BUKIT BANGKIRAI

23 05 2010

Pulang dari Tanjung Harapan sehari sebelumnya, kami meutar arah mobil melalui kilo 38 Samarinda-Balikpapan. Yang berarti melalui jalan menuju bukit Bangkirai. Suami saya pun mengajak kami ke Bukit Bangkirai ke esokan hari. Dan here we are…Berangkatlah kami pagi-pagi (standard pagi kami bila ayah off adalah jam 10…hehe). Bukit Bangkirai…hmmm, boleh juga tuh…sudah lama juga kami tidak kesini, kira-kira sudah 2 tahun yang lalu terakhir kali kami kesini, ketika itu anak kami baru satu…yaitu ketika anak pertama kami berusia 2 tahun, lama juga yah?

Dan kamipun mengarahkan kendaraan menuju Samboja, tepatnya jalan petung. Hari ini sejak pagi matahari sudah cerah ceria, bersinar terang benderang, setelah 2 hari bersembunyi dibalik awan. Adek sudah bersenandung riang, tau hari ini akan berpetualang lagi. Jalan petung masih seperti terakhir kami lalui, jalannya sempit dan kanan kiri penuh hutan…menyenangkan sekali bertemu hutan lagi, ngeliat yang hijau-hijau lagi selain sayur-sayuran di pasar hehe.

What a beautiful day…indah banget, hijau pepohonan berpadu serasi dengan birunya langit, sinar matahari berwarna keemasan membingkai awan putih yang menghias langit. Benar-benar indah untuk memulai sebuah petualangan, atau lebih tepatnya mengulangi lagi petualangan yang lampau. Setelah sekitar satu jam berkendara (catet : menggunakan Bu’ung yg uzur, dan berjalan pelan menikmati jalan tanpa merasa harus buru-buru), sampailah kami di gerbang masuk Bukit Bangkirai. Dari sini, masih harus masuk sekitar 10 km lagi untuk benar-benar sampai ke tujuan. Jalan petung lumayan mulus, semntara jalan bukit Bangkirai…ya begitulah…kadang off road, kadang bergerinjul, kadang keriting, kadang agak mulus, namanya juga jalan menuju wisata hutan.

Dan kemudian…eng ing eng…tiba-tiba jalan berdampingan dengan jalan aspal yang lumayan mulus, yang diatasnya berlalu lalang truk-truk besar berisi batu bara. Walah? Agak mengejutkan juga, seingat saya, dua tahun lampau belum ada  jalan begini. Rupanya dua tahun waktu cepat berlalu ya, disertai perubahan-perubahannya. Sekarang untuk menuju Bangkirai, harus melintasi jalan tambang batu bara…hmmm…hmmm…saya tidak tahu harus berkata apa…jadi lebih baik menggumam saja…hmmm…hmmmm…dan sekali lagi hmmmm…

Dan setelah melintasi jalan tambang, dan beberapa saat off road, kemudian sampailah ke tujuan utama…Bukit Bangkirai. Membayar 10 ribu, dengan rincian mobil 4 rb, pengunjung 3 orang = 6 ribu. Setelah parkir mobil, mari-mari kita jalan ke bawah menuju trek yang sudah tersedia. Melalui jembatan kayu atau jembatan goyang (tinggal pilih, ada dua jalur pilihan), ketika itu kami memutuskan melalui jembatan goyang…dan selamat datang di Bukit Bangkirai…yuks mareee foto-foto duyu buat dipasang di blog bunda hehehe. Kemudian lanjut jalan melalui trek yang ada, standard jalan hutan…tentunya kanan kiri hutan, di bawah akar-akar pohon menjalar kesana kemari, lumayan sebagai pijakan kaki mendaki bukit, kadang melalui pohon tumbang. Suara binatang-binatang (terutama serangga) terdengar nyaring dan bersahut-sahutan. Beberapa saat kemudian sampailah pada Canopy Bridge…inilah dia tujuan utamanya.

Well, sebenarnya saya tidak tahu persis ketinggian pohon bangkirai disini – tidak sempat mengukur dan lupa juga bertanya pada penjual karcis-. Perkiraan kasar antara 30-60 m. Dan menghubungkan pohon-pohon tersebut, disediakanlah jembatan goyang, yang bergoyang kesana kemari…ditambah tiupan angin yang lumayan keras dari ketinggian demikian…syeremmm. Sebelumnya, sebelum naik, kita diharuskan membayar karcis 15rb/orang untuk wisatawan local, dan 30rb/orang untuk wisatawan asing. Mengapa terdapat perbedaan begitu? Saya juga tidak tahu, ya paling tidak kita bisa memperoleh devisa yang lumayan bila banyak orang asing yang naik hohoho.

Tentu saja kami naik…ngapain ke Bangkirai kalo tidak naik…kan penting buat foto-foto hohoho. Naik anak tangga yang lumayan bikin pegel, terlebih harus mengawasi si anak kecil yang agak pecicilan -gak mau dipegang pengen naik sendiri, dan sangat amat antusias tanpa rasa takut-, yang membuat saya agak jantungan. Duuh piyung…tuh anak cewek kok berani banget, bundanya aja agak-agak limbung sampe diatas…tinggi banget. Setelah foto-foto dengan beberapa pose, sementara si kecil sudah gak sabar pengen nyebrang jembatan goyangnya (canopy bridge), akhirnya menyeberanglah si ayah dan si kecil mungil imut yang pemberani. Sudah berniat lari-lari di canopy bila tidak dipegang oleh ayah, dan digendong dengan paksa. Ampun deh…mungkin dikiranya ini permainan yang ada disekolah abangnya, jembatan-jembatanan.

Akhirnya terdengarlah tangisan diseberang sana. Rupanya si adek berniat lari-lari sendiri menyebrangi canopy bridge yang terbentang diatas ketinggian sekitar 30m dari tanah, tapi tidak dibolehkan si ayah dan digendong paksa hingga pecahlah tangis si kecil. Setelah si adek puas kesana kemari di canopy bridge bersama ayahnya, sementara saya hanya puas nongkrong mengambil posisi ala fotographer kacangan (padahal sih takut nyeberang, tapi alasannya mau foto-foto hihihi), kamipun turun dan melanjutkan perjalanan kembali kearah awal, kembali ke areal parkir. Capek iya, lelah iya, haus lumayan, puas? Ya iyalah…Dan jauh di lubuk hati saya Louis Amstrong pun tiba-tiba bernyanyi dengan suaranya yang mantab itu…”and i think to my self…what a worderful world”…oh yeah…


Actions

Information

4 responses

24 05 2010
nina

dua kali ke bangkirai, pertama tahun 2004 (atau 2005 awal yak?) dan kedua tahun lalu. iya, terkaget-kaget dengan tambang di tengah hutan. sedih…hmmmm.
terus yang paling teringat tentang bangkirai ya suara cicadasnya itu ^^
pernah ke sungai wain, mbak?

25 05 2010
advanture

Sungai wein yg dkt perumahan pertamina itu ya mbak? Sudah. Yg belum ke boss konservasi org utan, takut mobil rontok krn menurut info jalannya totally off road🙂

24 05 2010
Lomar Dasika

Kalau ke Kaltim, pastinya wajib banged yach kesini. Hehehe…soalnya, bukit ini sering masuk tv loch Jeung, bersama dengan Desa Pampang. Trekking di bukit ini nyantai ya jeung? trus panas atau sejuk? mudah2an saya diberi kesempatan untuk main ke KalTim dalam waktu dekat yach mbak🙂

25 05 2010
advanture

O terkenal yaks? Terkenal mana AMA gue hohoho ( emg siapa gue hehe). Iya dong, masa kaltim dilewatin terus… Kasian bener propinsi ini blm masuk blog indahnesia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: