BONTANG – Liburan Asik Selama Mudik (Part 1) –

1 09 2010

Halo…

Ini si bunda lagi, si bunda lagi🙂

Bang, bunda mewakili abang ya bercerita tentang liburan abang selama mudik, alias pulang kampung ke rumah uci kai. Sebenarnya ini tugas abang kan bikin journal tentang kegiatan abang selama liburan, tapi karena abang belum bisa bikin reportase ataupun cerita dan menulis, jadi bunda wakilin aja abang bercerita. Ok? yuukk lanjutkan sebelum bunda lupa apa yang hendak bunda tulis.

Hari jumat, begitu pulang sekolah, kita langsung diangkut kai ke samarinda. Kita akan menghabiskan liburan abang di samarinda, dirumah uci kai. Ya sekalian berlebaran nanti, ayah kan sedang on duty jadi kita emang gak bisa kemana-mana. Tapi hari minggu-senin, ayah ambil libur 2 hari, yippieee…seperti biasa, kalo ayah libur kita adventure, jalan-jalan, berlibur, main-main dan melakukan hal-hal menyenangkan lainnya.

Hari sabtu, sedari sahur bunda gak tidur-tidur lagi loh bang. Bukan karena mau jalan-jalan, tapi karena baca …hehehe. Nah, jam 8 pagi, abang, adek, ayah sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap. Kita merencanakan untuk jalan-jalan ke Bontang. Kenapa Bontang ? (1) dulu sekali, kita pernah tinggal disini, saat abang masih dalam perut bunda sampai abang berusia 1 tahun, banyak kenangan dikota ini (2) kita punya rumah yang sudah lama gak kita jenguk (3) ayah bunda kangen sama makanan di Bontang (4) banyak teman dan saudara kita disini…jadi apa salahnya kita jalan-jalan ke Bontang? napak tilas, wisata kuliner, berlibur, mengenang masa lalu. Pasukan ready? Bismillahirahmanirrohim…yuks jalan.

AIR TERJUN TANAH MERAH

Pertama-tama, kita tidak langsung ke Bontang. Abang kan tahu, kita kan suka melintir-lintir dari jalan kalo sedang berpetualang. Jadi kita ke air terjun tanah merah dulu. Air terjun tanah merah ini terletak di km 20 jalan poros samarinda-bontang, jadi masih di arah yang sama dengan bontang.

Air terjunnya sedang sepi ya bang? pengunjungnya cuma kita saat itu. Bunda gak tahu, apa karena sedang bulan puasa, atau karena sebab lain, misalnya kurangnya informasi tempat wisata yang satu ini. Sebelumnya, kita beli karcis dulu, dewasa 3 ribu, anak-anak 2 ribu dan kendaraan roda empat 2 ribu kalo gak salah. Karcisnya langsung abang simpan kan, abang emang suka sama hal-hal yang berbau karcis, tiket, dan semacamnya.

Kita liat-liat air terjun, foto-foto, setelah puas…lanjut deh perjalanannya. Banyak yang masih bisa kita tuju nih selama perjalanan samarinda-bontang…let’s go.

DESA WISATA SUNGAI BAWANG, KUKAR

Sebenarnya kita berniat ke desa wisata pampang, ini kan hari minggu. Biasanya hari minggu jam 12, ada acara tari-tarian khas dayak. Kita sudah beberapa kali ke desa ini, tapi selalu tidak di hari minggu, jadi tidak banyak yang bisa di lihat selain kehidupan desa dayak. Sayangnya, kali inipun kita tidak jadi ke desa ini untuk menyaksikan tarian dayak, dan orang-orang dayak telinga panjang dengan pakaian khasnya, karena saat sampai di daerah ini, waktu masih menunjukkan jam 10 pagi, masih lama kalau mau menunggu pertunujukannya, sedang tujuan utama kita ke bontang masih jauh.

Jadi kita melintir ke desa wisata yang satu ini, namanya desa bawang. sama-sama desa dayak, namun lebih apa adanya alias tidak komersil. jalannya masih jalan tanah, sebagian kecil disemen, tapi terputus-putus oleh jalan tanah dan batu yang cenderung off road. Selama perjalanan, lebih banyak terlihat adalah rawa. Asik kalo mau merenung-renung, menghindar dari hiruk pikuk kota. Sesampai di desanya, kita melihat banyak orang dayak yang sudah lebih kota, tidak tradisional banget, dan sayangnya kita tidak melihat dayak yang bertelinga panjang. Menurut informasi, dayak yang telinga panjang hanya terlihat jika ada upacara adat atau panen. Sekarang, lanjut…Sambera masih menunggu kawan.

SAMBERA

Kita sering banget dengar cerita ayah, sambera ini, sambera itu. Kita juga punya kura-kura yang didapat ayah saat dinas di sambera. hmm, jadi penasaran, kayak apa sih sambera itu. Daerah kekuasaan ayah dan kawan-kawannya itu. Kita minta ayah, ke bontang lewat sambera. Sebenarnya ini artinya memutar arah, karena kita tidak melalui jalan dari muara badak, tapi jalan poros samarinda-bontang, ke sambera-bontang sama artinya dengan muter-muter. Rutenya adalah poros bontang-sambera-muara badak-tanjung santan-bontang. Tuh kan liat aja rutenya, artinya perjalanan akan menjadi lebih lama, karena kita harus kembali dulu ke muara badak sebelum lanjut ke bontang. Belum lagi bila mengingat kondisi jalan yang terbuat dari tanah, yang kalo hujan bikin melintir-melintir mobil yang bukan peruntukan off road, walau si bu’ung mobil offroad tetap aja ngepot-ngepot dikit.

Tapi abang kan pengen tahu daerah ini, juga siapa tahu ada kura-kura lagi…hehehe. Jadilah kita beroff road ria, melintir-lintir, ngepot-ngepot dikit, karena saat itu turun hujan. Duh,nih perjalanan akan masih lama loh…nanti sampenya ya di pabrik, terus turun dan bla…bla…ayah menjelaskan. waduh, kita balik arah aja deh kalo kita, lewat kebun karet aja, abang dan adek sudah mulai rewel. Yang penting kita sudah tahu kan, sudah dapat gambaran jalan yang dilalui ayah kalo ke sambera.

KEBUN KARET

Kalo kita melalui jalan poros samarinda-bontang, kita pasti akan melalui kebun karet. Atau lebih dikenal dengan PIR (perkebunan inti rakyat). Dulu waktu abang masih bayi, ini daerah kekuasaan abang nih. Sering banget kita lewat sini, dan banyak tempat makan favorite kita juga di daerah ini, ada warung Mang Jajang, yang pemiliknya sunda asli jadi teman ngobrol ayah kalo kangen ama kampung halamannya, jual makanan standard ayam goreng…tapi rasanya mantap! Ada juga rumah makan kenari, yang tempatnya asik banget buat nongkrong, dan burung punainya…yummie. Ada juga tahu sumedang, yang pemiliknya juga sunda asli, yang juga lagi-lagi teman ngobrol ayah dalam bahasa induknya. Dari masih berupa warung kecil, sampe menggurita seperti sekarang.

Abang sudah lupa semuanya, wajar saja karena abang masih bayi waktu kita sering melalui jalan-jalan ini. Abang bahkan lupa tentang kebun karet. jadi kita berhenti sebentar, melihat pohon karet yang sedang disadap penduduk. Kulit pohon yang dilukai itu, akan mengeluarkan cairan kental berwarna putih, yang kemudian bila sudah terkumpul banyak dan dibawa ke pabrik, akan diolah menjadi karet seperti yang abang liat, seperti ban, karet gelang, dsb.

BONTANG

Setelah mampir sana sini, akhirnya jam 14.30, sampai juga kita di Bontang. Duh, kangen juga bunda sama kota kecil ini bang. Dulu bunda jatuh cinta dan cinta mati dengan kota ini, kehidupannya yang tenang, tanpa kesibukan berarti, tanpa kemacetan, tanpa banyak godaan duniawi yang menggoda iman untuk konsumtif, tanpa hiruk pikuk khas kota besar membuat bunda jatuh cinta dan sedih banget ketika harus meninggalkan kota ini. Abang kan tahu, bunda gak terlalu suka dengan kota besar.

Disini ada pabrik pupuk kaltim (PKT), dan LNG (gas alam cair). Begitu sampai, kita langsung ke mall satu-satunya di Bontang, yang dulu belum ada, yaitu Ramayana. Abang makan di KFC dulu, abang dan adek gak puasa, masih kecil, gak apa-apa, tapi tahun depan sudah harus puasa ya bang. Setelah itu kita mampir ke rumah kita dulu, rumah tempat abang menghabiskan masa kecil abang dulu, rumah kenangan yang tidak banyak berubah kecuali cat yang sudah pudar dimakan usia dan pohon-pohon yang kita tanam dulu sudah tumbuh besar. Abang pengen liat pabrik tempat ayah kerja dulu, jadi kita pun melalui pabrik itu. Abang sibuk mendokumentasikannya kan, foto-foto, sayangnya abang sendiri gak mau difoto. Kemudian kita ke pelabuhan Lokhtuan, lihat kapal-kapal. Terus kita mampir di taman bumi tenda cibodas yang masih dilingkungan PKT.

Taman ini adalah taman umum, terbuka untuk siapa pun walau berada dalam kompleks PKT. Disini dulu abang sering bermain dikala sore. Ada pesawat cesna yang di cat berwarna warni, speed boat yang diubah jadi ayunan, ada patung T-rex, dan banyak macam permainan. Abang dan adek senang sekali, sampe lupa segala lelah, lupa waktu, bahkan tidak mau diajak pulang. Namun, kita harus segera pulang, kasian uci kai dirumah. Jadi jam 17.30 lewat, kita pun pulang. Andai abang mau nginap di Bontang, esok kita masih bisa teruskan petualangan kita ke sangatta, kutim. Bahkan ayah bunda sempat wisata kuliner dulu di Bontang, icip-icip makanan yang dulu sering ayah bunda makan, sempat ke LNG, sempat ke rumah saudara abang, sempat ke rumah teman-teman, sempat pula ke Bontang kuala. Tapi gak apa, kita sudah puas melihat kota kenangan kita, abang dan adek bahkan puas bermain di taman cibodas.

Sebelum pulang, kita mampir dulu di masjid Baiturahman bontang, dulu kalau bulan puasa, pasar ramadhannya biasanya disini. Dan benar saja, Ada pasar ramadhan, kita cari-cari cemilan buat ayah bunda berbuka dijalan nanti. Setelah itu kita pun pulang, mengejar waktu berbuka di kebun karet, di warung mang jajang.

Sebelum sempat sampai di warung mang jajang, ternyata sudah waktu berbuka. Ayah bunda berbuka dijalan, dengan cemilan yang sebelumnya kita beli di masjid tadi. Dan sampai di warung mang jajang, kita pun makan dengan lahap, allahuma lakasumtu wabika amantu, waala rizqika aftartu birahmatikaya arrahmanirohhim, gitu kan abang berdoa sebelum makan walau abang gak puasa. Allhamdulillah, akhirnya kesampaian juga makan di warung mang jajang🙂

Sudah lama sekali kita gak kesini, adek bahkan belum pernah menginjakkan kakinya di Bontang, dan warung mang jajang. Tapi si ibu pemilik warung masih ingat sama kita bang, surprise juga. Kemana aja, tanya beliau? waduh sekarang sudah besar ya, sudah punya adek lagi. Setelah sholat dan bungkus burung punai buat uci kai, kita pun pulang. Nanti, kalo ayah libur lagi, kita jalan-jalan lagi ya…good nite abang, adek. Have a nice dream. Bye Bontang, banyak kenangan disana. Walau dirimu tidak banyak berubah, walau dirimu masih statis dan dinamis seperti dulu, kami selalu mengenangmu sebagai bagian dari diri kami, tempat kami dulu bertumbuh, berbagi hal tentang cita dan cinta.


Actions

Information

2 responses

1 09 2010
Lomar Dasika

Bu…apakah Sambera memiliki hubungan dengan salah seorang atlet perenang nasional kita : Richard Sambera?

1 09 2010
advanture

Mungkin perenang itu berasal dari sambera ya, atau daerah ini terinspirasi oleh perenang itu, saling kait mengait… Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: