Tugu Perdamaian yang Terkucilkan

6 10 2012


Sudah lama saya liat penunjuk arah bertuliskan cagar budaya di pojok terpencil yang tertutup oleh dahan dan daun pepohonan di dekat cikal bakal jalan tol Balikpapan-Samarinda. Tapi karena berbagai hal, jadi tidak sempat-sempat juga kami memuaskan keingintahuan ttg cagar budaya apa gerangan yang tersembunyi di daerah tersebut.

Sejak kemaren sih si ayah sudah dapat panggilan melaut lagi,diperkirakan antara Jumat atau Sabtu…karena tidak tahu pastinya kapan, ya jadi harus stand by di tempat. Untungnya menjelang siang, telp yang ditunggu itupun datang. Dibatalkan…yippie, duo krucil langsung histeris senang. Maklum, si ayah belakangan ini memang jarang-jarang ada dirumah saat weekend. Kata si bungsu sih, adek bengang bengong kalo ayah kerja…maksudnya dia bete kalo ayahnya kerja saat weekend karena teman bermainnya biasanya jalan bersama orang tua mereka, sedang krucil dirumah aja. Mau main…teman mainnya pada jalan…kesian. Dan kalo ada ayah seperti bisa ditebak…jalan-jalan pastinya dong…

Tapi kemana yah? Yak, saatnya menjawab berbagai pertanyaan yang berkecambuk (halah bahasanya…hehe) di benak kami tentang misteri yang tersembunyi dibalik penunjuk arah kecil bertuliskan cagar budaya yang kadang kami lihat. Letaknya sih tidak jauh dari hiruk pikuk alat-alat berat yang sedang mengerjakan proyek jalan tol dan jalan menuju pelabuhan peti kemas.

Masuk ke dalam pagar yang tampaknya sih merupakan areal rumah warga, jalan masuk kira-kira 50m agak masih hutan walau di luar pagar adalah jalan raya yang hiruk pikuk dengan bunyi kendaraan serta lokasinya juga dekat dengan proyek jalan tol, tapi begitu masuk dalam wilayah ini kami seperti memasuki dunia yang berbeda. Sunyi, penuh pepohonan, sendirian (eh berempat deng..hehe)..mirip seperti Alice in the wonderland…ya kurang lebihlah, maksudnya perasaannya sama, memasuki dunia asing, terkucilkan ditengah hiruk pikuk keramaian, atau bahasa kerennya teralienasikan.

Seru sih, kami suka…ada pohon belinjo lagi yang banyak buahnya. Sayang tinggi, kalo gak tinggi bisa-bisa saya panjat deh buat nyari buahnya dan daunnya…lumayan bikin sayur asem dirumah hehe. Dan jeng-jeng…sampailah kami di semacam aula yang ditengah-tengahnya terdapat sebuah tugu berwarna biru bertuliskan tulisan jepang dan keterangan tugu perdamaian. Jalan sedikit lagi, ada lagi tugu berwarna putih. Dan that’s it…hanya itu memang…gak jelas juga saya kenapa tugunya ada ditengah hutan begitu, dan terkesan terbengkalai dan terkucilkan ditengah hiruk pikuk dunia luar. Yang penting kami jadi tidak bertanya-tanya lagi tentang cagar budaya apa gerangan ditempat tersebut…dan krucil jadi tahu, bahwa jepang pernah menjajah indonesia walau sebentar. Cuma agak susah juga menjawab pertanyaan si sulung, kenapa sih orang suka berperang…yak, benar bang…Damai itu lebih baik dan indah deh, peace😀


Actions

Information

2 responses

19 10 2012
Zian X-Fly

izin memuat postingan ini untuk halaman Media Blogger di Koran Media Kalimantan edisi 21 Oktober 2012🙂

19 10 2012
advanture

Boleh kok, memang blog ini untuk berbagi pengalaman dengan pembaca. Tapi sumbernya dicantumkan ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: