Pasar Terapung Alala, Banjarmasin

21 11 2011


Tahu Iklan RCTI dahulu kala kan, yang ada nenek-nenek naik perahu berisi barang dagangan, terus jempolnya keatas lalu muncul suara background…RCTI oke?

Katanya sih belum ke Banjar kalo belum ke pasar terapung. Sudah sejak 8 tahun lalu tuh saat kami ke banjar, kami ngebet banget liat pasar terapung. Tapi karena gak tahu jalannya, jadi seperti biasa…nyasar deui, kami nyasar entah kemana. Nah, rupanya kali ini kami dapat kesempatan lagi ke banjar, dan tanpa di sangka-sangka, sepupu-sepupu saya juga pengen kesini. Jadilah, subuh-subuh di hari H akad, kami kasak-kusuk menyempatkan diri ke pasar terapung. Mumpung ada guidenya nih hehe.

Setahu saya sih, pasar terapung itu yang terkenal ya Lok Baintan. Dan saya kira pasar terapung tuh cuman satu, ya itu Lok Baintan itu. Tapi ternyata ada beberapa pasar terapung, salah satunya pasar terapung Alala ini. Sedangkan pasar terapung Lok Baintan agak jauh letaknya dan katanya sih pasar terapung terbesarnya, yang paling rame (info di dapat dari tukang perahu).

Subuh-subuh, kami berangkat ke jalan pangeran, jalan ini letaknya persis di pinggir sungai. Saat tiba dijalan ini, kendaraan bergerak sangat pelan sambil mata memandang sungai disebelah kiri, dibelakang rumah-rumah penduduk. Awalnya, saya kira ya pasarnya letaknya di sungai itu, dibelakang rumah penduduk. Ternyata bukan itu maksud kendaraan bergerak pelan. Maksudnya ialah mencari perahu yang dapat mengantar kami ke pasar terapung.

Benar saja, tak berapa lama, kendaraan di stop beberapa orang yang menawarkan perahu menuju pasar. Oalah…gitu toh, tak kirain…hehe. Setelah kendaraan di parkir, kami diajak menuju tambatan perahu. Karena lugu, kami langsung naik tanpa menanya harga atau tawar menawar harga dulu. Katanya sih paling mahal 150rb perperahu, tapi mungkin harga sudah naik, kami dapat harga 200rb perperahu.

Perahu atau dikenal dengan ketinting melaju dibelakang rumah-rumah penduduk. Selama itu yang kami lihat ya aktivitas bersih-bersih warga, ada yg sedang mandi, cuci mencuci, dan sebagainya. Uniknya, toko-toko, atau warungnya menghadap ke sungai ini, sehingga kami beberapa kali melihat warung, atau bengkel atau penjual-penjual lainnya. Bahkan suatu ketika kami melihat beberapa makam terapung, letaknya diatas batang-batang kayu yg terapung-apung diatas sungai. Apakah itu makam, atau cuma penjual batu nisan, entahlah. Kami sih cenderung memilih kemungkinan yg terakhir. Beberapa kali pula kami melihat perahu hilir mudik yg mengangkut berbagai jenis barang dan buah.

Kemudian, perahu mengarah ke sungai yang lebih besar(kemungkinan barito), dan beberapa saat kemudian perahu melambat. Dan di depan kami terlihatlah kesibukan berbagai perahu, beberapa segera menempelkan badannya ke arah perahu kami menawarkan aneka buah. Sayangnya perahu yang berjualan terlihat sedikit, malah perahu wisatawan yg terlihat lebih banyak. Dan barang yg dijual juga sayur mayur, buah saja, tidak terlihat pedagang kue atau wadai seperti yg terlihat di tv-tv. Dan terlihat sebuah warung makan terapung yg menjual makanan seperti sop, soto,rawon, masak habang, dsb.

Setelah puas foto-foto, dan menikmati pemandangan langka ini, perahu kami pun menambatkan diri pada perahu penjual makanan tersebut. Setelah kami mendekat, ternyata iklan besar diatas perahunya tidak semuanya tersedia. Saat itu mereka hanya menjual soto, sop dan rawon. Apa bedanya soto dan sop? Bedanya jika soto pake ketupat, sop pake nasi.

Hey, kita kan sedang berada di banjarmasin. Gak sah dong kalo makan rawon, jadi semua pesan soto banjar. Pagi-pagi makan soto hangat, langsung diatas perahu…rasanya? Nikmat. Entah karena enak beneran, atau cuma karena kelaparan, atau karena pemandangannya, entahlah. Yang jelas sih, kesampaian juga melihat pasar terapung…yippie!


Actions

Information

5 responses

23 11 2011
large wool rugs

I like this post, enjoyed this one regards for putting up.

25 11 2011
Lomar Dasika

saya pikir juga cuma ada dua pasar : Kuin dan Lok Baintan. ternyata ada abeberapa yaaa…Mungkin kali lain saya mau mencoba Lok Baintan aja. merasakan sensasi berperahu di atas sungai pada subuh subuh. EH, sungai yang dirimu naiki ini bukan Barito yach? Pasar Terapungnya ada yang di atas Barito nggak?

25 11 2011
advanture

waduh, diriku jg tak tahu apa nama sungainya…tp kemungkinan sih barito, lupa jg nanya sama yg empunya perahu saing terkesimanya sama pemandangan whahaha..iya, pasar alala sih kyknya kalah seru deh sama yg lok baintan (dimartapura ya kl gak salah). soalnya lebih banyak perahu wisatawannya dibanding yg jualan wkwkwk…kata si empunya perahu sih kaminya kepagian, katanya sih paling rame sekitar jam 7-an. tapi entah emang kepagian, atau malah kesiangan hehehe…

28 11 2011
Lomar Dasika

bukannya justru pasar terapung tuh ramenya sekitar jam 5 pagi saat matahari belum terbit? kalau matahari udah benderang mah biasanya udah nggak seru…hehehe

28 11 2011
advanture

wah itu dia, kata tanteku juga begitu…pasar terapung tuh subuh-subuh. tapi waktu ngobrol sama tukang perahu, katanya pasar terapung alala ini mulainya jam 7 pagi, kalo jam 7 katanya perahunya lebih banyak lagi. diriku sempat meragukannya juga, tapi mungkin benar juga…mungkin maksudnya perahu wisatawan kali yg makin banyak, soalnya menjelang-jelang jam segitu emang perahu wisatawan makin banyak berdatangan. kali pasar ini emang dimaksudkan untuk wisatawan…entahlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: