Dongeng Vs Kritis

6 05 2011

Beberapa hari belakangan ini, tiap malam duo krucil saya minta diceritain ttg legenda. Awalnya sih saya hanya iseng-iseng cerita ttg tangkuban perahu. Karena terakhir kali dengar & baca ttg ini saat saya SD, jadi ya sebagian saya lupa lagi sehingga dikarang-karang sendiri bagian yg lupa. Alhasil banyak yg tidak masuk akal.

Bagian-bagian yg tidak masuk akal inilah yg dipertanyakan oleh anak saya. Seperti, kok bisa sih manusia nendang perahu segede gunung sampai terbalik? Kalo gede namanya bukan perahu dong bunda, tapi kapal ! Dan lain sebagainya yg membuat saya gubrak…mati kutu😀 Akhirnya cuman bisa bilang, ini cuman cerita, legenda, bukan kenyataan.

Pada akhirnya sebelum bercerita, saya selalu memulai dengan kalimat begini, “ini cuma cerita ya, bukan beneran, khayalan, legenda” hehehe. Dan karena menurut duo krucil cerita si bunda yg lebih seru dibanding si ayah, saya jadi mulai kehabisan dongeng rakyat yg masih diingat, kayaknya sudah saatnya berburu buku cerita rakyat di toko buku…hehehe.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: