Bintang Walk, Kuala Lumpur

15 02 2012


Bintang walk ini banyak diibaratkan orang seperti Orchad Roadnya Singapore, tapi karena saya belum pernah ke Singapore, mungkin saya analogikan dengan Legiannya Bali, atau Malioboronya Jogya…ya semacam gitulah. Pusatnya turis, pusatnya belanja, tempat nongkrong dan cafe serta crowded.

Suatu ketika, kami ngobrol-ngobrol dengan orang Malaysia. Dia berkata, hampir semua orang Indonesia yang dikenalnya nginapnya ya di bukit bintang. Turis hanya tahu bukit bintang saje karena promo melalui internet, yang mereka tahu akhirnya ya cuma itu..bukit bintang atau bintang walk saje, kata kenalan tersebut.

Padahal jika mau, masih banyak tempat nginap dan belanja yang jauh lebih murah daripada bintang walk. Bagai efek domino, karena promo gencarnya sehingga bukit bintang menjadi terkenal seantero dunia, akibatnya turis banyak datang kesini, efeknya harga pun menjulang. Dia mengibaratkan kain yang sama, ada yang dijual di lapak, ada ditengah, ada yang dikaca. Nah, bukit bintang ini kain dalam kaca itulah..hehe..ngerti? Kalo gak ngerti, pikirin sendiri ya artinya.

Dan memang benar adanya, jika anda mau search atau browsing, di internet pun banyak info mengenai tempat belanja dan penginapan murah diluar bintang walk. Kalau kata kenalan orang Malaysia sih, daerah tuaku Abdul Rahman atau kampung baru, banyak tempat makan, belanja dan penginapan yang murah. Orang Malaysia tak ada yang belanja di bintang walk, hanya turis sajelah itu. Bahkan, kalo mau lebih murah lagi cari orang Indonesia yang tinggal di KL dan menyewakan condo, kamar, atau rumahnya. Atau kalo mau ala backpacker sih, suatu ketika saat jalan-jalan di chinatown, tepat di seberang bus stop bis HoHo saya melihat “backpacker inn” (penginapan untuk para backpacker). Kalau cari nyaman sih, ya di bintang walk tempatnya. Dan seperti hukum ekonomi, ada rupa ada harga..hehe.

Tapi untuk para petualang sih, supaya lebih mengenal adat budaya disini, saya sarankan sih lebih baik pilih ya kampung baru atau tuanku Abdul Rahman itulah. Kenapa? karena konon katanya, ya disitulah orang Malaysia kalau berbelanja atau makan. Kalau makan di daerah turis sih pastinya rasa makanannya standard international, dan harganya pun standard turis..hehe. Jadi pilihan saya serahkan pada selera anda..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: