SHOPA SHOPI

17 05 2010

Sudah lama sekali saya tidak online…ya kurang tepat sih, saya masih online via HP tercanggih saat ini (begitu iklannya di tv ). Bahkan online setiap hari. Maksud pernyataan saya sebelumnya adalah, saya sudah tidak online via kompi (bahasa gaulnya, ntah siapa yg gaul…hehe), alias computer karena beberapa alasan : (1) rumah saya sedang di renov, dan untuk kepentingan itu…tower (ceile bombastis bgt menyebut sebuah tiang kurus ceking terbuat dari pipa plastic sebagai tower…hihi) wifi yg biasa ngedon dengan manisnya di atap rumah harus dibongkar karena atap penyangganya juga sedang di bongkar. (2) well, saya dan suami lupa belum membayar iuran wifi ke pengelola di perumahan kami (3) males banget harus hidup matiin kompi, disaat dari ceiling rumah terdengar gedubrak gedubruk gedombreng yg mengganggu dan memecah konsentrasi karena tukang sdg sibuk diatas.

Hal tersebut menyebabkan saya susah sekali untuk masuk ke blog saya, apalagi memposting sebuah cerita. Belum lagi, karena budget yg habis tersedot untuk renov rumah, kami jadi tidak bisa berpetualang untuk saat ini, puasa berpetualang…arggghhh. Apa yang bisa saya posting? Yah, sebenarnya alasan utama saya tidak bisa masuk ke blog saya sendiri adalah, saya lupa passwordnya…hahaha…kebiasaan jelek saya adalah saya membookmark blog saya dikomputer, sehingga tiap online tinggal buka, langsung masuk tanpa perlu tiap kali online memasukkan kata sandi, sehingga setelah sekian lama terlupakan. Setelah beberapa lama mencoba berbagai kata sandi, akhirnya baru-baru ini terbuka…oh yess! Tp oh tidak….entah karena apa, saya tidak bisa mengetikkan satu patah katapun untuk posting cerita, dan hanya bisa membalas beberapa komentar yg masuk.

Karena saya tidak bisa masuk blog saya itulah sebabnya saya lebih sering online di FB, untuk mengapprove beberapa request pertemanan dri berbagai online shop. Entah kenapa, nampaknya online shop senang sekali request pertemanan dengan saya. Mungkin karena wajah saya menyiratkan pembelanja aktif (masa sih, padahal saya kan belanja karena terprovokasi –usaha pembelaan diri-), mungkin juga karena di friendlist saya isinya olshop mulu, atau mungkin juga karena wajah jujur saya (yaks…itu lebih mungkin kayaknya…hehe) karena belanja online butuh modal kejujuran.

Well, sebenarnya saya bukan seorang shopaholic (bener gak sih tulisannya?) penggila belanja, saya belanja kalo emang menurut saya perlu. Gak seperti ibu saya, belanja apapun yg sedang diskon walopun gak perlu, karena menurutnya suatu saat nanti pasti diperlukan, (sehingga tidak heran dirumah ortu saya gudang ada tiga, dan tiga-tiganya penuh nuh nuh…) dan memaksa saya agar menerapkan prinsip yang sama…hehe. Dan saya juga bukan orang yang maniac banget belanja sehingga setiap bulan harus terbang kesana kemari untuk mengupdate stok baju dilemari agar tetap mengikuti model yang sedang in saat ini. Saya malah cenderung conservative dalam berpakaian (bahasa kerennya dari cuek bebek), pakaian andalan saya dari masa kemasa adalah celana jeans (dulu celana panjang, sekarang celana pendek) beserta kaos oblong berbagai warna, dan sandal jepit yang sayangnya karena kerap kena omel ortu saya, jadinya jarang bisa makai sandal jepit swallow.

Jadi ya saya belanja kalo emang menurut saya perlu, seperti dikala baju anak-anak sudah pada ngatung, atau dikala buku bacaan sudah habis stoknya untuk dibaca. Dan saya memilih belanja online karena beberapa alasan :

(1) Tau kan Balikpapan, kota termahal di Indonesia…segala sesuatu harganya bisa beberapa kali lipat dari kota lain. Sudah modelnya kurang update, mahal pula…kan gondoknya berlipat-lipat. Pernah suatu kali saya hendak membeli baju gaun buat si adek, harganya 135rb…gak bisa kurang seribupun padahal saya pelanggan toko tersebut, dan beberapa hari kemudian di salah satu olshop ternyata menjual baju dgn model dan warna serta merk yg sama persis, dan tahukah anda harganya??? 39 rb ….gondok gak tuh. Belum lagi buku-buku import buat anak yang umumnya saya beli diatas 100rb, di olshop harganya berkisar 35-50 rb saja kalo ditambah ongkos kirim 28 rb, tetap harganya dibawah 100rb…arggghhh…Mengutip perkataan seorang raja dangdut, sungguh TERLALU…

(2) Praktis, saya cuma tinggal buka Hp, liat-liat barang yang dijual, tulis booked dibawah fotonya, terus belanjaan ditotalin, saya sms ke suami saya tolong di transferin sekian ke no rekening ini, dan tunggu beberapa hari…tadaaaa….jne datang antar kiriman…sama sekali tidak perlu keluar rumah…

(3) Gak capek, gak perlu muter-muter mall yang sangat melelahkan dikarenakan harus menggendong paling tdk satu anak, belum lagi mendengar berbagai rewelan.

(4) Anak dan suami saya paling gak betah nemenin saya belanja ke mall, katanya lama…ya iyalah lama, masa saya main asal comot barang yg mau saya beli buat anak-anak dan suami saya? Ya harus saya pilih-pilih dulu model yang bagus, warna yang cocok, ukuran yang pas, dan harga yang sesuai kantong. Emangnya si ayah, kalo disuruh belanja, main asal comot aja, cepat sih cepat cuma 5 menit, tp gak jelas juntrungan warna en modelnya…hehehe. Demikian pula kalo ke toko buku, saya suka baca ditempat…well kebiasaan mahasiswa di bandung dulu, numpang baca di toko buku…setidaknya saya baca resensi buku yang hendak dibeli. Dan karena tau dong toko buku, bukunya bejibun jibun dari atas sampe bawah, dari ujung keujung…jadinya ya banyak yang harus dibaca sebagai perbandingan untung ruginya membeli buku ini daripada buku itu….jadilah seringnya saya ditinggal sendiri, atau lebih seringnya lagi, saya terpaksa tidak jadi beli apa apa, paling-paling sempatnya mencomot komik lucky luck terdekat atau majalah national geographic doang karena anak sudah merengek minta pulang, begitu dia sudah dapat buku yang diinginkannya.

(5) Selain itu pula, anak-anak saya, entah kenapa paling tidak suka kalo mau dibelikan baju, bukannya senang dia malah menangis kayak orang disiksa aja. Hanya sekali-sekali, bila bajunya berhiaskan tokoh kartun favoritenya baru menarik minatnya. Jadinya gak pernah sekalipun baju bisa dicobakan, saya hanya bisa mengira-ngira ukuran, dan tidak bisa membelikan didepan anaknya ntar malah marah marah…abang gak mau baju..tuh kan repot. Kalo gak dibelikan baju, ntar dikira orang kasian bener tuh anak gak diperhatikan orang tuanya…tuh kan repot juga…

Dan karena kelima alasan itulah, saya lebih senang belanja shopa shopi di pesbuk, sehingga kalo orang lain liat kesannya saya tukang belanja…padahal mah…emang iya…hihihi….Tidak heran banyak request dari olshop, walaupun saya tersinggung juga…kok bisa-bisanya sih mereka menarik kesimpulan sembarangan seperti itu, mengira saya tukang belanja, main tag foto di wall saya seolah-olah saya akan membeli semua barang yang ditawarkan, dan seolah-olah wall saya papan reklame buat menaruh iklan-iklan jualan mereka padahal saya tidak memperoleh sedikitpun pembagian keuntungan.


Actions

Information

One response

26 12 2013
Toko Buku Online Murah

My spouse and I absolutely love your blog and find most of your post’s to be just what I’m looking for.
can you offer guest writers to write content for
yourself? I wouldn’t mind writing a post or elaborating on a lot of the subjects you
write in relation to here. Again, awesome weblog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: