TAMAN WANA WISATA KM 10

30 05 2010

Setelah dari sungai wein, sebenarnya kami tidak langsung ke taman ini. Namun sempat mencari jalan off road lain, yaitu sebuah jalan yang dalam tahap pengerasan yang menurut info sih nantinya akan menjadi jalan menuju pelabuhan peti kemas. Kalo namanya pelabuhan, tentunya arelanya menuju laut dong. Dan karena jalannya sedang dalam pengerjaan, tentunya ada hutan juga dong. Dan kesanalah kami…namun tidak banyak yang saya bisa ceritakan, karena sebenarnya saya kurang suka dengan kondisinya, jalan panas (oia, setelah hujan…cuaca berubah jadi panas lagi), masih tahap pengerjaan alias masih pengerasan…kanan kiri tanah-tanah yang bertuliskan SHM no sekian, ahli waris si anu, milik si itu…dan sebagainya. Hutan-hutan? Keliatan sih…dikit…jalan yang masih menyakitkan membuat saya jadi males memperhatikan sekeliling, sehingga membuat sebgian besar waktu saya habiskan untuk tidur -biarin deh abang en ayahnya aja yang menikmati dan mencari-cari jalan off road kesukaan mereka, sambil berdikusi memilih jalan sebelah kiri yang ada genangan lumpur…atau jalan sebelah kanan yang dikeraskan dengan kerikil, dan sebagainya-.

Setelah keluar dari jalan sebelum menemukan ujungnya ini, kami pun mencari jalan lain yang kira-kira ke arah hutan dan ada off roadnya. Dan sampailah kami ke km 10 ini. Jalan ini sebenarnya sudah sangat lama saya incar..tampaknya dari jalan utama terlihat menarik, sebuah jalan kecil yang sempit kalo boleh dibilang seperti gang, yang kanan kiri jalannya diapit rapat oleh pepohonan seperti memagari dan menaungi jalan tersebut. Tiap kali lewat sini, saya selalu tergoda berat untuk memasuki jalan ini. Ppohon-pohon yang ada seolah-olah melambai-lambaikan tangannya memanggil saya untuk mampir..sayangnya tiap melewati jalan ini seringnya kami agak laju, sehingga saya hanya bisa menikmati sekilas. Belum sempat untuk mampir karena yaitu tadi, selain karena seringnya agak ngebut juga biasanya kami mempunyai tujuan lain. Dan baru kali ini baru kesempatan itu datang…cihuuuy…

Dari jalan utama, jalan ini benar-benar menggoda…naung oleh pohon dan terlihat seperti benar-benar hutan yang gimana gitu…-agak takut bercampur senang melihatnya, bingung kan?- Kami pun mengarahkan mobil kesini. Jalannya sempit dan berlubang-lubang. Ternyata pohonnya tidak serapat yang terlihat ditepi jalan. Kemudian…sampailah kami ke sebuah tempat yang pertama-tama mata langsung tertumbuk pada tulisan tarif masuk. Loh? Kok ada tarif masuk, berarti bukan hutan dong?

Situasi : Kaca dibuka, muncullah penjaga loket memberi 3 karcis, satu berwarna kuning bertuliskan mobil 3000, dan dua berwarna putih masing-masing bertuliskan 1000. (yang langsung direbut dan disimpan abang)

Percakapan :

Saya pun bertanya, pak…ada apa sih didalam?

Si bapak : ??? (wajah melongo campuran bingung sambil mikir, nih orang kesasar atau oon?)

Saya : didalam ada apa aja pak? Ada binatang? (pertanyaan yang mempertegas oon nya saya dalam pikiran si bapak)

Si bapak : anaknya ikutan out bound bu?

Saya : oooh ada outbound toh didalam ? enggak, anak saya gak ikutan outbound tapi pengen liat juga ada apa didalam?

Si bapak : ibu tinggal dimana?

Saya : w#@%&*…menyebut nama perumahan

Si bapak : ooohhh…(maksud oh si bapak apa yah? Gak jelas apakah org-org di perumahan tersebut memperjelas pikiran si bapak atau oohh yang lain…hehe)

Daripada melanjutkan obrolan yang semakin tidak jelas, akhirnya setelah membayar 5 rb…mobilpun masuk. Di dekat pintu masuk tersebut langsung terlihat kandang-kandang monyet, areal permainan anak, kandang burung, dan dari peta lokasi yang kami pelajari sekilas…ada kandang kuda, kandang rusa, areal perkemahan, outbound, dsb. Mendengar ada kandang kuda, abang langsung melupaka rengekannya mencari jalan off road. Rengekannya langsung berubah menjadi, ayo cepetan yah masuk…nah loh, berhasil juga…hehe.

Setelah parkir mobil, kami melihat ada keramaian di sebelah kanan…rupanya ada sebuah TK yang mengadakan acara outbound disini. Kami pun memutuskan kearah kiri, ada tempat luas berumput dan tempat duduk dan jalan setapak menuju hutan atau entah kemana. Abang langsung merengek…ayo kita cari kandang kuda…nah loh, kemana yah? Petanya kan gak dicatat dan lupa juga, selain itu juga tahu sendiri kan kami…agak-agak buta peta kalo cuman diingat gitu…hehehe. Setelah muter-muter melihat areal outbound, bertanya kanan kiri eh salah deng…cuma pada sebelah kanan karena kiri hutan – masa iya bertanya pada pohon atau rumput yang bergoyang-, ternyata dulunya sih katanya ada kuda…tapi sekarang gak ada lagi.

Hmmm….hmmm…tangis meledak. Yuks kita pulang aja, kayaknya mulai ngantuk nih anak, nangis mulu (tanda-tanda ngantuk pada balita ; (1) dikit-dikit nangis / rewel…mulai nangis yang gak jelas sampe nangis yang jelas (2) minta gendong (3) minta susu (4) minta benda kesayangan yang harus selalu ada bila hendak tidur. Bila semua tanda tersebut diatas berkumpul menjadi satu, berarti jelas banget kesimpulannya cuman satu…n-g-a-n-t-u-k. Ini bedanya balita dengan orang dewasa, orang dewasa ngantuk mah cari bantal…langsung ngorok sendiri deh. Laaa balita, pasti mesti rewel dulu…kok kayaknya mencari perhatian banget, harus pengumuman dulu tapi malu, jadi pengumumannya tersamar dengan rewel.

Dan itulah akhir dari petualangan hari ini. Sangat membuat hepi semua anggota tim ekspedisi –mencari tempat berpetualang lain di Balikpapan-, karena abang cukup hepi dengan puas keluar masuk jalan jelek, adek hepi ngeliat monyet, bunda hepi akhirnya bisa juga masuk jalan yang tulisannya sih jalan inhutani, ayah hepi karena semua hepi. Dan semua hepi karena misi hari ini berhasil menemukan lokasi wisata- Taman wanawisata km 10-secara tidak terduga –setidaknya tidak terduga buat kami-, hanya karena penasaran memasuki jalan-jalan kecil.


Actions

Information

2 responses

5 06 2010
Lomar Dasika

hihihihi…abang bukannya udah gede yah? koq masih ada 5 tanda tanda tersebut? hihihi…

Bu, iki jenenge memang Taman Wana Wisata KM 10? gak ada nama lain yang lebih berbau Kalimantan, barangkali? hehehe…

5 06 2010
advanture

Waduh badan boleh gede, Usianya msh 4th, kelakuan lbh bayi dr adeknya (bener bgt tuh kata pepatah don’t judge a book by it’s cover )…hehe. Iya, Nama yg tertera di karcisnya begitu, dr jln utama sih cuman tertulis inhutani doang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: