Samarinda Islamic Center

21 01 2010

Dua minggu lalu, anak pertama saya (Alvaro,4th), libur sekolah. Dan karena libur sekolah bertepatan dengan selesainya masa off suami saya, jadi kami memutuskan ke Samarinda…ya sekalian ayah kembali bekerja, kami liburan dirumah kakek nenek.

Perjalanan ke Samarinda normalnya 2,5 – 3 jam. Namun kami lebih senang mampir-mampir dulu selama perjalanan, lebih sering berhenti…bila melihat dan mencari-cari tempat yang oke, take a picture please…hehehe. Sebenarnya kami sangat memperhatikan perut. Bila lapar, ya berhenti dulu kalo ada tempat makan yang enak. Jadi tidaklah heran, terkadang perjalanan kami ke Samarinda melebihi batas normal, malah cenderung abnormal karena terkadang bisa seharian, pagi pergi sampai Samarinda baru sore. Namun kebiasaan  ini rupanya sering sangat mengkhawatirkan kakek nenek, yang biasanya sedari pagi sudah menunggu-nunggu kehadiran cucunya (anaknya mah gak dinanti hehehe).

Setiap sampai di Samarinda, setelah melewati jembatan (terserah, mo jembatan Mahulu ataupun Mahakam), kami selalu melalui Samarinda Islamic Center, yaitu mesjid yang amat sangat besar yang berada tepat di tepi sungai Mahakam. Buat yang belum pernah ke Samarinda, mungkin agak rancu membedakan antara Masjid Raya Samarinda dengan Samarinda Islamic Center. Pernah seorang teman bercerita, dia bertemu dengan seorang “bule” asal Inggris yang baru pertama kali itu berkunjung ke Kalimantan. Bule tersebut berniat ke Taman Nasional Kutai (Sangkimah) di Sangatta, dan yang membuat teman suami saya itu terkagum-kagum, bule itu tahu detail tentang perjalanan yang harus ditempuhnya. Dari Bandara Sepinggan Balikpapan naik bis ke Masjid Raya Samarinda, kemudian dari situ naik angkot jurusan tertentu, dan bla…bla. Teman suami saya sampai terkagum-kagum, hebat bener tuh bule tahu tempat-tempat yang baru didatangi, dan jurusan-jurusan yang harus dituju. Sebenarnya gak perlu heran, karena bule tersebut mengandalkan buku pedoman yang memang detail, tapi sayangnya kurang uptodate, sehingga harusnya bule tersebut turun di Masjid Raya, masjid terbesar kala itu…eh malah turun di Islamic Center, yang sekarang merupakan mesjid terbesar di Samarinda. Ya karena dipikirnya itulah masjid raya, mesjid yang paling besar, juga karena letaknya yang sama-sama di pinggiran sungai Mahakam.

Biasanya saya tidak pernah tertarik untuk hunting foto yang sudah biasa saya lihat, yang sudah sering saya jumpai seperti Sungai Mahakam yang hampir setiap saat bila ke Samarinda, mau tidak mau dilewati, dan juga Islamic Center. Ya mungkin karena sudah keseringan dilihat, jadi bagi saya tidak begitu menarik. Tapi kemudian saya berpikir, yaaa itu memang sudah biasa saya lihat…bagaimana dengan pembaca blog saya? Bagaimana bila mereka butuh informasi mengenai hal ini, ingin melihat bagaimana rupanya? Atau jangan-jangan, mereka salah juga seperti bule yang saya ceritakan tersebut diatas? Jadi, kenapa gak saya berbagi kepada pembaca blog saya, yang umumnya penggemar jalan-jalan juga…yang siapa tahu setelah melihat foto-foto di blog saya jadi tertarik jalan-jalan ke Kalimantan Timur…hehehe.

Dan inilah foto-foto hasil hunting saya tersebut, yang saya lakukan dalam perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda, yang membuat anak-anak saya kesal…duh si bunda, katanya sebentar…ternyata lama foto-fotonya…dan membuat kami sampai dirumah kakek nenek magrib menjelang malam…hehe. Semoga bermanfaat…


Actions

Information

11 responses

28 01 2010
Lomar Dasika

tempatnya bagus ya Jeung…bisa buat poto poto nich….hehehe…emangnya Masjid Raya dan Islamic Center ini terpaut jauh?

hehehe…yang dirinduin cuma cucunya aja yah? :p

28 01 2010
advanture

Gak jauh2 amat sih Sebenarnya antara mesjid raya en islamic center. Tp jg gak bs dibilang dekat, yg jelas letaknya sama2 menghadap sungai mahakam…

1 02 2010
dwi

mbak ak laper eh mampir dulu kepinggir,,, hahaha
gitu deh klo aku tiap pulang ke Samarinda…
sperti skrg lg di Samarinda,, hahaha…

1 02 2010
advanture

Oh sdg di smd toh…saya sdh di bpp lagi. kapan2 hunting bareng yuks …misalnya ke pampang.

2 02 2010
dwi

blh lah, ajak kru di rumahmu mbak. hha jdi rame.
pampang? pngn gw nih jdinya kesana

15 11 2010
anto

kabar dari seorang teman yang hunting foto ke pampang katanya sih orang2 di sana sekarang matre banget. setiap kali difoto minta duit. sayang banget. padahal kan makin banyak foto tentang pampang yang beredar berarti promosi gratis untuk pampang….

15 11 2010
advanture

Iya dengar2 sih gt, tp gak tahu jg ya coz aku blm smpat kesana. Kl kesana selalu hari biasa, jd ga ketemu org2nya

11 03 2011
Fotodeka

emang gitu mas Anto, aku waktu kesana motret tempatnya aja.
motret mereka dgn pakaian adatnya bayar.

11 03 2011
advanture

@ deka : skrg ada tmp baru buat hunting foto adat2 Dayak, namanya sungai bawang. Katanya sih gratis loh kl mo foto2…cobain aja

10 03 2011
DINA

hahahahahhaha . mao hanting di sna v mda adh eang moto’indt nasiebb dagh gua .
pdhall gua nda salh cntik.nya endt mnis loo:/
haaaaarrrgggg .

26 10 2011
yanyan

waw pengen de liburan ke kalimantan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: