Kawasan Konservasi Mangrove

21 05 2011


Waktu saya masih SMP dahulu kala (waduh tua banget ya saya🙂 ), saya suka menonton serial TV berjudul “Swamp Thing”. Lantas apa hubungannya dengan petualangan kami kali ini? Diawal cerita, pasti ditunjukkan tentang rawa tempat si Swamp Thing ini hidup. Nah, hutan mangrove ini kembali membangkitkan kenangan saya tentang rawa-rawa di serial TV tersebut.

Sore ini kami kembali menjelajah hutan mangrove yang beberapa hari lalu kami (akhirnya) temukan. Si sulung saya (kami tepatnya), masih penasaran sama hutan ini, yang beberapa waktu lalu tidak sempat kami jelajahi karena hari sudah terlanjur gelap.

Sore-sore sekitar jam 16.00 sebenarnya kami sudah siap sedia, tapi si ayah baru pulang & siap berpetualang baru jam 17.00. Akhirnya penjelajahan baru dimulai 17.30, sudah terlalu sore namun mentari masih bersinar cerah ceria, siap menemani penjelajahan kami.

Pengumuman dari kertas yang ditempel di pintu masuk berisi pemberitahuan bahwa kawasan tersebut terkena serangan ulat bulu, tak menyurutkan langkah kami, cuma sedikit menyurutkan nyali duo bolang yang langsung jelalatan tiap ada pohon yang menghalangi jalan mencari keberadaan di bakal calon kupu-kupu.

Kawasan konservasi ini memang merupakan tempat wisata, yang letaknya di margomulyo Balikpapan. Jalan di hutan ini berupa jembatan dari kayu ulin yang dibangun mengelilingi mangrove.

Saat kami datang, air laut sedang surut sehingga hanya sedikit kawasan yang tergenang air. Selain itu serangan ulat bulu terlihat cukup berdampak bagi sebagian pohon yang ada dikawasan tersebut. Hal ini terlihat dari daun-daun yang layu, kering, bolong & mati.

Namun itu semua tidak mengurangi keindahan kawasan tersebut. Tempat yang benar-benar indah bagi saya pribadi. Kami sama sekali tidak menyangka ada hutan mangrove yang indah di dalam kota! Tempat yang wajib dikunjungi bila ke Balikpapan menurut saya.

Sementara saya mengagumi pohon-pohon dikawasan tersebut, duo bolang saya heboh memperhatikan kepiting warna-warninya serta beberapa ikan yang mirip ikan buntal yang sesekali terlihat berenang. Kemudian beberapa pohon tiba-tiba terlihat bergerak, si ayah yang berada di depan langsung heboh oleh penampakan dua-tiga bekantan, monyet khas Kalimantan yang berhidung mancung. What a lucky us…senangnya bisa liat bekantan, jarang-jarang binatang ini menampakan dirinya. Sayangnya kamera si sulung tiba-tiba rusak beberapa hari lalu, jadi si bekantan tidak bisa terpotret.

Sungguh penjelajahan yang sangat menyenangkan bagi kami semua. Have a great weekend everyone😀


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: