TANAH MERAH, TANJUNG HARAPAN – SAMBOJA

23 05 2010

Sabtu pagi, sedari pagi cuaca mendung kelabu, hujan turun semalaman sampe pagi udara masih dingin sisa hujan semalam. Pagi hari, saya sebenarnya agak malas kemana-mana dan ngapa-ngapain…hmmm, dengan adanya si ayah dirumah, everyday like holiday terlebih cuaca mendukung, dan tidak ada kewajiban akan waktu (tidak ada abang yang harus sekolah tepat waktu). Waktunya tidur sampe siang, dilanjutkan acara bermalas-malasan. Tapi setelah mandi pagi, terdengar gedubrak gedubruk gedombreng…hari ini tukang bongkar rumah bagian belakang. Daripada bengong sambil dengar musik yang bikin sakit telinga, lebih baik hari ini kita keluar rumah…dan kemana yah? Yang penting masuk mobil dulu, urusan tujuan…gimana ntar aja, kemana mobil melangkah, dan kemana mood membawa aja…hehehe.

Sekitar jam 10 pagi, berangkatlah kami dari rumah kami yang sedang hancur lebur penuh debu dan gak karuan bentuknya. Kayaknya laut asik nih, cuaca bersahabat…tidak panas.Dan mobil pun mengarah ke arah Mulawarman, dijalan ini lumayan ada beberapa lokasi wisata…ada pantai Manggar, pantai Lamaru, Tugu Peringatan korban Jepang atau semacamnya itulah, ada juga kebun binatang kecil-kecilan yang jualan utamanya adalah penangkaran buaya…kalo diteruskan (lumayan jauh dan lama)…ada juga Tanah Merah alias Tanjung Harapan, pantai favorite saya.

Manggar terlewati, Lamaru terlewati…kemana nih? Tanya suami saya. Lanjut aja yah, jawab saya.Saya sedang menikmati jalan-jalan yang dilalui, ada desa-desa, sedikit hutan, rawa, sawah, tambang batu bara…lumayanlah sedikit variasi buat mata saya yang sudah beberapa bulan ini cuman mandang rumah yang sedang amburadul, komplek perumahan saya, atau jalan-jalan kota yang padat. Dan tidak terasa…sampailah di Tanjung Harapan, atau sebagian orang mengenalnya dengan Tanah Merah. Dulu awalnya saya sedikit bingung, beberapa orang menyebutnya Tanah Merah, ternyata itu ya Tanjung Harapan…sami mawon, sama ajah, cuma masalah kebiasaan nyebut nama saja. Kalo saya sih dari awal menemukannya tanpa sengaja, ya sebagai Tanjung Harapan, karena di karcis masuknya tulisannya Tanjung Harapan…hehehe. Walaupun saya pribadi berpendapat, Tanjung Harapan lebih cocok namanya…karena tanah disini tidak merah…hehehe lagi.

Kembali ke cerita, dan kemudian terdamparlah kami di Tanjung Harapan. Sebenarnya sih, saya pengen banget berpetualang…maksudnya, saya pengen jalan terus…tidak berhenti dimana-mana tanpa tujuan, jalan aja terus secapeknya. Dan kalo malam istirahat, pagi lanjut lagi…tapi suami saya tidak setuju, karena tidak ada persiapan sebelumnya. Saya benar-benar kangen berpetualang lagi bersama keluarga kecil saya (walaupun tanpa anak pertama saya yg sedang liburan ke Jakarta-Bandung). Tapi ke Tanjung Harapan juga sudah lebih dari cukup, sudah lama kami tidak menginjakkan kaki disini. Kalau tidak salah, terakhir kali kami kesini yaitu sehari sebelum perjalanan kami ke Loksado kira-kira setahun yang lalu.

Dan disinilah kami, di Tanjung Harapan. Biasanya kalau ke Tanjung Harapan, kami mencari lokasi terjauh yang bisa dicapai oleh kendaraan…yang paling ujung. Tapi kali ini, kami memutuskan beristirahat di tempat terdekat pintu masuk. Ternyata tempat tersebut lebih sepi, entah mengapa…padahal biasanya tempat ini paling ramai oleh pengunjung. Menurut info, pengunjung justru paling banyak di ujung…sedang camping…yang membuat kami semakin males masuk ke dalam, ngapain ketempat yang rame? Kalo mau rame sih, ke mall aja…bukan di alam…hehehe.

Cuaca benar-benar mendukung, tidak panas…matahari bahkan tidak kelihatan. Tidak hujan, tidak berawan…benar-benar sedang bersahabat. Dan kamipun memutuskan duduk-duduk di tepi pantai, sementara adek main pasir bersama saya, ayah membaca koran (dan sempat menolong sebuah mobil yang terjebak pasir), kemudian dilanjutkan mencari kerang-kerang dan bermain air. Standard yang dilakukan orang-orang bila dipantai, dan tentunya tidak lupa foto-foto dong…buat bahan blog gituh…lagi-lagi hehehe. Dan kemudian, di lokasi kamipun mulai dipenuhi pengunjung dan hujan mulai turun rintik-rintik, saat yang pas buat pulang. Setelah membersihkan badan si adek yang dari ujung rambut sampai ujung kaki dipenuhi pasir, mobilpun kemudian mengarah pulang…bagaimanapun kondisi rumah saat ini, home tetap sweet home.


Actions

Information

5 responses

24 05 2010
Lomar Dasika

PERTAMAXXX!!!! hehehe…

aduhhhhh Jeung Hennyy!!! saya sudah rindu sekali membaca blog blog mu, tulisan tulisan yang kreatif, lucu, inspiratif, menghibur dan jenaka😀

jadi, kali ini kalian berlibur tanpa abang yach? hehehe…si adik bagaimana tuh? udah kangen si abang donk?

btw, jangan jangan pantai merah berasal dari guguran daun yang terlihat kemerahan itu? keren loh…kayak di negara 4 musim ajah…hehehe

yah…walaupun terbang tinggi, burung pun ingat pulang. Home sweet home, rumah adalah tempat yang terbaik memang…hehehe…tidur dimanapun, walau di bintang 5, 6 atau 7 sekalipun, nggak ada yang nandingin dari tidur di kasur saya yang kempes, bantal yang bau dan selimut yang apek…hehehehe

25 05 2010
advanture

Kalimat terakhir itu emg terinspirasi kata2mu mar, walau sdh keliling Indonesia tetap kangen Rumah. Dyuh mar, jd terharu… Yg benar blog ini terinspirasi blogmu indahnesia, coba waktu dulu tdk bertemu blogmu en dirimu tdk memberitahukan Cara bikin blog step by step, niscaya tdk Akan Ada blog ini🙂

yups, keren emg foto dibawah pohon itu serasa di mana gitu, diriku saja terkagum2 kok bs bikin foto keren hahaha haps glek ( laler ijo masuk mulut) hehe….

25 05 2010
Lomar Dasika

iyaaa….rela deh guling2an di atas daun sambil difoto…hahaha…*ngarep ada yang fotoin*

huhuhuuu….jadi terharu…*menutul nutulkan tisu ke pelupuk mata* syukurlah kalau indahnesia bisa menjadi berkat. Ayo tularkan virus blog ini ke orang2 lainnya…hehehehe…ayo, teruskan perjuanganmu Jeung! *penasaran, aslinya kocak kayak di blognya gak yach?* hahahaha

25 05 2010
advanture

Waduh diriku bebas virus mar (cuma byk bakteri), jd tdk bs menularkan ke org lain, tampaknya dirimu yg lbh menginspirasi. Pengunjung blogku kan cuma teman2 yg dipaksa berkunjung biar kesannya byk, pdhal orgnya itu2 aja, berbeda dgn blogmu yg emg dicari2 petualang seluruh Indonesia🙂

hmmm… Seperti anda Akan kecewa bila bertemu diriku, krn sebenarnya diriku ini pemalu yg malu2in… Hehe, cuman lancar bercerita melalui tulisan, makanya hobi ngeblog hehehe….

26 05 2010
Lomar Dasika

ahhhh….Jeung Henny terlalu merendah nich…hihihi…percayalah, suatu saat, karya karya kita akan berbuah manis koq. Pasti jadi terkenal deh, apalagi blognya Henny sudah punya arah, yakni Promosi Kalimantan Timur. Yang dibutuhkan hanya kerja keras, perbanyak postingan dan promosi…hehehe

Tapi, pasti saya akan berkunjung ke tempat Jeung Henny sekeluarga kalau suatu saat ada kesempatan main-main ke Balikpapan. Hihihi…penasaran, bo!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: