Shell World Museum

20 01 2013


Krucils saya suka museum dan segala yang berbau pantai terutama kerang. Sejak menemukan informasi bahwa di Phuket ada semua perpaduan yang disukai krucils saya yaitu museum dan kerang yang berwujud Museum Kerang (Shell World Museum), saya langsung memasukkan Shell World ini ke dalam list tujuan kami selama di Phuket.

Ketika mengetahui ada museum kerang, tentu saja krucils langsung antusias. Masalahnya adalah mencari letak keberadaan museum ini, yang saya ingat hanyalah petunjuk bahwa museum ini terletak didalam sebuah mall bernama Jungceylon (yang menurut supir taxi merupakan mall terbesar disana). Sehingga malam pertama ketika baru sampai dan mengetahui bahwa Jungceylon ini ternyata letaknya tidak jauh dari hotel, kami langsung menuju mall ini untuk mencari Shell World.

Tapi karena saya dan ayah sudah kelelahan, ditambah petunjuk yang saya ingat juga kurang spesifik jadi agak susah juga nyarinya. Plus ketika nanya ke seorang penjual, dia juga tidak tahu dimana museum kerang. Kami pun memutuskan pulang ke hotel dulu walau disertai rasa penasaran krucils. Baru keesokan malamnya setelah pulang Island Hopping kami kembali ditagih krucils untuk ke museum kerang. Baeklah kalau kalian gak capek, kita lanjut…sekarang clue sudah jelas karena sudah searching di internet bahwa letaknya didekat tempat makan (restaurant) bernama Sino.

Museum ini berada dibelakang tempat penjual cenderamata segala sesuatu berbau kerang. Biaya masuk 50Bath untuk dewasa, dan free untuk anak-anak. Tiket yang sudah dikasih bisa dipakai lagi jika keesokan harinya kembali lagi, jadi bisa dipakai 2 hari. Dan museumnya tidak terlalu besar karena hanya cabang dari museum sejenis yang berada di kota Phuket, namun koleksi kerangnya lumayan banyak. Sulung saya langsung heboh, melihat ini itu, nanya ini itu…panik (bisa juga disebut histeris) melihat banyaknya jenis kerang dan berbagai ukuran kerang yang dipamerkan, dari ukuran yang sangat kecil hingga berukuran sangat besar.

Senangnya melihat anak-anak bergembira menikmati museum. Akhirnya kami bisa kembali ke hotel tanpa harus mendengar rengekan krucils yang berulang-ulang meminta ke museum kerang…hehe..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: