Goes to Tanjung

30 06 2011

Seperti yang saya sebutkan dalam postingan sebelumnya, hari ini team advanture blog berencana ke suatu tempat. Kemana itu? Yup, hari ini kami pergi ke Tanjung, kabupaten Tabalong di Kalimantan Selatan. Kampung halaman nenek & kakek saya, serta papa saya juga tentunya…yippie…

Sudah lama sekali saya tidak kesini. Terakhir ke tanjung 2-3 tahun yg lalu saat kami berpetualang ke loksado. Itupun cuma mampir 1 jam dirumah kakek saya, langsung ke makam nenek terus pulang.

Tapi sekarang beda ceritanya, kali ini kami berniat jelajah Tanjung bersama guide paling berpengalaman tersayang, papa saya…hore…

Sudah lama kami berniat kesini, demikian pula papa saya. Tapi karena berbagai hal, ya baru bisa terlaksana sekarang jalan-jalan bareng jelajah Tanjungnya bersama orang tua saya yg emang sudah dari dulu pengen banget berpetualang bersama cucu-cucunya, duo bolang saya. Mungkin terpengaruh seringnya anak cucunya menghilang untuk kemudian diperlihatkan foto cucunya sedang entah berada di nowhere hehehe…

Jadi kami pergi dari little house on the praire saya sekitar jam 13.00…langsung menuju kariangau. Kali ini ngantri kapal dan lagi-lagi ngantri bersandar pula di penajam. Dan baru benar-benar sampai di penajam sekitar 15.30. Jadi hitung-hitungannya sih di ferry 1jam, nunggu bersandar 1,5jam…lama, pegel, bete, dan agak mabuk juga jdnya karena ombak makin gede.

Perjalanan pun berlanjut melalui berbagai desa dan kota kecamatan. Dan walaupun papa saya sudah kasih tahu urutan & nama daerah yg dilalui, tapi tetap saja saya lupa. Sebut saja waru, long kali, long ikis, gunung rambutan, muara komam, gunung halat (perbatasan Kaltim-Kalsel), dsb.

Karena kami emang berniat jalan-jalan, jdnya kamipun tidak memburu waktu. Berhenti beberapa kali berhenti di berbagai tempat untuk melemaskan kaki yg pegel kelamaan duduk, makan dan ini itu lainnya. Dan setelah berbagai diskusi panjang apakah akan menginap di jalan, atau melanjutkan terus perjalanan, akhirnya kami sepakat langsung ke Tanjung supaya banyak waktu utk jelajah Tanjung. Dan this is it, ketika jam menunjukkan pukul 01.00 perjalanan pun berakhir. Time to sleep, waktunya ngumpulin energy buat besok untuk menjelajah, mengexplore dan mengenal the new look of Tanjung.

Good nite everyone

Advertisements




Where Is It ?

29 06 2011

Halo…jumpa lagi sama saya, yg hobi jalan-jalan, foto-foto, dan nulis di blog buat kenang-kenangan untuk duo bolang saya 🙂

Hari ini tanggalan merah, libur isro mi’roj. Buat orang-orang yg jadwal kerjanya flexible, ini sih sama aja dengan long weekend=long holiday. Tapi tidak berlaku buat si ayah.

Besok kami berencana melakukan petualangan lagi, long trip. Kemana? Wanna know aja. Rahasia dong, baca aja trs blog ini kalo penasaran hehehe. Karena itu hari ini gak kemana-mana, ngumpulin tenaga dulu. Selain itu memulihkan si sulung yg alergi berat karena makan kepiting disebuah rumah makan sepulangnya dari amborawang laut beberapa hari lalu. Efeknya seluruh badannya bengkak-bengkak, padahal biasanya dia gak segitunya kl makan kepiting.

Itulah sebabnya, makanan harus dijaga dulu supaya si sulung pulih. Jadi hari ini cuma ke pasar, beli yg mau di beli (ya tentunya sayur mayur dan lauk pauk dong, masa beli peralatan camping hehe). Itu menjelaskan kenapa pakaian duo bolang keliatan dekil, selain emang blm mandi, juga karena tujuannya pasar ya emang gak perlu keren, orangnya sudah keren (hehehe alasan).

Jadi sudah bisa menjawab pertanyaan diatas? where is it? Dimana tuh foto-foto diatas diambil? Yak benar, di pasar klandasan. Tepatnya di dermaga tempat nelayan biasanya menurunkan hasil tangkapan melautnya. Gak keliatan kan kalo foto tersebut diambil di pasar, kecuali kalo teliti ada satu foto terlihat ikan-ikan yg sdg dijemur untuk dijadikan ikan asin.

Berhubung si bunda suka sekali foto duo bolang, dan memori HP sudah hampir penuh dg foto-foto mereka, jd simpan di blog aja dulu.

Selamat malam Indonesia 😀





Amborawang Laut

25 06 2011

Weekend, saatnya jalan-jalan…yeaayyy ….:D

Sebenarnya niatnya sih hari ini stei et hom, bersih-bersih rumah aja & seperti biasa, ngider komplek sepedaan. Apalagi sejak pagi, saya nemenin si sulung & sohibnya bermain seputaran komplek, jd nanny dulu *berubah..cling* hehehe.

Tapi apadaya, pantai memanggil-manggil. Kayaknya perlu ke pantai nih, ngecharge batre yg nyaris lowbat. Kasian duo krucil liburan di rumah terus.

Setelah diskusi lumayan panjang tentang pantai yg akan dituju, antri ngisi bahan bakar, akhirnya baru berangkat jam 14.00- 14.30, terlalu sore ke pantai yg jauh. Cari yg gak terlalu jauh, tapi juga gak terlalu dekat supaya gak terjebak keramaian dipantai seperti yg biasa terjadi jika weekend.

Si ayah kayaknya ngidam pengen makan lemang. Lemang dimana lagi yg jual di Balikpapan, satu-satunya yg kami tahu sih cuman di pantai Ambalat, Amborawang Laut yg jual, itupun hanya hari sabtu dia jualan. Fresh from tungku

Baeklah, sudah lama juga gak liat amborawang laut. Kangen juga sama suasananya, mengingatkan saya pada kampung nenek saya di Tanjung. Duo krucil juga sudah lama gak berburu kerang, kelomang dan sebangsa setanah airnya.

Begitu tiba di pantai, seperti yg bisa di duga, pantai agak ramai (walau tidak seramai jika di Manggar atau Lamaru). Dan yg menarik perhatian saya sih, yg pertama terlihat adalah sampah dimana-mana. Bertebaran sepanjang pantai, ada apa gerangankah? Pantai ini menurut saya termasuk kategori terbersih selama ini, kenapa kali jd kotor penuh sampah? Ternyata menurut info, malam sebelumnya ombak lumayan tinggi, kemungkinan ombak inilah yg membawa sampah ke pantai.

Tapi gak apalah, agak ke tengah pantai tampak bersih. Saatnya berburu kelomang, dollar, sebangsa setumpah darahnya. Saatnya main air & pasir. Juga saatnya foto-foto dong hehehe. Dan seperti biasanya juga ritual di pantai, saatnya minum kelapa muda pastinya.

Tanpa terasa waktu berlalu, tiba-tiba pengunjung tidak terlihat lagi. Pantai jd lebih sepi, matahari mulai condong, sementara duo krucil masih sibuk gali-gali pasir yg katanya sih mencari harta karun sekalian bikin jebakan super trap hehe. Angin mulai kencang…

Duo krucil…saatnya menyudahi petualangan kita hari ini. Sudah hampir magrib nih, saatnya pulang. Saat si buung melangkah pulang, tiba-tiba kami menemukan bangkai kura-kura besar. Berbagai alasan penyebab kematian si kura-kura pun jd objek pembahasan menarik kami dalam perjalanan pulang.

Menurut saya sih :
1) mungkin terlindas oleh kendaraan yg sering lalu lalang di pantai tersebut. Yang langsung di sanggah oleh si sulung saya (yg menurut report gurunya termasuk anak yg cermat) kalo terlindas, masa kepala/badannya gak pecah bunda?
2) mungkin kena perahu nelayan yg kembali disanggah si sulung, ya gak mungkin perahu bisa jalan di darat bunda…
3) mungkin kena racun atau mungkin juga kecapean berenang. Nah baru deh dia agak puas hehehe, susah punya anak kritis, harus selalu punya jawaban yg memuaskan 🙂

Bagaimanapun kami senang melihat ada kura-kura di pantai tersebut, menandakan pantai cukup terjaga, bersih sehingga ada kura-kura yg mampir ke pantai tersebut, yg mungkin mencari tempat bertelur.

Dan seperti judul konser terakhir Michael Jackson yg kemudian batal, yg sedang saya tonton sekarang sambil menulis sehingga membuat konsentrasi menulis pecah (duh…michael gitu loh, ailopyu pul deh)…”this is it”. Sampai jumpa besok, dengan cerita yg lebih seru (itupun kalo kami niat jalan-jalan lagi). Have a happy holiday everyone 😀





Pantai Batu-Batu

19 06 2011

Holaaaaa…

Wah lama banget ya gak update cerita. Maklum kami sedang jarang jalan-jalan, puasa jalan-jalan dulu. Sekarang lagi hobi sepedaan, jd lebih sering sepedaan ngider-ngider komplek kalo ada waktu luang.

Hari ini, kami kembali ke pantai…one of fave place to spend our time, maklum panggilan jiwa sebagai pendekar pantai, pantai lovers 😀

Dan karena sedang mengalami paceklik karena bulan tua (emang bulan bisa tua ya? ) jadi jalan-jalan ke pantainya ya yg dekat-dekat aja, yg hemat energy dan tentunya hemat biaya juga dong.

Nah dengar-dengar, menurut issue, kabar burung, gossip, bisik-bisik yg beredar sudah sejak lama saya dengar, ada yg namanya pantai batu-batu di daerah melawai. Lebih specificnya sih, letaknya dibelakang banua patra, kurang lebih depan lapangan merdeka. Tapi karena berbagai hal & alasan, jadi ya gak pernah kami datangi, walaupun sering banget lewat disini. Ya baru kali ini, di minggu sore yg cerah ceria setelah beberapa hari ini mendung kelabu mulu, kami akhirnya berkesempatan kesini.

Ternyata tempatnya keren! Gak rugi menyempatkan diri mampir disini. Pantainya penuh dengan batu-batu besar, mungkin karena itulah dinamakan pantai batu-batu. Dan lebih serunya lagi, pantainya agak menjorok ke dalam, tersembunyi oleh hutan kecil serta batu-batu tersebut.

Kalo menurut saya sih mirip phuket (sok tewu deh eike hehe), mirip pantainya si Leonardo D’caprio dalam film “The Beach” itu loh…i wish sih sekalian bonus ketemu mas Leo yg cute itu…uhuk…uhuk. Ya gak mirip-mirip banget sih, tapi sama-sama menjorok kedalam dan tersembunyi. “Pure Shores”nya All Saint pun langsung berdendang sendiri tanpa diminta di dalam kepala saya yang emang agak hiperaktif. Serasa pantai milik pribadi deh kalo sedang sepi…hehehe

Batu-batu besar yg menjorok ke laut dimanfaatkan sebagian orang sebagai tempat memancing. Beberapa spot digunakan untuk memuaskan hobi photograhi oleh beberapa orang. Sementara pantai-pantai serta hutan yg agak tersembunyi dari pandangan dimanfaatkan oleh beberapa pasangan sebagai tempat memadu kasih uhuy…prikitiew…(hust kayak gak pernah muda aja deh luh) hehehe…

Bagaimanapun, kami senang…hore nemu pantai buat persinggahan, tempat duo pantai lovers saya bermain air dan pasir sepuasnya, lumayan sepi, bagus lagi. Have a nice weekend everyone 😀