DONDANG – Liburan Asik Selama Mudik (Part 3)

5 09 2010


Halo bang,bunda lagi nih🙂
Bunda kan emang mewakili abang bercerita ttg liburan abang.

Hari ini hujan sedari subuh. Bikin malas bangun, bikin ngantuk. Tapi ayah kan libur hari ini, so saatnya jalan-jalan mencari- cari tempat baru lagi, saatnya melihat dunia yg hijau-hijau, saatnya mencharge energi dengan yang baru.

Karena hujan yg membuat ngantuk dan malas, kita baru benar-benar melek jam 9 pagi, atau bisa disebut siang hehe. Dan setelah mandi dan berkemas-kemas, baru benar-benar ready to go jam 10. Tanpa tujuan, tanpa arah, hanya satu niat, jalan-jalan dong. Kita kan hobi jalan-jalan, suka menyasarkan diri ke daerah- daerah baru.

Ke bontang sudah, ke tenggarong juga sudah, ke sangatta kejauhan, ke derawan lebih jauh lagi. Yang tersisa adalah samarinda seberang. Nah, dengar-dengar, di dekat mutiara (salah satu site yg kadang-kadang ayah kunjungi) ada air panas. Letak pastinya juga gak jelas, la wong cuma dengar-dengar hehe. Jarang-jarang kan ada sumber air panas di kalimantan, terutama kalimantan timur, secara kaltim kan gak punya gunung berapi yg dapat membuat air jadi panas. Wah perlu dong didatangi, isu harus dibuktikan supaya gak cuma jadi kabar yg gak jelas kebenarannya.

Dari samarinda kita melalui jembatan mahakam, sampai di samarinda seberang lanjut terus ke Palaran, lalu setelah melalui beberapa tambang batu bara sampai deh di kota wisata perjuangan (demikian slogannya) alias Sanga-sanga. Kita gak mampir dulu di sanga-sanga, tapi lanjut terus ke Pamaguan. Gak berapa lama sampai juga kita di Dondang. Dondang ini termasuk dalam kabupaten kutai kartanegara juga loh bang seperti halnya sanga-sanga. Ckckck…Luas banget ya bang kabupaten kutai kartanegara itu.

AIR PANAS

Yippie, ternyata adalah sebuah kenyataan dan kebenaran ada air panas disini. Disebuah pertigaan, kita menemukan tanda panah ukuran sedang bertuliskan jalan masuk air panas. Cihuy… Bisa nih mandi-mandi or main air di air panas setelah kedinginan akibat hujan dan ac yang menggigit dinginnya.

Jalan dilalui berubah, dari aspal jadi jalan batu yg dikeraskan. Kemudian setelah melalui perempatan jalan pipa, ada lagi tulisan air panas di semak-semak jalan lurus. Dengan pedenya kita jalan terus, kemudian ada perempatan lagi, kiri dan kanan jalannya lebih mulus alias aspal. Wah mencurigakan nih, arah mana yg benar? Coba tanya dulu ama penduduk.

Hasil tanya jawab ayah ama penduduk setempat, air panasnya sudah kelewat, kira-kira dekat jalan pipa sebelumnya. Kalo lurus sih katanya pencucian pipa, kiri kanan pemukiman penduduk. Kayaknya menantang nih kita lanjutkan acara menyasarkan diri, air panasnya ntar aja saat pulang lagi, kan pasti lewat situ lagi. Tapi sayangnya abang sudah gak sabar pengen liat air panas. Okelah kalo begitu, kita putar arah lagi. Melalui jalan yg sudah kita lalui sebelumnya tadi, jalan pipa lewat, tulisan disemak juga lewat. Putar arah lagi deh, kata si bapak tadi yg kita tanyain kan air panasnya didekat-dekat situ aja.

Tulisan air panas disemak kita dekati, gak jauh dari situ ada rumah dari kayu, mungkin itu dia. Kita berhenti untuk bertanya, dan…. Yep anda benar, disitulah ternyata tempat air panasnya. Dari tempat kita parkir terlihat beberapa pendopo kecil yang tampak tidak terawat. Ada beberapa kamar mandi yg bertuliskan terapi air panas, ada arena permainan anak yg sudah tidak terawat, dan ditengah-tengah itu semua, ada sesuatu yg diberi pagar kayu mengelilinginya. Itulah dia air panasnya, ditengah-tengah pagar tersebut. Dengan membayar 4rb rupiah, kita pun masuk. Kalo mau mandi, harus bayar 10rb.

Saat mendekatinya, hmmmm… Memang terlihat bahwa itu sumber air panas, karena di air yg tergenang tersebut keluar gelembung-gelembung udara seperti yg biasa terlihat pada air yg sedang mendidih. Sayangnya, kondisinya yg tidak terawat menyebabkan air panas ini tampak seperti sarang nyamuk saja. Air keruh berwarna kehijauan oleh lumut, tanah disekelilingnya juga becek dan licin berlumut. Untuk mencoba merasakan air panas itupun abang ogah, apalagi mandi.

Sayang sekali, padahal ini salah satu potensi wisata. Jika lebih dirawat, bukan tidak mungkin akan ramai orang berkunjung. Apa yg menyebabkan airnya bisa panas? Bunda juga tidak tahu, karena kita berada di kaltim yg tidak memiliki gunung berapi. Mungkin ada batu bara yg terbakar dalam tanah, yg kemudian diatasnya tergenang air, sehingga air tersebut jadi panas. Walahualam, bunda juga gak tahu bang.

JEMBATAN DONDANG

Agak kecewa sebenarnya dengan petualangan kita sebelumnya, jadi apa salahnya kita lanjutkan jalan-jalan kita. Gak jauh dari situ, kita sampai di jembatan Dondang, di handil. Abang ingat gak, dulu kita juga pernah ke handil dan jembatan dondang ini namun melalui balikpapan. Kala itu kita habis dari tanjung harapan / tanah merah-samboja, itu tuh pantai favorite abang. Tapi kala itu petualangan kita berhenti sampai handil dan jembatan dondang saja, walau kita tahu jika kita lanjutkan pasti akan sampai samarinda. Setelah bunda pikir-pikir, ke handil lebih dekat lewat samarinda daripada balikpapan ya bang.

Jembatan ini panjang bang, gak tahu bundanya yg hiperbola, atau emang nyatanya demikian. Bunda merasa jembatan ini bahkan lebih panjang daripada jembatan mahakam. Kita cuma foto-foto sebentar, membeli minyak kayu putih buat abang dan adek yg bentol-bentol digigit nyamuk di air panas sebelumnya, langsung balik arah deh ke sanga-sanga lagi.

SANGA-SANGA

Ayah bilang, di sanga-sanga ada museum. Walau bunda sudah beberapa kali kesini, bunda baru tahu kalau ada museum. Bahkan abang yg ngantuk pun langsung antusias saat mendengar kata museum. Abang pengen ke museum yah, demikian abang bilang ke ayah.

Kita sempat muter-muter juga, ayah ternyata lupa letaknya sementara bunda gak yakin ada museum disini. Abang sempat liat pipa angguk, kita juga mengagumi kotanya yg terlihat lebih rapi sekarang, jalan-jalan sudah mulus disemen. Beberapa mesjid tua sudah diperbaharui.

Akhirnya ketemu juga kita sama museum yg ayah maksud. Disebuah gedung yg didepannya ada patung pejuang, ada tulisan museum perjuangan merah putih sanga-sanga. Sayangnya pagarnya digembok dengan rantai, pintunya pun tertutup. Abang yg pengen liat museum pun bertanya dengan nada sedih, kenapa ditutup yah museumnya? Ayah bunda juga gak tahu sayang, mungkin karena hari minggu jadi tutup, mungkin karena gak ada pengunjungnya, atau sebab-sebab lainnya yg ayah bunda tidak ketahui. Tepat di depan museum ada sebuah taman dengan patung yg bernada perjuangan. Disebelah museum ada gedung cagar budaya yg juga tertutup.

Sanga-sanga konon merupakan kota perjuangan bang, kota tempat rakyat berjuang melawan penjajahan, bahkan konon sempat terjadi seperti bandung lautan api, yaitu sanga-sanga lautan api. Sejarah pastinya juga bunda gak tahu, (walah si bunda banyak gak tahunya ttg sejarah yah bang, ntar deh bunda cari-cari bukunya di perpustakaan). Sanga-sanga pada masa jayanya dulu, seperti halnya kota balikpapan maupun muara badak bang, sama-sama makmur oleh minyak. Sekarang produksi minyaknya sudah tidak sebanyak dulu lagi.

PALARAN

Dari sanga-sanga kita pun pulang melalui palaran. Selama perjalanan kita melihat banyak tambang batu bara yah bang? Propinsi kaltim emang kaya dengan sumber daya alam yg tidak terbaharui, seperti minyak dan batu bara. Karena itu kita harus bijak memanfaatkannya bang. Kan minyak dan batu bara berasal dari fosil kan bang? Fosil dari apa? Hayooo abang ingat gak? Yak, fosil itu dari dinosaurus (hewan-hewan) dan tumbuhan yg membatu, melalui proses jutaan tahun jadilah minyak dan batu bara. Kalo gitu, kemungkinan jutaan tahun lalu kaltim ini dihuni oleh banyak dinosaurus yah bang? Hiiyyy syereemmm, untunglah kita hidup saat dinosaurus sudah gak ada, kebayang gak seh kalo masih ada dino? Hiiyyyy….kegencet dikit sdh gepeng kita hehehe🙂

Di Palaran sini mau di buat jembatan Mahakam 2 loh bang. Tapi belum selesai di buat, jembatannya terputus ya bang. Jembatan ini nantinya akan dinamakan jembatan Mahkota 2, sebagai jembatan alternatif melalui sungai Mahakam. Sayangnya belum selesai ya bang.

SAMARINDA SEBERANG

Dari palaran akan terhubung ke smarinda seberang. Samarinda seberang ini sebenarnya termasuk wilayah samarinda juga bang, cuma karena letaknya diseberang sungai, maka dinamakan samarinda seberang.

Sarung samarinda yg terkenal dan pusat kerajinannya ya di samarinda seberang ini, tapi bunda juga gak tahu dimana letaknya. Kue-kue khas kaltim buat panganan berbuka puasa, seperti kue bingka barandam, bingka telur, (yg bahkan katanya belum ke samarinda jika belum ngerasain makanan ini) yg terkenal juga berasal dari sini, namun letaknya lagi-lagi bunda gak tahu.

Setelah melalui jembatan mahakam, sampailah kita di samarinda. Saatnya pulang, uci kai pasti sudah kesepian ditinggal abang dan adek yg lucu-lucu berpetualang. Next week, abang pengen ke teropong bintang kata abang. Abang pasti masih penasaran ama planetariumnya ya? Hehehe…next week kita jalan-jalan lagi ya sayang. Love you all


Actions

Information

2 responses

11 10 2010
muti

jangan lupa menginap di penginapan handayani handil for the next time ^_^v

12 10 2010
advanture

Kalo gratis dengan senang hati kami menerimanya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: