Perjalanan 3 Propinsi

4 07 2012

20120704-113056.jpg

Dari Balikpapan (Kaltim) Menuju Tanjung (Kalsel)

Suatu hari, disubuh akhir bulan Juni, berangkatlah kami (Uci, kai, saya & duo krucil saya tentunya) dari rumah mungil kami di Balikpapan (Kaltim) menuju Tanjung (Kalsel). Ayah terpaksa tidak ikutan karena akan berangkat ke Selat Madura dan baru kali ini dalam sejarah advanture blog kami berpetualang tidak komplit. Terus, kenapa harus berangkat subuh? Ini sih alasannya karena uci termakan isu tidak bertanggung jawab yang mengatakan antrian fery di Kariangau mencapai 7 km, malahan ada yang sampai nunggu 2 hari baru bisa menyebrang. Selain itu juga agar tidak kemalaman dijalan. Jadilah dengan masih mengenakan piyama..krucil diangkut ke mobil.

Sesampai dipelabuhan seperti bisa diduga, isu ya cuma isu..alias gak bisa dipercaya. Pelabuhan fery kariangau nyaris kosong, hanya ada 9 kendaraan yg juga sedang menunggu kapal fery merapat.

Kami (advanture’s blog team) sudah mencoba berbagai jenis fery, tapi baru kali kami menaiki kapal fery yang lumayan keren. Keren disini maksudnya adalah lumayan besar, bersih (kecuali toiletnya yg super kotor) dan lumayan canggih..maklum kayaknya kapal ini hibah dari jepang karena semua tulisan dikapal ditulis dalam huruf kanji /katagana jepang. Entah karena “bekas” atau karena terlalu canggih makanya toiletnya kotor (bingung nyiramnya kali…hehe).

Kapal ini sih lumayan cepat tapi seperti yang sudah-sudah, nunggu giliran bersandarnya yang lama. Ada mungkin 1-1,5jam kami menunggu giliran bersandar. Walau kapal banyak tapi kalau tempat berlabuhnya cuma satu ya begitulah yang terjadi. Duh sudah bertahun-tahun begini, kenapa juga gak ditambah-tambah ya tempat berlabuhnya?

Dan begitu kapal bersandar, meluncurlah kami melalui berbagai desa, kota, kecamatan maupun kabupaten di Kaltim. Sempat berhenti di beberapa tempat untuk makan, sholat ataupun hanya sekedar meregangkan tubuh, seperti di waru, gunung rambutan, muara komam, dsb. Jalan di Kaltim menuju perbatasan rusak namun masih bisa dilalui, sedang memasuki Kalsel jalan mulus. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan menuju Tanjung ini. Kecuali antrian di SPBU Mabu’un yang tidak seberapa panjang tapi membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai giliran kami karena ternyata mobil yang ngantri kebanyakan mengisi bensin abnormal, melebihi kapasitas tangki bensin. Dan menjelang magrib sampailah kami di rumah waktu kecil papa saya di Tanjung. Wrap up, jelajah Kaltim pun berakhir. Saatnya beristirahat..next day, perjalanan masih berlanjut.

Dari Tanjung Menuju Banjarmasin (Kalsel)

Setelah istirahat semalam di Tanjung, keesokan paginya saya berniat berwisata kuliner di Tanjung. Sudah dari awal memang diniatkan, beli sate itik wajib hukumnya bagi kami jika ke Kalsel… ternyata sate itik hanya ada saat hari pasar (Sabtu-Minggu), sedang penjual sate sebelah rumah sudah tidak berjualan lagi. Yah gagal deh makan sate itik. Siangnya setelah segala urusan di Tanjung beres, dan setelah cukup beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, ibukota Kalimantan Selatan.

Berbeda dengan beberapa kali pengalaman kami saat jalan sama ayah, selama perjalanan kali ini tidak banyak yang bisa diceritakan. Biasanya bila saat musim buah, sepanjang jalan Tanjung – Banjarmasin penuh dengan berbagai buah unik dan menarik serta pohon rambutan yang berwarna merah ceria menyemarakkan pemandangan sepanjang jalan. Sungguh pemandangan yang menarik. Sayangnya kali ini tidak musim buah sehingga pemandangan sepanjang jalan hanya disemarakkan dengan penjual makanan khas masing-masing daerah, seperti Barabai dengan penjual sate itik, Kandangan dengan ketupat dan dodol kandangan, Martapura dengan bolu gulungnya atau toko-toko cenderamata berupa perhiasan-perhiasan dari batu maupun intannya yang terkenal.

Didaerah bernama Barabai, lebih tepatnya Pantai Hambawang (Angkinang) kami berhenti untuk makan sate itik. Yippie…akhirnya kesampaian juga makan sate itik…puas banget..hehe. Maklum kami sekeluarga penggemar sate itik sejati…:D Papa saya orang Banjar asli, namun sudah lama tidak jalan darat jika ke Kalsel, jadilah beliau sedikit ragu ketika saya informasikan bahwa daerah Barabai menuju Kandangan banyak penjual sate itik, karena dulu setahu beliau penjual sate itik ya di Tanjung tok. Tapi karena tahu si anak tomboynya petualang dan sudah beberapa kali melalui jalan ini, beliau jadi percaya juga.

Singkat cerita, walau sempat dua kali nyasar salah arah karena kai salah liat petunjuk jalan, sampailah kami di Banjarmasin sekitar jam 6 sore (menjelang magrib). Saatnya beristirahat..next day perjalanan masih berlanjut.

Dari Banjarmasin Menuju Kuala Kapuas (Kalteng)

Sekitar jam 10 pagi, ditemani oleh terik mentari, kai (papa saya) mengajak kami ke Kapuas. Perjalanan kali ini memang diniatkan kai untuk jiarah ke makam kakek dan nenek saya. Jika makam nenek ada di Tanjung, makam kakek ada di kuala kapuas, lebih tepatnya di daerah bernama sei tetes. Sudah lama kai tidak bisa jiarah ke makam kakek, sehingga beliau juga sudah lupa lagi dimana letaknya.

Tapi uci kali ini tidak ikutan karena istirahat di Banjarmasin dulu sebelum kembali ke Tanjung keesokan harinya. Jadilah perjalanan ini hanya berisi sesi petualangan kami berserta kai. Di daerah bernama Anjir (Kalsel), jalan rusak walau masih bisa dilalui. Namun jalan rusak ini lumayan panjang sehingga kendaraan tidak bisa dipacu cepat. Akibatnya walau jarak tempuh Banjarmasin – Kapuas hanya sekitar 52-an Kilometer, namun dengan jalan rusak yang menghambat laju kendaraan ditempuh dalam waktu yang lumayan lama.

Memasuki wilayah Kalteng, jalan menjadi mulus. Pemandangan berganti hijau royo-royo plus sembulan kuning keemasan disana-sini oleh padi yang menguning siap panen. Sebenarnya daerah Anjir juga dipenuhi oleh areal persawahan, namun karena jalan rusak dan debu berterbangan sana-sini, agak susah juga menikmati pemandangan. Di daerah Anjir ini, banyak sekali penjual beras hanyar (baru dalam bahasa Banjar). Beras ini adalah beras yang baru saja dipanen dari sawah-sawah di kanan-kiri jalan. Herannya, walau memasuki wilayah Kalteng, kanan kiri jalan penuh oleh areal persawahan sejauh mata memandang (bahkan didaerah Sei Tetes, taman makam pahlawannya pun dipenuhi sawah), tidak terlihat penjual beras dipinggir jalan. Bahkan sawah-sawah yang dipenuhi padi berwarna kuning keemasan yang sudah merunduk penuh berisi butiran beras dan siap panen jarang terlihat petani sedang memanen. Hal ini membuat kami mengambil kesimpulan semena-mena, mungkin petaninya kurang tenaga untuk memanen areal seluas itu..hehe..

Dan entah karena sugesti saja, atau perasaan saya aja, atau memang begitu kenyataannya, saya merasa tiap memasuki wilayah propinsi yang berbeda, berbeda pula pemandangan dan jenis tumbuhan atau vegetasinya. Sehingga pemandangan yang terhampar di mata kami sungguh terasa ajaib bagi kami (terutama bagi saya). Alhamdulillah…dunia itu indah banget daah…

Menjelang jam 13.00 kami memasuki kuala kapuas disambut oleh guyuran hujan deras. Makan siang dan istirahat sejenak meluruskan badan sembari menunggu hujan sedikit reda, kami pun melanjutkan perjalan ke Sei Tetes, Kapuas (Kalteng). Lagi-lagi disuguhi pemandangan hijau royo-royo. Kai beberapa kali berhenti untuk bertanya pada penduduk setempat, akhirnya kami sampai juga. Sei tetes adalah daerah pemukiman kecil yang berada tepat dipinggir sungai tetes. Setelah jiarah dan bertemu beberapa kerabat, kami pun kembali ke Banjarmasin sambil membeli beras hanyar. Jam 17.30 kami pun sampai kembali di Banjarmasin…ah lelah, tapi senang banget..yippie, kesampaian juga ke Kalteng walau hanya baru sampai Kapuas. Sudah lama saya dan si ayah merencanakan lintas Borneo (termasuk ke Kalteng ini) namun karena kesibukan dan waktu cuti yang terbatas padahal waktu yang dibutuhkan lintas Borneo (4 propinsi) minimal 2 minggu kalau pengen puas, jadilah gagal deui..gagal deui. Setidaknya saya jadi tahu kondisi jalan serta tahu arah mana yang harus diambil jika hendak ke Kalteng. Sekarang tinggal perjalanan pulang aja lagi, mengambil jalur seperti saat pergi, serta beristirahat sehari di Tanjung. Pulang nanti, tinggal ngurus cucian yang numpuk nih…hehe..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: