Kedinginan di Kawah Putih

21 08 2012


Setelah makan malam yang sangat amat menyenangkan di kampung daun, malam itu kami memutuskan besok harinya kami ke Kawah Putih di Ciwidey. Dengan pertimbangan jika keesokan hari baru akan naik ke atas…kemungkinan besar akan terjebak macet. Malam itu kami mengarahkan kendaraan ke arah ciwidey…oh ya, ciwidey ini arahnya bertolak belakang dengan lembang. Jika lembang terletak di bandung utara, maka jalan ke ciwidey di selatannya bandung. Kami akan menginap malam itu di ciwidey mengejar waktu, agar subuh minimal pagi sudah bisa naik ke kawah putih, maklum jelang libur panjang gini biasanya tempat wisata ramai diserbu turis dadakan.

Di daerah ciwidey banyak penginapan dengan berbagai jenis fasilitas dan harga yang berbeda. Kami ketika itu menginap disebuah penginapan sederhana, tak perlu pakai AC…udaranya sudah duinginnya poll..hehe. Namanya hotel abang, terletak di jalan raya ciwidey. Malamnya kami tidur nyenyak banget…ya karena lelah, juga karena udaranya yang sejuk.

Keesokannya, pagi-pagi krucil bangun…langsung ganti baju aja, gak pake mandi..dingin euy…hehe. Mari naik ke atas…naik terus nanjak dan sepanjang perjalanan terlihat pemandangan berbagai kebun sayur & buah, terutama yang dominan sih kebun strawberry. Malah agak diatas, saya melihat ada penginapan strawberry dengan halaman yang dipenuhi oleh kebun strawberry..wow seru kayaknya nginap disini. Kemudian tet tet…sampai di gerbang kawah putih. Hanya ada sebuah kendaraan di depan kami yang juga ngantri nunggu loket karcis dibuka. Ternyata petugasnya belum datang, ketika itu jam menunjukkan pukul 7 pagi…masih pagi..hehe. Untungnya ada petugas tidak jauh dari loket, sehingga pembayaran dilakukan dengan manual..karcis masuk hanya pakai kertas yang ditulis tangan. Tiket masuk lumayan mahal…sekitar 200 rb.. kalo gak salah, lupa lagi saya. Yang mahal sih ongkos masuk mobilnya, kalau gak salah 150rb untuk mobil, sedangkan untuk tiket perorangan cukup murah. Kalau saya masih mahasiswa sih, mungkin saya naruh mobil di bawah aja, terus jalan kaki mendaki gunung atau naik kendaraan umum khusus ke kawah putih aja, lebih hemat hehe..(dasar otak backpacker).

Naik keatas seru dong…di dalam mobil saja dinginnya mulai terasa, apalagi saat mulai tiba di parkiran mobil. Turun mobil…wuih…dingin banget, sampai gemeletuk gigi rasanya. Si sulung langsung minta pakai jaket, tapi yang bungsu tahan…dia bersikeras gak mau pakai jaket. Kami hanya berempat di kawah putih ketika itu, selain kami hanya ada penjaga & penjual belerang. Jadi enak banget sebenarnya kalo mau nyari-nyari lokasi berfoto yang strategis, gak perlu sesak-sesakkan dengan orang lain hehe. Sayangnya sulung saya gak tahan dengan bau belerangnya, dia langsung ngedumel..bau apa nih? ayo cepat pulang..bau…halah, gimana sih bang. Kalo naik gunung ya bau begini ini biasa, tapi ya sudahlah…karena krucil ternyata gak begitu suka dengan baunya, kami pun tidak berlama-lama disini. Tepat ketika kami melangkah ke parkiran, serombongan turis mulai berdatangan…yes, tepat waktu. Untung saja kami nginap di ciwidey malam sebelumnya sehingga bisa naik kawah putih pagi sekali, kalo gak ya bisa kena macet dijalan dan yang paling tidak kami sukai, tempat wisata yang crowded…penuh orang, kami gak bisa menikmati tempat wisata kalo penuh orang.

Let’s go kids…situ patenggangan masih menanti…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: