Ambalat Beach

3 11 2010


Hola…

Yup, cerita pantai lagi. Bosen ya bacanya? Laut deui, lagi-lagi Laut, Laut again. Bukan karena kami blasteran seperti Percy Jackson, putra Poseidon. Biasalah, kami kan orang-orang iseng yg suka kelayapan kemana-mana dan berjemur di pantai, mengkilapkan kulit yg sudah sangat gelap ^_^ habis kemana lagi? Manjat gunung kan gak mungkin, gak Ada gunungnya. Pilihan yg banyak terserak seantero Balikpapan ya laut, pantai.
Here’s the storynya.

Once upon time ( terjemahan bebasnya : suatu saat ketika masih mudaan dikit beberapa bulan), kami pernah mencari pantai bernama Ambalat. Saat itu belum Ada peta, papan nama, bahkan tanda sama sekali ttg pantai ini. Hanya modal tekad Dan nekat, serta suka menyasarkan diri akhirnya kami menemukan pantai ini.

Sekarang dijalan utama, sudah Ada plang besar bertuliskan pantai ambalat (yg mungkin terinspirasi dari blog saya ini…hohoho, Ge eR.com) lengkap beserta foto-foto dan keterangan letaknya 3km dari jalan utama. Letak persisnya perbatasan Balikpapan & Samboja, masuk ke dalam kabupaten Kutai kartanegara. Atau gampangnya lurusan jalan mulawarman. Jadi bagi pantai lovers, sekarang gak susah-susah lagi mencarinya.

Saat pertamakali datang, kami menemukan pantai yg super duper sepi, hanya kami pengunjung pantai selain penduduk setempat yg mencari ikan. Hal tersebut sebuah berkah bagi kami pecinta pantai sepi.

Setelah beberapa kali kunjungan, baru ketahuan ternyata pantai ini tidaklah sesepi penampakannya seperti saat itu. Hari sabtu- minggu, pantai cukup rame dikunjungi orang, walau tidak seramai pantai manggar atau lamaru. Bahkan khusus Hari minggu, pengunjung harus membayar 10rb / mobil.

Yang paling menyebalkan menurut saya adalah pantai ini seolah-olah jadi arena balapan, terkadang motor ngebut-ngebut gak jelas bolak balik. Terkadang juga terkesan jadi arena latihan mengemudi mobil. Padahal dipantai ini Ada anak-anak kecil yg sedang bermain pasir atau mencari kerang, dengan banyaknya pengunjung yg latihan mengemudi, malahan terkesan lebih aman nyebrang ditengah kota daripada liburan di pantai???? Jadi saran saya bagi pecinta pantai sepi, datanglah di hari kerja, niscaya pantai lebih sepi dan aman dari motor/mobil yg lalu lalang.

Suatu hari, tidak jauh dari plang nama ambalat, kami menemukan sesosok ibu-Ibu yg sedang memanggang bambu buat bikin lemang. Suatu kesempatan yg langka bisa membawa pulang lemang dalam bambu sepanjang 60cm, yg masih panas karena langsung diangkat Dari tungku. Selain puas bermain di pantai, membawa pulang kerang-kerang penghias taman mungil berisi si kura-kura, plus kenyang makan lemang fresh from the oven ^_^


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: