Mengenang Sejarah Melalui Meriam Jepang

20 10 2012


Hari diawali dengan hujan yang tampaknya bakal awet seharian. Bungsu sekolah seperti biasa, sedang sulung mulai merengek-rengek pada ayahnya..”abang bosen dirumah, pengen jalan-jalan”. Maklum, si ayah memang baru pulang tadi malam.

Menjelang siang, cuaca mulai berubah drastis. Hujan mendadak berhenti, dan matahari bersinar cerah ceria (saking panasnya). Baiklah kalau begitu, saatnya jalan-jalan. Tapi kemana lagi? Rasa-rasanya kok semua tempat di Balikpapan sudah kami dikunjungi. Tanya dulu ke mbah gugel (google), dan dijawab ada satu tempat yang kayaknya krucil bakalan senang dan belum kami datangi, yaitu Meriam Jepang.

Menurut mbah gugel sih, letak meriam jepang ini di daerah yang bernama gunung bugis, sebagian menyebutnya juga dengan nama gunung meriam di balikpapan barat. Nah loh, karena semua daerah di balikpapan bernama gunung-gunungan dan juga kami bukan penduduk asli sini, agak bingung juga kalau petunjuknya hanya berdasarkan nama daerah gunung-gunungan begini ini. Di mana sih gunung bugis itu ? Saatnya buka GPS…eh GPS pun bingung, apalagi kami hehe. Akhirnya daripada bengang bengong gak jelas tujuan gini, ayah telp temannya yang asli sini. Setelah dapat petunjuk yang cukup dimengerti, kami pun mengarahkan kendaraan ke ujung balikpapan, kebun sayur terusss sampe hampir mentok, belok kanan. Nah disini bertanya lagi sama penduduk setempat, dan ditunjukkan arah yang dimaksud.

Nanjak terus, dari ketinggian kami bisa melihat laut yang terbentang dan kapal-kapal besar dikejauhan. Indah sih, sayang karena cuaca panas banget, membuat saya jadi malas ngambil foto. Jalannya menanjak dan kecil, serta kanan kiri cukup padat dengan pemukiman. Setelah dua kali lagi bertanya, kemudian sampailah kami di meriam jepang ini. Tempatnya agak tersembunyi sehingga kalau belum pernah kesini memang harus banyak bertanya dulu.

Meriam Jepangnya sendiri tampak cukup terpelihara. Letaknya di areal PDAM yang di pagar dan ada pengumuman besar bertuliskan dilarang masuk selain petugas. Namun karena penduduk sekitar bilang boleh saja masuk, ya kami masuk. Dan yang paling antusias siapa lagi kalau bukan sulung saya yang suka banget nih segala hal yang berhubungan dengan sejarah dan begini ini…peninggalan-peninggalan bersejarah.


Actions

Information

One response

21 10 2013
rusliansyah

dahulu., pertengahan thn 80’an. meriam yg ada di kp baru tsb ada 3 unit., yg satu unit berukuran besar dn berbentuk meriam kubah.
skrg meriam yg berbentuk kubah tsb tdk ada. yag ada hanya dua meriam pendamping saja.
..dimanakah meriam tsb keberadaanya..????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: