Bertakbiran di Gedung Sate

22 08 2012

20120822-160859.jpg

Gedung sate pada tahu dong, iconnya kota Bandung. Bangunannya sih biasa aja, cuma ujung atapnya yang menyerupai tusuk sate. Dulu saya pernah job training nih disini, malah saya sempat ke museum paling atas yang dekat tusuk sate itu loh…itu museum tertutup untuk umum…halah sombong lagi…pletak lempar sendal jepit, gedubrak bunyi jatuh pingsan ketimpuk sendal jepit hehe..

Eh di dekat gedung sate ini ada juga museum geologi loh, nah di museum geologi ini ada tulang dinosaurus…pengen deh ngajak krucil kesini, apalagi sulung saya kan penggemar museum. Sayangnya saat kami berkunjung ternyata museumnya tutup dari tgl 17 – 24 agust…hiks sayang sekali, padahal mereka antusias sekali ketika mendengar cerita saya ttg museum geologi ini. Next time deh kita berkunjung kesini lagi anak-anak..

Kembali ke cerita, nah berhubung mobil rental yang sudah kami pesan ternyata tidak menepati janjinya untuk menyimpankan sebuah mobil untuk kami jadilah selama di Bandung kami seringnya berangkot mania, naik angkot kemana-mana. Usai berbelanja-belanji di PVJ (Paris Van Java), kami pun naik angkot pulang. Tapi karena malam takbiran, macet dimana-mana…jangankan malam takbiran hari biasa aja macet (beda deh Bandung sekarang…), akibatnya bisa ditebak…kami terjebak macet di depan gedung sate. Kebetulan pula kami memang akan berganti angkutan lain sehingga kami memutuskan turun di gasibu depan gedung sate.

Dan alhamdulillah…ternyata disitulah warga Bandung banyak berkumpul merayakan malam kemenangan. Mereka bertakbiran keliling, dan menyalakan kembang api dengan gasibu sebagai sentral (pusat)nya. Senang dong kami, kesempatan nih melihat kegiatan warga Bandung di malam takbiran…krucil saya lebih senang lagi melihat kembang api dinyalakan disana-sini. Perasaan saya campur aduk, ya senang karena ramai serta krucil juga senang. Ya penasaran pengen tahu ada apa sih dibalik keramaian itu, ya haru juga mendengar banyak orang takbiran…Allahu Akbar…Allah Maha Besar, tidak terasa Ramadhan sudah berlalu lagi. Inilah pengalaman pertama saya bertakbiran di jalan, di depan gedung sate lagi ditemani ribuan orang yang tumpah ruah plus diterangi oleh kerlip kembang api.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: