umumnya tiket cepat habis.

– Penang Hill (RM 70)
Mau dibilang kereta gantung tapi gak ngegantung, dibilang kereta api juga bukan. Mungkin yang mendekati adalah kereta listrik yang bisa menanjak bukit curam..hehe..

==> Jalan Kaki

Nah ini transportasi termurah selama kami berkelana, modalnya hanyalah kekuatan otot betis dan keteguhan hati untuk berjalan kemana-mana…hehe. Dengan berjalan kaki ada tiga manfaat yang di dapat sekaligus, yaitu : sehat (keluar keringat), hemat (dompet aman), terkahir adalah lebih banyak yang bisa dilihat dan dinikmati selama berjalan kaki.
Tips : minimal sebulan sebelum berkelana…latihlah otot betis anda dengan bersepeda, jalan santai atau mengenjot becak…hehe


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: