Explore Penajam

29 05 2011

Kami berencana explore panajam hari ini sehingga sejak semalam kami sudah wanti-wanti ke duo bolang “pokoknya kalo besok pagi belum pada bangun, kita gak jadi liat rusa!” Dan tanpa disangka, saat subuh tiba, cukup panggilan satu kali “ayo team…bangun, kita berangkat”…semua langsung melek di jam 5 subuh! Rekor dunia pun terpecahkan, proses tercepat membangunkan orang-orang yang susah bangun pagi hehehe😀

Segera mandi, berpakaian, sarapan, masukin peralatan perang…bismillahirohmanirrahim, berangkat!

Tiba di kariangau (terakhir kami kesini 2-3 th yang lalu, saat ke Loksado), Wow…ada beberapa perubahan yg kami liat : 1) tidak ada antrian lagi, karena dua kapal siap menampung mobil yg hendak berangkat 2) tiket naik euy, sekarang sudah 147 ribu 3) ada ferry jurusan palu! (catat: wah, bisa nih ntar adventure ke palu)

PENANGKARAN RUSA

Begitu ferry berlabuh, segera bu’ung kami arahkan ke kelurahan waru, panajam. Hasil googling sih, katanya disini, tepatnya di api-api, ada penangkaran rusa. Baiklah…kita liat rusa dulu yuk.

Mendung disertai rintik tidak menghalangi langkah kami mencari tempat penangkaran rusa dimaksud. Si ayah yg sok yakin (katanya sih dejavu, serasa pernah liat gitu -mungkin waktu ke loksado dulu), bersabda : “bunda pasang mata, liat kesebelah kanan ya. Kalo gak salah jalannya naik ke atas”.

Hmmmm, mana nih yah. Kita sudah memasuki waru, tapi kok belum ada tanda-tanda? Tenang aja, namanya juga jalan-jalan, santai aja. Belum sejam kan? Patokannya kalo sudah sejam lebih baru bertanya..hihihi dasar, malas bertanya sesat dijalan.

Eits, tapi ternyata gak sesat kok. Tepat disebelah kanan jalan, kami pun melihat patung rusa & tulisan penangkaran rusa. Yippie, sampai juga. Foto-foto duyu yuk…yuks maree. (karena keterbatasan tempat, foto lengkapnya disusulkan di galeri foto yaaaa).

Tidak jauh dari patung, ada gerbang berbentuk tanduk rusa. Wah, gak salah lagi nih. Parkir kendaraan, kami pun berjalan masuk. Dan yang paling penting digarisbawahi, tidak bayar aka gratis! (kami kan demen yg gratis-gratisan…hihihi).

Rusanya banyak loh, (kalo gak salah) ada sekitar 700 ekor, untuk jumlah pastinya sih liat aja di websitenya pemerintah panajam. Ada yang tua, remaja, maupun anak-anak…hehe. Ada yang besar, sedang, juga kecil. Macam-macam deh, serasa punya ranch pribadi🙂

Yang paling seru sih bagi kami (terutama duo bolang) adalah memberi makan rusa. Ya karena cuma kami pengunjung saat itu, dan kebetulan juga ada rumput yg sudah tersedia tidak jauh dari kandang, jadilah duo bolang memberi makan rumput pada rusa.

“sabar ya sayang, lapar ya?” demikian sebagian cuplikan pembicaraan si adek dengan rusa yg diberinya makan. “jangan berantem ya”, katanya lagi qiqiqiqk…lucu banget sih adek. Dan parahnya, karena begitu semangat memberi makan rusa yg jinak-jinak, duo bolang tidak mau beranjak dari sana walau hujan mulai mengguyur kami.

Tiap diajak pergi, mereka pun mengancam “besok kita kesini lagi yah”…hmmmm, piye toh…mahal ongkosnya hehehe. Akhirnya setelah dibujuk, hayu kita kan masih banyak tujuan lain. Mau ke pantai gak? Biasa, anak pantai begitu dengar kata “pantai” langsung tancap gas, hayooo…sambil dadah-dadahan dengan rusa, disertai kata-kata, kasian rusanya nanti kebingungan nyari kami yg ngasih makanan hehehe

Bye rusa, kapan-kapan kami kembali lagi ya. Jaga diri kalian baik-baik hehe…

DANAU SESULU

Setelah dari penangkaran rusa, waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi, kami pun berniat menuju kuaro. Tapi setelah beberapa lama dijalan, kami pun mikir, emang ada apa disana? Kalo ke arah sana, enaknya sih sekalian ke gorogot. Kalo ke grogot, enaknya bermalam. Kalo bermalam, enaknya dari jumat malam.

Kalo gitu putar arah aja deh, dalam perjalanan mencari penangkaran tadi mata kami sempat menangkap tulisan obyek wisata sesulu. Apaan ya sesulu? Pantai meurun ya, baiklah kita jelajahi…masih banyak waktu nih.

Beberapa kilometer terlewati, ujungnya belum jelas nih. Kami pun menganalisa, mungkin seperti ambalat nih, jauh masuk ke dalamnya. Beberapa kilometer lagi terlalui, wuih mencurigakan nih. Masa jalan offroad gini sih ke tempat wisata. Emang obyeknya apaan ya? Jangan-jangan desa budaya, seperti pampang.

Kalo gini sih, harus bertanya nih. Saat bertanya, katanya itu danau. Letaknya 7km dari tempat kami bertanya (padahal tempat kami bertanya sudah 7km juga kali dari jalan utama). Wuih, kalo gerbangnya sekeren gitu sih harusnya tempat keren nih…danau atau waduk kali nih.

Maka halangan berupa jalan offroad pun kami lalui dengan senang hati, berharap melihat danau keren nih. Untung double gardan sudah diinstal ke bu’ung, jadi jalan offroad gak masalah lagi.

Tiba-tiba, eng ing eng…kami melihat danau tersebut. Penuh dengan keramba dan rumah penduduk. Seru sih ngeliatnya, tapi gak sebanding dengan perjuangan untuk sampai ketempat ini.

Mungkin dulunya tempat ini obyek wisata, namun karena tidak dirawat jadi terlantar. Jadilah hanya danau yg penuh dengan tanaman air serta dimanfaatkan sebagai keramba oleh penduduk. Baiklah, pantai masih menunggu nih kids…let’s go.

TANJUNG JUMLAI

Saat membeli minuman, saya sempat nanya-nanya sama pemilik warung. Dimana pantai jumlai bu? Si ibu: ??? Saya: pokoknya yg ada nama jumlai atau jamlai semacamnyalah…hehehe, beginilah kalo sok tewu.

Si ibu : ooooh tanjung jumlai? Sebelah kanan jalan mbak, setelah jembatan paling besar nanti ada pertigaan yg mirip jembatan, disitu (catatan : arah dari penangkaran rusa menuju pelabuhan ferry). Ancer-ancernya? Ada tulisan atau semacamnya? Gak ada, cuma depan jalan ada jualan bensin, juga pangkalan ojek. Baiklah…cari yuk. Tuh duo bolang sudah nangis-nangis pengen ke pantai.

Setelah 2 kali nyasar, salah ambil jalan. Akhirnya nemu juga…yippie. Pantainya? Sepi (psst, tempat paling pas nih buat pacaran wkwkwkwk). Keren, biru, bersih, wangi (beneran wangi loh, karena bunga ketapang dipinggir pantai semerbak mewangi, wanginya mirip melati), banyak kerang, berangin (ya eyalah, sejak kapan pantai gak berangin).

Benar-benar pantai yang keren menurut saya, langit yg kembali biru setelah mencurahkan air serasi dengan hijaunya pepohonan, dan yg paling penting bagi duo krucil saya adalah banyak kerang. Syarat terpenuhi akan pantai kesukaan kami : sepi, keren, biru, bersih, dan banyak kerang !

Rutinitas dipantai pun dimulai, si ayah cari tempat buat tidur, bunda nyari angle buat ambil foto, duo krucil sibuk dengan kerang dan pasir. Sayangnya gak ada yg jualan es kelapa hehehe…

Sejam menghitamkan kulit kayaknya sudah pas. Duo bolang, let’s go…si ayah sudah gelisah tuh kelaparan…hihihi. Dan seperti biasa, kalo nemu pantai duo krucil susah banget diajak pulang. Tapi bujukan next month kita kesini serta habis makan kita ke pantai yg lain (dengar-dengar ada 3 pantai nih disini) lagi lumayan mempan, disertai ancaman nanti ditinggal kapal ferry.

Ayo kiddoz kita cari makan dulu, setelah ini penjelajahan bisa dilanjutkan dengan tenang kalo perut sudah penuh.

GAS WELL

Si ayah kalo sedang adventure, paling suka jelalatan kalo liat pipa, sumur, dan oil & gas stuff sebagainya, dan seterusnya, dan sejenisnya. Heran deh eike, emang apa enaknya sih liat pipa, atau sumur minyak/gas…hehe, beda bidang beda kesukaan.

Jadi begitu matanya melihat tulisan gas well, dia pun mampir. Aisshh…profesi dan hobi yg tidak terpisahkan🙂 sambil menjelaskan (panjang x lebar = luas x tinggi = volume) tentang gas well, dan guna pipa-pipa serta alat-alatnya ke seluruh anggota team, terutama sih ke sulung yg hobinya sama dengan ayahnya (si bunda sih pura-pura budi, pdhal mah gak ngerti, eike kan bukan anak teknik gitchu). Baiklah yah, penjelasannya sdh diterima dengan baik, walau belum terserap…kita makan nyok.

PANTAI NIPAH-NIPAH

Setelah makan ikan bakar dan bakso, kami pun mengarahkan bu’ung ke pelabuhan ferry. Katanya ada 3 pantai di panajam, yaitu tanjung jumlai, nipah-nipah, satu lagi lupa namanya. Malas juga googling, hape sdh lowbat. Ntar kl googling, bisa-bisa hape mati padahal sejak kamera rusak tinggal hape inilah andalan buat foto-foto. Selain itu katanya sih pantai satunya itu agak terpencil, belum banyak yg tahu. Wah kalo seperti itu sih, bisa-bisa kami nyasar sampe malam dan ketinggalan ferry beneran.

Baiklah, untuk amannya kita mampir di nipah-nipah aja. Kalo pantai yg satu ini sih saya masih ingat arahnya karena sdh pernah kesini. Dekat-dekat pelabuhan ferry juga, jadi gak ada salahnya mampir. Apalagi duo bolang masih belum puas bermain pasir & kerang di pantai. Gak mau rugi deh, mumpung sudah di panajam.

Jalan menuju nipah-nipah rupanya sedang ada proyek perapian jalan, jalan-jalan dirapiin, trotoar diperbesar. Wah keren juga nih kayaknya.

Eh begitu sampai ujung. Loh? Loh? Mana pantainya nih? Pantainya ngilang hehee, sebagai ganti tampaknya disemen ntah akan dijadikan dermaga atau apa. Ke arah kanan kirinya yg tampak sedikit pantai, telah tertutup oleh bangunan warung yg saat itu sedang nyetel musik dangdut kencang-kencang. Oalah…

Kalo gitu sih, kita langsung ke pelabuhan ferry aja deh. Pulang, capek juga seharian menjelajah. Lagi-lagi kami tidak perlu antri, begitu tiba langsung masuk kapal dan berangkat. Oh ya, harga tiket ferry dari panajam rupanya lebih mahal 10ribu dari harga dikariangau. Kenapa gitu ya? Kata si sulung saya, ya beda kota beda harga lah bunda.

Perjalanan pulang angin lumayan kencang, sehingga mengingatkan saya kembali pada pengalaman di ketapang-gilimanuk. Geol kiri-kanan. Tepat pukul 16.30 ferry merapat di kariangau lagi. Dan wrap up, explore panajam completely done! See u on next adventure…have a nice weekend everyone😀


Actions

Information

4 responses

1 08 2011
dyauntarie

aq pernah ksana,, pemandangn pantai nya bagus ditambah dengan baground awan yg menghiasi langit2 nya

1 08 2011
advanture

Setuju, pantai dimana-mana emang keren asal terpelihara dg baik.

19 12 2013
Ahmad Saekhu

mantaps nih …semoga liburan ini bisa menjajal🙂

19 12 2013
advanture

Yup, masa yg jauh2 mulu mainnya, sekali2 yg dekat pak…gak kalah keren kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: