Panen Rambutan di Ambalat

14 01 2012


Weekend yang cerah setelah semingguan ini di Balikpapan basah diguyur hujan yang bikin udara lebih sejuk dari biasanya. Udara yang hangat ditambah ayah yang tumben-tumbenan gak on duty dihari weekend dimanfaatkan duo krucil untuk menagih jalan-jalan ke pantai. Maklum anak pantai, pecinta pantai sejati hehe..

Segera saja, setelah si bungsu pulang sekolah, si bu’ung diarahkan ke ambalat, pantai terdekat yang relative masih sepi di banding pantai-pantai lainnya. Dan eng ing eng…sepanjang jalan kami menjumpai pohon-pohon rambutan yang lebat berbuah berwarna merah cerah di halaman rumah dan kebun penduduk. Sebagian di jual di depan rumah oleh penduduk, tapi sebagian besar, pohon dibiarkan lebat berbuah tanpa ada tanda-tanda ada yang berniat memanennya. Ahh..sungguh surganya buah di daerah solok api dan ambarawang laut yang merupakan daerah dimana Ambalat berada.

Yippie..saatnya panen rambutan. Maksudnya panen bukan karena kami pemilik kebun, tapi karena dimana-mana banyak rambutan jadi serasa panen sendiri hehe. Pastinya menyenangkan membeli rambutan yang baru dipetik dari pohonnya, dan pastinya juga harganya jauh lebih miring dong dibanding beli dari tangan kedua, ketiga atau ke empat.

Sebenarnya selain rambutan, yang terlihat semarak oleh buah juga pohon cempedak, dan durian. Tapi karena kami malas makan cempedak yang banyak getahnya, juga mulai menjaga diri dari kolestrol-kolestrolan sehingga durian termasuk dalam daftar buah yang mulai dijauhi. Jadilah pilihan jatuh pada rambutan.

Dan benar saja, ketika bertanya pada penduduk, harganya miring banget dibanding di daerah lain apalagi di pasar yang terletak di pusat kota Balikpapan. Harganya seribu rupiah perikat kecil, padahal dipusat kota harganya mencapai 5-8rb/ikat kecil. Lumayan buat bekal di pantai, ada yang manis-manis berair menyegarkan untuk melepas dahaga di cuaca yang terik.

Di pantai, ritual seperti biasa pun dilakukan masing-masing anggota team, ayah sibuk mendirikan tenda agar bisa tidur didalamnya. Krucil sibuk main pasir dan mencari kelomang, si bunda sibuk foto-foto. Puas bermain di pantai, kami tidak langsung pulang. Tapi melaju lebih ke dalam, ke arah perkebunan penduduk.. saatnya berburu rambutan lagi langsung dari kebun, panen rambutan..yeay..Dan mendapat setandon besar rambutan hanya dengan 18rb saja..yippie. Semua senang sembari mulut sibuk ngunyah rambutan. Kata si sulung : “ini hari istimewa, kita pesta rambutan” hehe😀


Actions

Information

2 responses

17 01 2012
Lomar Dasika

sama jeung, musimnya sama yah? disini juga lagi panen raya rambutan. rata2 dijual 3 ikat rp. 10.000. bahkan ada yg banting harga rp 10.000/4 ikat. kalau yang kualitas super sih 8000 seikat, namun yang 3 ikat 10.000 tuh juga lumayan banged koq😀

18 01 2012
advanture

kalo bagi diriku semua rambutan mah sama wae, kan sama-sama rasa rambutan juga…hehe…musim buah paling senang deh, soalnya dimana-mana bertebaran, andai punya kebun sih pengen banget tuh ditanamin rambutan, durian, langsat, lai, jeruk, buah naga, semua buah deh jadi tiap bulan bisa puas banget makan buah, gratis lagi… hehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: