Tanah Merah, Samboja

2 04 2011


Weekend lagi…horeeeyyy!!!
Weekend emang yg paling ditunggu setiap orang, gak perlu buru-buru bangun untuk pergi sekolah, kerja atau masak -yeeii…yg belakangan ini sih kerjaan si bunda :p Libur = jalan-jalan.

Sudah beberapa minggu ini kami jarang wikenan, si ayah gawe. Jadi sekarang, saatnya berkunjung ke pantai yg paling jauh. Tanjung harapan aka tanah merah samboja, pantai terfavorite sampai saat ini…yippie.

Walau sudah start jam 9 dari rumah, tetap aja pada akhirnya berangkat jam 10-an. Biasa, ritual berpetualang…cari ATM, isi bahan bakar, dsb. Saat melalui kantor kecamatan samboja, kami melihat ada keramaian. Ternyata ada MTQ ke 33.

Setiba di tanah merah, jarum jam menunjuk ke angka 11, dan berdasarkan statistik kami, kalo masih pagi belum ada penjaga loket. Dan benar saja, tak seorangpun tampak di loket, artinya gratis…yippie lagi hehe.

Pertama-tama yg dilakukan setiba dipantai, cari lokasi yg teduh, banyak kerang, dan yg utama sih dekat penjual kelapa muda. Hari sabtu biasanya tidak semua penjual buka, umumnya sih yg dekat pintu masuk. Jadilah kami mendirikan tenda disitu, setelah diskusi cukup lama memilih tempat -halah milih tempat aja pake diskusi hehe. Selama proses pendirian tenda, saya disamperin penjual salome -waduh jenis makanan apa pula itu. Ini nih yg paling banyak dijumpai kalo pergi ke pantai -dari pantai manggar, lamaru, ambalat sampe tanah merah- harganya juga murah meriah. Yuuuks mari dicoba…

Setelah tenda berdiri, bantal & peralatan perang turun dari mobil, saatnya istirahat. Laut yg surut, panas yg terik serta lelah perjalanan, membuat kami bermalas-malasan sejenak. Sementara si ayah ngorok dalam tenda, saya & duo bolang menikmati kelapa muda, biskuit yg bisa diputar-putar sambil dijilat & dicelup, serta mengorek-ngorek bekal dari rumah. Ini nih isi tas bekal andalan kami: susu, dot, coklat & apple (I wish its Apple 4 honey…Wkwkwkwk).

Dilanjutkan yg pasti dilakukan dipantai, cari kerang. Tapi karena dollar, kerang favorite abang jarang ada kalopun ada sudah bolong-bolong, maka duo krucil main pasir. Yang sulung bikin jebakan kepiting -efek keseringan nonton jejak petualang survival, yg bungsu main pasir -andalan sibungsu dimanapun bertemu pantai bahkan saat di kuta.

Saat bosan, si bungsu beralih ke bubble…tiup gelembung sabun, sambil monyong-monyong sementara si sulung beralih menanam biji-bijian pohon yg berjatuhan dari pohon. Tampaknya si sulung pecinta & peduli lingkungan.

Dia selalu saya beritahu bahwa pohon & tumbuhan lain penting bagi kehidupan karenanya tidak boleh ditebang. Si sulung juga tahu, pohon bisa menahan air sehingga tidak banjir ataupun longsor serta agar lapisan ozon tidak bolong. Itu sebabnya, dia bisa sangat marah kalo melihat pohon atau tanaman dihancurkan. Pecinta lingkungan sejati🙂

Saat si ayah sudah bangun, saatnya bermain bola. Team advanture, ayo beraksi🙂 Saat semua sedang asik bermain, laut sudah mulai pasang, awan mulai gelap. Tidak berapa lama rintik hujan pun turun. Lariiii, saat saya melarikan diri ke tenda, duo krucil ke mobil. Mau tidak mau, tenda dibongkar kala hujan turun semakin deras. Tapi ini bukan akhir petualangan hari ini loh, masih ada lanjutannya. Saat bu’ung beranjak pergi, jarum jam baru menunjukkan pukul 2 siang, masih ada waktu. Sebelum cerita di tanah merah diakhiri, si bunda pengen ikutan mejeng juga ah sekali-kali, masa dibalik kamera mulu hehe.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: