Gua Jepang yang Tersembunyi

16 11 2012

Seperti biasa, urusan nyari-nyari tempat baru si bunda (saya) jagonya. Sistematikanya seperti ini, saya hembuskan isu, anak-anak antusias, dan si ayah yang mencari letak pastinya..hehe. Nah, sudah lama nih saya punya info bahwa di Balikpapan mempunyai tempat-tempat bersejarah peninggalan perang, dan hampir semua tempat sudah kami kunjungi…cuma satu nih yang belum nemu, yaitu gua jepang dan jembatan tua, dan tampaknya tidak banyak info yang bisa di dapat di internet. Nanya ke beberapa kenalan, jawabannya ngambang , kurang lebih memang pernah dengar ada gua tapi gak tahu dimana tempatnya. Nah loh?

Saya hanya tahu bahwa ada gua dan jembatan tua di daerah bernama gunung dubbs, nah gunung dubbs itu dimana kami aja gak tahu. Cari di GPS kok gak ada, nyari info sana-sini akhirnya nemu, letaknya di dalam komplek pertamina jalan minyak. Oke, kami sudah menemukan petunjuk pertama. Kira-kira kurang lebih sebulan yang lalu, kami pun berkelana mencari gunung dubbs. Begitu ketemu, kok rumah-rumah dengan hutan yang masih terjaga aja yang tampak. Sedang gua nya sendiri tidak terlihat tanda-tandanya, muter sana-sini akhirnya bertemulah kami dengan pos security. Bertanyalah si ayah pada security setempat, dan lagi-lagi dikasih jawaban ngambang. Kalau gua sih belum pernah dengar, kalau yang masuk acara tukul arwana sih ada..namanya pancur. Tapi sebaiknya jangan kesana pak, hati-hati kalau memang pengen kesana karena banyak kejadian tidak mengenakkan di daerah tersebut, kalau kejadian harus dibuangnya jauh-jauh (hmmm, apanya yang dibuang ya?). Baiklah, kami akan hati-hati…dimana letaknya pak? Disana…terus aja, tunjuk security tersebut tanpa mau memberi arah lebih detail…disana itu dimana.

Hadeuh, terus terang kami gak tahu apa dimaksud bapak tersebut dengan masuk acara tukul? Memang acara tukul acara apaan sih? Tapi dari nadanya sih, kayaknya tempatnya angker sampai si bapak tersebut memberi peringatan dan tidak mau memberi arah secara detail. Yah, terus terang saya jadi gak berminat lagi kalau urusannya dengan yang seram-seram, mending nyari yang indah-indah deh…hehe.

Si ayah sih malah tambah penasaran, dan sebel liat istrinya yang penakut mundur teratur… jadi gak berminat mencari gua jepang yang awalnya justru isunya saya yang nyebar..hehe. Mungkin kalau tidak ada krucil sih saya berani maju, tapi mengingat bawa duo krucil …mending mundur teratur aja deh, kok kayaknya tempatnya tersembunyi dan terkesan disembunyikan gitu yang pastinya ada maksud. Mungkin memang angker, jadi sebaiknya gak usah aja deh…(alasan penakut…wkwkwk).

Krucil sih seperti biasa antusias, ayo ayah…bunda kita cari gua nya. Hadeuh anak-anak, kali ini percaya deh sama bunda…mending gak usah deh, kita nyari yang indah-indah aja ya…hehe. Dan kami pun pulang. Tapi ternyata petualangan belum berakhir. Si ayah yang masih penasaran, mencari-cari info sendiri. Dan suatu sore, tiba-tiba pulang telat. Begitu sampai rumah, si ayah cerita…sudah nemu gua yang dicari dan jembatan tuanya. Tempatnya di hutan…dan cerita ditutup dengan kata-kata, gak usahlah kesana. Laa, si ayah aja tiba-tiba ngomong gitu…what happen aya naon taiye…Case closed? Gak juga, cerita masih berlanjut kok…suer…hehe…

Dan percakapan tentang gua pun terhapus dengan sendiri di little house on the praire kami. Tapi, kamis sore kemaren ketika Balikpapan tiba-tiba tampak lengang ditinggal sebagian warganya berlong weekend dan kami akan ke sebuah rumah sakit tapi ternyata dokter-dokternya pun tidak berpraktik. Kami jadi kebingungan, kemana lagi ya kita? Tahu-tahu krucil melihat pelangi didekat tempat parikir dan minta di foto bersama pelangi (tumben-tumbenan kan minta difoto). Setelah difoto, mereka pun merebut HP bundanya pengen melihat hasil foto bersama pelangi, eh terlihat oleh mereka foto ayah bundanya di muara badak..dan terjadilah ” bumi gonjang- ganjing “, duo krucil ngambek karena gak diajak…dasar bocah-bocah petualang, gak mau terlewat satu pun serial petualangan. Dan memang sengaja tidak dimasukkan di blog ini, karena memang itu hanya jalan-jalan ayah bundanya dan memang sejak punya duo krucil jadi terasa hambar kalau jalan cuma berduaan. Itulah sebabnya gak masuk blog, dan bahkan krucil pun tidak tahu.

Mereka minta ke muara badak saat itu juga…hadeuh bocah..bocah. Ntar deh kapan-kapan kita ke sana. Sekarang kita jalan-jalan aja, oke? Karena ada yang ngambek itulah, akhirnya kami jalan gak tentu arah. Yo wes, kita lewat gua jepang aja…kata si ayah akhirnya. Tapi cuma lewat loh ya, gak menjelajah. Begitu sampai di areal hutan, si ayah melambat, menunjukkan jalan setapak ditengah hutan itulah menuju jembatan tua. Ada beberapa jalan kecil yang terlihat di kerimbunan pepohonan. Sedang gua nya sendiri tepat dipinggir jalan yang sudah beberapa kali bolak-balik kami lalui saat mencari gunung dubbs. Guanya kecil dan pintunya tertutup rapat, dan tertutup oleh rerimbunan pohon dan semak sehingga kalau gak pelan-pelan dan jeli, ya memang gak terlihat. Oalah, itu toh tempatnya…gua jepang checklist sudah didatangi eh dilalui…jembatannya si ayah gak mau menunjukkan karena letaknya ditengah hutan itu dengan hawa-hawa dingin gimana gitu…katanya…gak usah aja katanya.

Okelah, yang penting kami akhirnya jadi tahu dimana areal letak gua jepang dan jembatan tuanya. Dan krucil begitu sudah melihat gua jepang, jadi lupa ngambeknya…hehe. Have a nice long weekend everyone🙂


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: