TENGGARONG – Liburan Asik Selama Mudik (Part 2)

1 09 2010


Eh ketemu lagi, biasa… Bunda deui, bunda deui…

Kan bunda sudah cerita sebelumnya kalo hari minggu dan senin ayah libur 2 hari kan bang? Hari minggu lalu kita habiskan dengan jalan-jalan ke Bontang. Seninnya? Ya gak mungkin dirumah lah kalo ayah sedang libur, kita kan orang-orang iseng yang gemar jalan-jalan alias berpetualang, tul tak upin?

Yup benar, senin kita ke Tenggarong (tuh kan keliatan dari judulnya). Tenggarong adalah ibukotanya kutai kartanegara, kabupaten terkaya dan terluas di propinsi kalimantan timur. Kenapa Kita pilih Tenggarong? (1) mengenal sejarah kerajaan jaman dulu, ya walau bunda gak pintar-pintar amat dlm sejarah, tapi setidaknya dasarnya tahu🙂 (2) dekat dengan samarinda, hanya 60km dari samarinda (3) ada museum kerajaan kutai dan planetarium, kan abang suka banget dengan astronomi, benda-benda langit, planet, bintang, dsb. Jadi, inilah tempat yang pas kita kunjungi, jalan-jalan sambil belajar.

Jalan menuju Tenggarong awalnya rusak, namun mendekati kota, jalan lumayan mulus. Entah kenapa tenggarong menyebut dirinya kota wisata, mungkin karena ada pulau kamala yang dulunya diproyeksikan menjadi tempat hiburan terbesar di kaltim meniru jejak taman mini. Mungkin karena museum mulawarmannya, mungkin karena ada jembatan yg meniru golden gatenya amerika, entahlah.

Bunda dan abang yang punya hobi fotographi, langsung aja foto-foto jembatannya ya bang. Jembatan yang digadang-gadangkan sekeren dan semirip aslinya di amerika sono. Ya buat dokumentasi, bukankah abang dapat tugas dari sekolah untuk bikin journal liburan asik selama mudik. Penting dong foto, bukti nyata abang beneran kesitu, bukan rekayasa maupun rekaan🙂

MUSEUM MULAWARMAN

Terus ditengah terik yang menyengat, kita ke museum Mulawarman atau juga dikenal sebagai museum Tenggarong. Mungkin karena hari kerja, atau sudah siang, atau bulan puasa, museum sepi banget. Cuma kita pengunjung yang ada, cuma kita yang iseng banget berkunjung ke museum di bulan ramadhan yang terik.

Tiket masuk 12 ribu berempat ( kalo gak salah, maklum bunda kan pelupa). Kita keliling museum, liat-liat berbagai barang peninggalan kerajaan. Ada pakaian, mahkota raja, arca, prasasti, keramik, dsb. Suasana yang sepi, agak gelap, dan udara dingin, sebenarnya membuat bulu roma bunda meremang. Bunda kan emang petualang penakut, petualang yang banyak syarat…hehe. Banyak hal yang bisa abang pelajari kan dari museum.

Bahwa kutai adalah kerajaan hindu tertua di Indonesia, dengan rajanya yang terkenal Mulawarman. Bahwa jaman kerajaan dulu, nulisnya gak pake pensil dan kertas kayak abang sekarang, tapi pake batu yang disebut prasasti dengan tulisan sanksekerta.

PLANETARIUM

Konon katanya, planetarium hanya ada dua di Indonesia, dan salah satunya berada di kota Tenggarong ini. Karena minat abang yang sangat besar pada astronomi, pada planet, bintang, dan benda-benda luar angkasa, inilah alasan utama ayah bunda ngajak abang ke Tenggarong, melihat planetarium!

Sayangnya, walau buka, tapi tempat ini sepi dan kosong melompong. Tak kelihatan satu batang hidungpun petugas, akhirnya setelah lama berspada…hola…halo… Dan menunggu, muncul juga seorang petugas. Menurut informasinya, planetarium hanya menerima rombongan minimal 30 orang. Harga tiketnya cukup murah, malah lebih murah daripada nonton di bioskop, perorang 7500,-. Anak-anak 5000 kalo tidak salah. Ya masa sih kami harus nungguin atau nyari-nyari rombongan dulu? Plis deh ah…

Akhirnya si bunda pun dengan kreatif meminta kebijakan agar dibolehkan grup kecil petualang kita yang hanya 4 orang untuk masuk, walau harus membayar lebih. Katanya sih, biasanya boleh booking bayar 200rb, tapi beliau harus nanyain ke atasannya dulu. Dan dengan harap-harap cemas, kita menanti keputusannya, cukup menegangkan juga karena air mata abang sudah hampir menetes tuh.

Dan…. Tetap tidak bisa, karena operatornya sedang tidak ditempat, sedang keluar demikian pengumuman beliau. Whatssss???? Plis deh ah, masa sih buka untuk umum tapi petugas gak ada di tempat? Masa tempat yang konon kebanggan kota pengelolanya malah gak ada? Gimana kalo agak sore kami balik lagi kesini? Kira-kira sudah datang gak orangnya? Waduh, gak tahu ya, gak bisa dipastikan selain itu planetarium tutup jam 3, katanya. Biasanya pengunjung ramai setelah lebaran, katanya lagi, jadi cobain aja kesini setelah lebaran? Hah?????

Kemudian, karena abang nangis, kita di bolehkan liat-liat di lantai satu. Yo wes lah bang, lain kali kita kesini lagi, kalo operatornya sudah stand by di tempatnya seharusnya berada. Kita jalan-jalan ke tempat lain aja yok.

PULAU KUMALA

Ya, ini dia pulau yang sengaja dibikin ditengah-tengah sungai Mahakam. Sebuah proyek ambisius untuk membuat taman hiburan terbesar seperti halnya taman mini indonesia indah. Proyek yang memakan biaya yang tidak sedikit dan mengundang artis-artis ibukota untuk turut mengiklankannya, pada awalnya cukup mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, pada akhirnya pulau ini malah terlihat terlantar, panas, gersang, tersia-sia dan terbengkalai.

Entahlah apa yang salah, mungkin pengelolaannya, mungkin karena pohonnya yang sedikit membuat pulau ini terasa panas menyengat, mungkin kurang promosi, mungkin ini dan itu yang bunda juga tidak tahu.

Kita kesini tengah hari, panas terasa membakar kulit. Untuk sampai ke pulau ini dapat ditempuh dengan dua cara, naik perahu-perahu di tempat penyebrangannya, atau naik cable car.

Bunda gak tahu berapa tarif cable , karena kita selalu memilih naik perahu bila ke pulau ini. Tarif perahu adalah 20rb perperahu, sekali jalan. Tidak terlalu mahal, tapi juga tidak terlalu murah kalo pergi sendiri. Waktu yang ditempuh kurang lebih 5 menit.

Sesampai di pulau, lagi-lagi kita harus berspada, halo, hola anybody home diloket pembayaran karena tidak tampak batang hidung petugas. Akhirnya, ya sudahlah kita masuk aja, kalo emang petugasnya gak ada berarti kan kemungkinan gratis. Kan gak mungkin kita pulang lagi sebelum masuk hanya gara- gara tidak ada petugas.

Saat kita masuk dan bertanya pada mobil yang stand by disana berapa tarif keliling pulau, katanya gratis karena sudah termasuk tiket masuk. Waktu bersiap-siap naik mobil itulah kemudian datang petugas yang masih ABG meminta kita membayar tiket seharga 30rb dengan rincian dewasa 10rb, anak-anak 5rb. Katanya mereka mencari tempat teduh karena panas tempat loket pembayaran.

Keliling pulau tidak menarik minat abang, abang malah sibuk memperhatikan gandengan mobil di belakang, adek sibuk minum susu, ayah malah tidur, tampaknya hanya bunda yang memperhatikan jalan-jalan yang dilalui, karena emang tugas bunda kan sebagai fotographer dan reporter hehehe, si bunda emang suka sok iye deh🙂

Dulu kita juga pernah kesini, saat abang masih bayi, saat pulau ini masih jaya dan didengung-dengungkan. Tidak ada perubahan berarti, hanya rumput-rumput ilalang yang meninggi di hampir semua tempat, candi ditutup dengan seng disertai peringatan akan longsor. Rumah adat dayak jadi tempat souvenir store, patung lembuswana diujung pulau jadi cafe river.

Selebihnya…ilalang dan ilalang. Bunda sempat ngobrol dengan seorang mbak-mbak petugas di mobil yang kita naikin, apa saja permainan yang ada. Ada banyak katanya, ada sky tower, bom-bom car, carousel/ mery goes arround, dsb. Tapi sekarang gak bisa bu, sedang mati lampu. Kapan hidupnya? Gak tahu juga, sejak kemaren dan mungkin sampe 5 hari ke depan, katanya lagi. Emangnya gak punya sumber daya sendiri? Enggak, gak kuat kalo pake genset katanya. Oooohhh lala…

Pantesan sepi, pantesan siang itu kayaknya cuma kita pengunjung yang datang. Harga 30 rb untuk berempat tidaklah terlalu mahal, namun seketika itu juga bunda merasa kemahalan. 30 rb kalo hanya memandang ilalang sih, mahal banget. Sungguh sayang melihatnya terbengkalai seperti itu, tidak terawat. Padahal potensinya sangat besar jadi tempat wisata keluarga, karena dilengkapi berbagai permainan, bahkan ada resortnya pula.

Ketika akhirnya mobil mengantar kita sampai di pintu keluar, kita pun pulang menggunakan perahu yang ada. Dihitung-hitung tarif perahu pp 40rb+ tiket masuk pulau 30rb, totalnya 70rb hanya untuk melihat pulau yang jadi icon kota wisata.

Minggu depan, kemana lagi yah kita bang? Tunggu aja kelanjutannya seri liburan asik selama mudik.


Actions

Information

2 responses

2 09 2010
dk

tutup saja planetariumnya…
parah jg nih dinas pariwisatanya ora niat ketho e… ampun dah…

2 09 2010
advanture

No comment hehe, mana oleh2 dr maluku nya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: