Tempat Pembuangan Akhir

14 02 2011


Tiap pagi, tak pernah absen kala panas maupun hujan, truk sampah selalu berkeliling mengangkut sampah dari setiap rumah di pemukiman saya. Sampah bersih, beres. Tidak pernah terpikir oleh saya dibawa kemana, dan akan diapakan sampah itu. Memang saya tahu, sebagian sampah bisa dijadikan kompos untuk menyuburkan tanaman, sebagian di ambil pemulung untuk dijual atau dimanfaatkan lagi, dan di daur ulang.

Selama ini saya melihat pemulung hanya di tipi yg menayangkan berita atau reality show seperti “orang pinggiran”. Kadang di kota, saya juga liat pemulung yg memakai sepeda motor dengan gerobak di belakangnya. Namun, melihat pemulung yg benar- benar mencari barang di gundukan sampah yg menggunung & menebarkan aroma tidak sedap ya baru kemaren.

Dalam rangka satu hal yg tidak perlu saya sebutkan, kami menuju TPA kota. Jalan menuju kesana sih bagus, jalan mulus, dan penuh dengan pepohonan. Hijau royo-royo deh. Sesampainya di TPA, begitu masuk gerbang, pemandangan tidak seperti yg dibayangkan.

Begitu masuk gerbang, pemandangan malah seperti memasuki sebuah taman, kanan kiri penuh pepohonan hijau yg tertata rapi. Beberapa orang tampaknya sedang memperbaiki jalan yg sedikit rusak dipintu masuk. Melalui pos security, ada sejumlah papan petunjuk jalan, yg menunujukan tempat pengomposan, penimbangan, dsb. Sampahnya sendiri tidak terlihat Dan tidak tercium.

Rupanya gunungan sampah agak jauh kebelakang, tersembunyi oleh pepohonan. Disana terlihat gunungan sampah dari seluruh kota, kesibukan truk Dan tractor terlihat. Beberapa pemulung juga terlihat ditengah gunungan yg berbau menyengat tersebut, mirip yg ditipi-tipi walau disini jumlahnya bahkan kurang dari jumlah jari di salah satu tangan saja. Mungkin karena hari minggu, mungkin karena sdh siang, mungkin karena gerimis.

Dikala sebagian orang sibuk memikirkan menu makanan yg akan dipilih di Rumah makan mahal, sebagian lagi sibuk memikirkan bagaimana agar bisa makan hari ini.

Mengutip kata-kata bang togar kepada Alif (Ranah 3 Warna), semua kemalangan didunia ada ditempat seperti ini. Sebutkan saja semua; penyakit, kelaparan, kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dsb. Apapun kesedihan yg saat ini kita alami, saya yakin kita jauh lebih beruntung dari teman-teman kita di tempat ini. Semoga kita semua di lindungiNya, jadi orang yang lebih baik, selalu diberi kekuatan & kemampuan untuk menolong sesama tanpa pamrih, amin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: