Festival Erau 2011

9 07 2011


Wiken…yippie!!!

Saatnya mengunjungi festival Erau Tepong Tawar ( 3-10 Juli 2011 ) pesta adat ala Kaltim di Tenggarong, ibukotanya Kutai Kartanegara. Erau Tepong Tawar merupakan adat yg dilaksanakan oleh kerabat keraton pada waktu tertentu (ditetapkan) berdasarkan keinginan (hajat) terhadap suatu pekerjaan.

Tiap tahun Erau dirayakan dg meriah. Dan tiap tahun juga ada saja hambatan untuk melihat tradisi budaya yg satu ini, kalo gak ayah sdg kerja, anak sekolah, dsb. Tapi tahun ini kebetulan bertepatan dg liburnya ayah & anak, jd bisa melihat berbagai pertunjukan seni & lomba.

Sebenarnya menurut kalendar dinas pariwisata, besok puncak acaranya, penutupan festival erau yg biasanya ditandai dg prosesi Ngulur Naga {1} plus acara yg paling ditunggu-tunggu kebanyakan orang yaitu Balimbur {2}. Balimbur adalah tradisi menyiramkan air ke orang lain (siram-siraman) yg biasanya menggunakan air sungai mahakam, pdam, dsb sebagai tanda penyucian diri / membersihkan diri.

Pengennya sih besok nonton lagi, kayaknya seru siram-siraman air, boleh nyiram orang lain tanpa orang lain marah karena disiram…kesempatan nih hehehe…Tapi besok kami berencana pulang ke our little house on the praire. Jadi hari ini aja deh nonton apapun yg bisa di tonton.

Menurut kalendar erau sih, jam 9- selesai ada olahraga tradisional di tepian sungai, jadi kamipun melangkah menuju tepian. Benar saja, tampak kemeriahan lomba dragon boat. Wah perlu nih ditonton. Apalagi duo bolang antusias sekali melihat lomba tersebut walau harus gosong kepanasan terpanggang di bawah terik mentari.

Panasnya sengatan mentari membuat saya tidak betah berlama-lama dan membujuk duo bolang beranjak mencari kemeriahan yg lain. Sehingga pemenang dragon boat kami pun gak jelas, soalnya waktu nonton baru penyisihan semifinal. Puanasnya poll sih, gak tahan.

Kendaraan kemudian mengarah ke museum karena si sulung saya termasuk pecinta sejarah mengajak (tepatnya memaksa) kami melihat museum. Suka banget sih sama museum bang?

Sayangnya museum ditutup selama erau berlangsung. Tapi di depan museum ada nyanyi-nyanyian adat kutai yg baru kali itu kami liat live langsung di depan mata kepala. Langsung saja kesempatan tersebut kami abadikan dlm rekaman video dan kamera.

Tidak lupa makam-makam raja Kutai juga turut dikunjungi, request khusus si sulung yg pengen tahu makam siapa itu, namanya, raja keberapa dalam kerajaan Kutai Kartanegara, dsb. Kemudian mengunjungi keraton kerajaan Kukar, yg hanya puas melototin dari depan.

Dan terakhir di tutup dengan mengunjungi Stadion Aji Imbut, tempat berlangsungnya Erau Expo 2011. Beruntungnya kami, pas kami masuk sedang ada tarian khas adat Dayak. Yippie…sudah lama banget kami pengen nonton tarian khas Dayak ini di desa Pampang, eh nemunya malah di expo…lumayan menghibur kami. Jarang-jarang nih bisa nemu tarian yg langsung ditarikan orang Dayak asli secara live.

Sebenarnya acaranya berlangsung sampai malam, nanti sore jam 15.00 – selesai dijadwalkan ada acara di keraton. Kayaknya seru juga karena termasuk kedalamnya acara balimbur beras. Pasti seru lempar-lemparan beras. Tapi sayang jadwal kami hari ini lumayan padat (sok sibuk deh luh), sehingga ketika jarum jam menunjuk ke angka 13.00, HP pun berdering…dan petualangan di pesta adat pun berakhir.

Have a great weekend everybody😀

Keterangan :
{1} Ngulur Naga
Dua ekor replika naga yg terdiri dari 3 bagian yaitu bagian kepala terbuat dari kayu yg diukir mirip kepala naga dan dihiasi sisik warna warni diatas kepala terpasang ketopong (mahkota), bagian leher yg berkalung disambungkan ke bagian badan yg terbuat dari rotan & bambu serta dibungkus kain kuning. Bagian badan terdapat lekuk-lekuk (luk) sebanyak 5 luk seakan-akan seekor naga yg siap berjalan.

{2} Balimbur
Dengan dipercikannya Air Tuli {3} oleh sultan kepada hadirin, sebagai tanda bagi seluruh masyarakat baik ditempat acara, sepanjang jalan, gang, dari kota hingga desa melakukan siram-siraman air.

{3} Air Tuli
Air yg berada di sungai Kutai Lama sebagai asal muasal munculnya Putri Karang Melenu yg menjadi permaisuri raja Aji Batara Agung Dewa Sakti sebagai legenda rakyat Kutai tempo dulu


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: