Berkelana Bersama Duo Krucil di Kota Tanjung

6 07 2012


Berkunjung ke kota lain tapi ngedon di rumah aja? Bukan gue banget (kalo bahasa gaul anak muda sekarang). Berkunjung ke kota lain ya saatnya ngulik-ngulik dong, mengeksplore kota, berwisata kuliner, jalan-jalan dsb. Itu sebabnya, saya gak betah banget ngedon dirumah doang walau duo krucil langsung dapat teman bermain di rumah. Kalo cuma di rumah sih, mending di Balikpapan..home sweet home..hehe..

Setelah seharian tidak bisa bepergian kemana-mana karena uci tampak waspada ketika si bunda (saya) minta kunci mobil. Maklum dimata ibu saya, saya supir spesialis jalan datar dan sepi…jadi beliau selalu waspada kalau anaknya mau nyetir mobil di jalan raya terlebih bawa cucu tersayang. Mau jalan nebeng sepupu pakai motor, kalau meminjam istilah seorang pelawak merupakan hil yang mustahal, karena belum apa-apa duo krucil nangis minta ikut. Kalo ikutan, mau naruh duo krucil dimana? masa iya di stang..hehe..Jadi terpaksalah dari pagi-siang stei et hom (stay at home).

Menjelang sore cuaca bersahabat, duo krucil juga sudah mandi. Jadi ada alasan nih jalan-jalan sore bersama duo krucil, saatnya berkelana menjelajah Tanjung..yippie.. Untungnya duo krucil memang sudah kami (saya & si ayah) didik untuk menjadi generasi penerus backpacker Indonesia…halah…maksudnya sudah kami latih supaya tahan mental berpetualang bersakit-sakitan (jalan kaki jauh, naik kendaraan umum, hotel kelas teri, dan fasilitas minim lainnya, yang penting kan bisa melihat bahwa dunia itu luas dan indah serta bisa dinikmati siapapun dalam kondisi apapun). Jadilah walau ijin berkendara tidak turun, kami bisa jalan kaki…hehe…

Dan untungnya lagi, rumah masa kecil papa (kai) tidak jauh dari pusat kota, yah paling 2 km aja. Berjalan kaki pun bisa sampai asal betah jalan kaki aja…hehe..Maka dengan formasi si bunda paling ujung dekat jalan, si bungsu di tengah dan si sulung ujung dalam..kami bertiga pun jalan kaki menikmati kota Tanjung. Pertama-tama yang saya cari apalagi kalau bukan ATM, kayaknya hati tenang deh kalau ada cukup duit di dompet…mau belanja pun jadi gampang (ya iyalah…hehe).

Setelah ada suntikan dana segar yang baru diambil di ATM, kami pun menyeberang ke depan ATM yang terletak tepat di seberang Taman Kota Tanjung. Duo krucil sih langsung heboh melihat aneka permainan anak yang tersedia di taman kota ini, ada ayunan, sliding (perosotan), jungkat-jungkit, dan panjat tali. Duo krucil senang, si bunda pun hepi…alhamdulillah krucil terbiasa ikutan emak babenya backpackeran, main yang gratisan atau murahan pun tetap hepi…wkwkwk. Sepupu saya bertanya, kok saya mau membawa krucil ke tempat main murahan (alias gratisan)..prinsip saya sih, mau mahal kek atau murah kek, sama-sama permainan…jadi selama krucil hepi, gak masalah. Lah, mereka senang terhadap apapun kok, jadi kalau ada yang murah ngapain nyari yang mahal…kan lumayan irit, uangnya bisa ditabung untuk next adventure…wkwkwk..

Selama di taman kota, krucil sibuk mengeksplore berbagai permainan gratisan yang ada di taman kota. Bunda pun betah mengabadikan krucil, yang membuat si abang ngedumel “bunda nih ya…sibuk foto-foto terus” (jawab : “yaiyalah, kan kenang-kenangan untuk kalian, juga untuk ditunjukin ke ayah..kan ayah kasian gak ikut…hehe…). Setelah puas bermain di taman kota, kami pun nyeberang lagi…tepat di seberang taman ada air mancur. Foto-foto krucil lagi dong pastinya. Setelah itu baru nyeberang lagi (kok nyeberang-nyeberang terus yah ceritanya, iya soalnya bentuknya mirip lingkaran gitu deh..) ke pasar kota Tanjung.

Di pasar kota ini, ya ampyun…seumur-umur baru kali ini melihat pasar semacet dan seramai itu. Penuh banget dengan kendaraan, manusia yang berjubel, dan penuh sesak dengan pedagang. Sudah sore kok pasar malah ramai? Ternyata oh ternyata, saya baru ngeh…hari itu puasa nisfu sya’ban. Malam sebelumnya langgar depan rumah juga penuh dengan orang yang sholat sunat malam nisfu. Nah ini belum seberapa kata sepupu saya ketika saya ceritakan pengalaman kami di pasar, katanya bulan Ramadhan jauh lebih ramai lagi. Kebayang kan kalo puasa sunat nisfu aja begitu ramai dengan orang yang mencari bukaan (makanan) untuk berbuka puasa, apalagi Ramadhan?

Ini artinya apa? artinya bahwa di Kalsel terutama Tanjung, masyarakat sangat agamis sekali. Ini mengingatkan kenangan saya waktu kecil ketika nenek saya masih ada dan Tanjung masih kota sangat kecil. Ketika itu, Ramadhan di Tanjung lebih terasa khusyu karena dimana-mana terdengar suara orang mengaji, atau kentongan saat membangunkan sahur, atau berjalan kaki keliling kampung membawa obor sambil takbiran. Walau Tanjung sekarang berkembang pesat dan jadi kota besar (satu-satunya kabupaten di Indonesia yang ada hotel berbintang (Aston)), tapi kegiatan keagamaan masih kental dipegang teguh masyarakat…semoga tidak pernah luntur, amin.

Kembali ke cerita, agak susah juga memaksakan diri berjejal-jejalan masuk pasar terlebih bawa dua anak kecil. Takut kenapa-kenapa dengan duo krucil, saya memutuskan putar arah…balik grak, waktunya pulang aja deh apalagi hari juga sudah terlampau sore, pasti krucil dicari uci kai. Saya hanya sempat membeli kue khas bingka telur di dekat pintu masuk pasar saja. Sesampai di rumah, krucil memang sudah dicari uci kainya, plus teman-temannya..duh baru juga kenal sehari sudah klop aja…hehe.

Dan misi berhasil, membawa krucil berkelana melihat kota Tanjung ternyata bisa. Tidak satu pun dari mereka mengeluh walau harus jalan kaki pergi-pulang. Biasanya selama ini kalau berkelana jalan kaki jauh selalu ada ayah sehingga kalau ada yang capek minta gendong ada yang bisa gendong. Tapi kali ini krucil tidak ada yang rewel malah senang sekali. Wah kalau kayak gini sih, kapan-kapan kita bisa liburan bertiga saja kalau ayah sibuk nih…^_^


Actions

Information

2 responses

8 07 2012
Lomar Dasika

Kota Tanjung tuh kalau nggak salah ada Aston bukan? hehehe. ini ibukota dari Kabupaten Tabalong yak bu?

anyway, ralat dikit hihihi…puasa sunah kali ya, bukan sunat :p

9 07 2012
advanture

Yup ibukotanya kabupaten Tabalong. Kalau setahu saya sih, dibuku-buku pelajaran agama disebut sunat (yaitu sebuah amalan yang bila dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak apa-apa) tapi ada juga sebagian yang nyebutnya sunah…kayaknya gimana enaknya nyebutin dilidah masing2 aja hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: