Kampung Di Atas Air

15 05 2011

Sudah seminggu ini si bu’ung, mobil tua kesayangan kami, ngadat. Sudah dua minggu ini pula si ayah harus kerja di akhir pekan. Sudah dua minggu ini juga cuaca panas tak terkira. Jadi ya gitu deh, weekend dihabiskan dirumah wae bersama duo bolang.

Eits, hari ini kami bosen ngedon dirumah. Walau harus sempit-sempitan di motor, pokoknya jalan-jalan mah wajib. Kebetulan nih, cuaca mendukung, kendaraan juga mendukung untuk menjelajah tempat-tempat, jalan-jalan, gang-gang sempit. Waktunya ngubek-ngubek kebun sayur lagi, mencari kampung di atas air yg katanya sih salah satu objek wisatanya Balikpapan.

Sudah lama saya pengen kesini, tapi berkali-kali ngubek-ngubek ditemani bu’ung gak nemu-nemu. Kendalanya ya itu, pake mobil menyebabkan susah menembus jalan-jalan kecil, jadi gak nemu deui, deui gak nemu…gigit jari tanpa hasil. Tapi kalo pake motor kan beda ceritanya, bisa nyelip sana sini🙂

Begitulah akhirnya, di minggu sore yg cerah, mengenakan seragam kebesaran team advanture, kami pun menjelajahi kebun sayur. Menurut petunjuk salah satu pengunjung blog sih, letaknya dekat-dekat pasar. Baeklah…kita masuk pasar, nyempil sana sini, mepet truk ayam sembari mata jelajatan …finally mata saya bersirombok (halah bahasanya) dengan sebuah gang yg mirip pernah saya liat di tipi.

Yippie !!! Nemu juga akhirnya kampung yg katanya sih objek wisatanya kota ini. Pantesan gak pernah nemu kalo pake bu’ung, tempatnya nyempil diantara pasar sih. Tahu kan pasar, jalan sempit yg dipenuhi penjual dikanan kiri belum lagi pengunjung. Kalo gak jeli meliat ya susah juga nyarinya, apalagi kl pake mobil. Paling bagus kesini sih saat pasar sudah tutup sore-malam.

Gangnya sih cukup lebar untuk mobil, disemen, rapi & banyak lampu jalan. Sebelah kiri gang, ada laut yg menghadap obor pertamina. Sedang sebelah kanan adalah pemukiman penduduk serta ada beberapa gazebo (tempat duduk) yg tampaknya tempat orang berjualan jika malam, karena saat senja kami lihat kesibukan beberapa penjual menyiapkan tempat.

Bila jalan diteruskan sampai mentok, kemudian jalan semen berganti menjadi jalan kecil yg terbuat dari kayu ulin. Beberapa perahu terlihat bersandar ditempat ini. Bentuk wisatanya sih mirip Bontang Kuala, bedanya di Bontang Kuala banyak sekali restaurant seafood sementara disini tidak ada satupun. Dan di Bontang mungkin pemukimannya lebih besar, karena memang tempat tinggal nelayan sehingga banyak hasil laut pula yg turut didagangkan, seperti ikan asin & terasi.

Yang pasti sih menyenangkan melihat laut, memandang matahari yg mulai beranjak turun serta menikmati pemandangan obor pertamina disore yg cerah. Boleh juga nih kapan-kapan mancing disini menghabiskan sore bersama duo bolang pecinta laut saya.

Have a nice weekend everybody😀

PS : karena henpon saya ini ditinggal dirumah, dan foto-fotonya pake kamera si sulung, jadi harap sabar yah menunggu uploadan fotonya🙂


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: