TANJUNG HARAPAN, SAMBOJA (LAGI)

8 08 2010

Sabtu,8 agustus 2010

Dear anak-anakku. Sudah satu minggu lebih ayah off, tapi kita lebih sering ngetem di rumah, masak rame-rame,makan suap-suapan dan tidur bertumpuk-tumpuk seperti biasa yg kita lakukan bila ayah off. Hanya sekali kita jalan-jalan ke pantai, yaitu hari minggu lalu,kita ke pantai Manggar karena sudah kesiangan berangkat dari rumah. Jadilah pantai terdekat saja yg sempat kita kunjungi, itupun kita tidak bias menikmatinya karena ternyata pantai penuh..nuh..nuh dari ujung ke ujung, penuh sesak dengan keluarga-keluarga, rombongan-rombongan yg bermain-main air di pantai.

Sebenarnya hari inipun kita berniat ikutan pawai kan? Pawai menyambut bulan Ramadhan, yg tadi malam abang cerita ke ayah bunda ; abang nanti kumpul di monument, terus jalan kaki bersama teman-teman ke lapangan merdeka. Tapi sedari pagi, ayah bunda bangunin, abang malah nangis-nangis sambil memeluk guling, dengan suara yg masih ngantuk bilang abang gak mau ikutan pawai.Jadi ke pantailah kita, pagi-pagi setelah persiapan mendadak, dan menyempatkan goreng udang bertelur kesukaan abang dan adek…bismilahirohmanirrohim…berangkaaat..

Kali ini kita memilih melalui jalan Balikpapan-samarinda, kemudian setelah sampai disimpang samboja, belok menuju handil. Ingat gak abang, beberapa kali kita singgah di pom bensin, tapi ternyata semuanya bertuliskan solar habis. Jadilah kita tidak mengisi bahan bakar, entah kenapa kok solar dan bensin sekarang susah, padahal kita tinggal dikota penghasil minyak. Abang bilang, ayah…kok lama? Seperti kebiasaan abang kalo pengen cepat sampai atau bosan dijalan. Emang lama, karena pantai ini kan lebih jauh dari pantai Manggar bang.

Bunda tahu, abang pengen cepat sampe karena pantai ini kan kesukaan abang. Pantai tempat abang bias cari kerang, komang, main pasir sepuasnya dan juga banyak pohon-pohon yg meneduhkan kan? Tapi bunda tahu, yg paling abang suka, di tempat ini abang dibolehkan ayah nyetir mobil kan…abang yg memegang setir tanpa campur tangan ayah, dan karena tempatnya sepi, abang jadi berani nyetir kan dan hebatnya…abang emang bisa menyetir kemudi, tahu kapan harus berbelok, kapan lurus. Dan begitulah, hari inipun abang langsung ambil alih kemudi begitu memasuki hutan pinus tanjung harapan, disertai teriakan bunda belok sana sininya supaya jangan terjebak oleh pasir (padahal bunda agak panik sih bang, masa anak sekecil abang yg 5 tahun aja blm sampe disuruh nyetir – ya ngaku deh, sebenarnya bukan agak panik, tapi panik beneran-)

Terus karena abang pengen nyetir terus, kita pilih tempat paling jauh, paling ujung. Di tempat itu, pertama-tama yg kita lakukan makan. Ya, karena ayah bunda belakangan ini suka masak, jadi kita bawa bekal dari rumah. Di bawah rindangnya pepohonan, ditemani deru ombak dan semilir angin, kita makan rame-rame menyerbu bekal dari rumah. Kita makan udang, ikan dan tahu yg sudah digoreng dari rumah. Kata abang, makan disini asik, jadi kalo mau makan kita kesini aja yah. Makan di tempat terbuka seperti itu, ditemanin alam ternyata emang asik ya bang. Selama ini kalo ke pantai kita jarang bawa makanan, kalopun bawa paling-paling cuman kue-kue. Tidak heran banyak orang yg ke pantai malah kayak mau ber –berbeque party ria, bawa alat bakar, ikan,jagung dan sebagainya yg ngeliatnya aja kita jadi ribet sendiri.

Setelah bekal makanan kita serbu, kita berburu kerang. Abang, adek dan bunda keliling cari kerang sementara ayah masih asik makan. Di pantai ini emang banyak banget kerang, kerang-kerang kemudian kita masukin tas kresek yg diibawa ayah dari rumah. Setelah ayah selesai makan, kita mendirikan tenda dulu sebelum jalan lebih ke tengah, mendekati laut yg sedang surut, mencari lebih banyak kerang dan sponge-sponge. Kita emang ngumpulin kerang buat taman abang dan adek kan. Kalo taman orang lain pake batu kerikil-kerikil khusus buat taman, taman abang dan adek beda sendiri, dihiaskan batu-batu dan kerang-kerang laut. Sejak abang masih kecil dan adek masih dalam perut kan kita emang sudah suka berburu kerang buat taman, walau pada akhirnya kerang-kerang tersebut berlumut,karena itu kita berburu kerang lagi untuk meregerasi kerang yg lama yg sudah berlumut.

Setelah itu kita kembali ke tenda, minum kelapa muda-kata penjualnya sih- yg sudah tidak muda lagi, terus jalan-jalan ke pasir putih yg paling ujung berburu dollar laut yg bentuknya kayak uang koin tapi bergambar bintang. Abang banyak dapat dollar kan, adek karena digendong ayah, cuman dapat dollar dikit. Setelah itu kembali ke tenda lagi menghabiskan kelapa muda walau tetap tidak mampu dihabiskan, membongkar tenda, kemudian pulang. Dah aut (dadah laut), dah api (dadah sapi)…kata adek. Dan kita pun menuju ke rumah. Di jalan kita bertemu dengan pawai, entah pawai apaan, mungkin juga menyambut Ramadhan seperti pawai yg seharusnya abang hadiri pagi tadi. Abang tidur, adek lima watt, ayah merem melek, bunda meringis kebelet pipis. Untungnya disimpang samboja, kita berhenti di tempat mie ayam pangsit langganan kita kalo habis berpetualang, makan mie ayam yg porsi jumbo dengan harga murah meriah itu. Terus pulang deh. Sayangnya kita belum isi bahan bakar yg sekarat, yang dimana-mana kita datangin gas stationnya selalu bertulis solar kosong, kalau isinya penuh mungkin kita melanjutkannya ke bukit bangkirai ya bang, atau memancing di kariangau –tempat dekat kapal-kapal itu loh yah, kata abang-

Off ayah kali ini kita jarang jalan-jalan. Tapi insya Allah off ayah berikutnya kita akan adventure yg lebih seru ya sayang. With love ayah – bunda.


Actions

Information

2 responses

27 09 2015
Fijaya

Halo mba! Salam kenal, saya Fijaya, 19yo, tinggal di Samarinda, hobi berpetualang juga hehehe.

Mau tanya
1. Untuk camp dan bermalam di Tanjung Harapan ini apakah harus izin dulu?
2. Alamat detail Tanjung Harapan dimana?
3. Alamat mie ayam, serta harganya sekalian mba😀

Blog mba baguss bangettt

27 09 2015
advanture

halo juga mbak fijaya, salam kenal juga🙂
1. camping di tanjung harapan sepertinya sih tdk perlu ijin, tapi lebih baik kasih tahu aja pengelolanya
2. letaknya di daerah samboja, agak susah sih ngasih alamat detailnya. Kalau dr arah balikpapan jalan ke arah handil, nah kalau sudah sampai daerah samboja tanya2 aja lagi disitu, pantai tanjung harapan atau dikenal juga sebagai pantai tanah merah
3. mie ayam…hihi saya lupa pernah cerita mie ayam ya. mie ayam ini letaknya di simpang sebelum masuk (belokan) kearah tanjung harapan, harganya kayaknya standard aja, dibawah 20rb, mungkin 15 atau kurang dari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: