Si Bu’ung

3 12 2009

Bu’ung dalam bahasa sunda artinya Bandel. Blog ini tidaklah lengkap bila belum bercerita tentang sahabat berpetualang kami yang terbaik, the best one, yang selalu setia menemani dan mengantar kemanapun kami pergi. Mobil kami yang terbuat dari besi, bukan “kaleng” menurut istilah suami saya terhadap bahan-bahan mobil keluaran terbaru, yang begitu kena senggol dikit langsung bonyok, diberi nama Bu’ung oleh suami saya, yang artinya bandel dalam segala kondisi, maksudnya dalam berbagai kondisi jalan di gas…langsung tembus. Mau jalan off road berlumpur, jalan mulus, jalan kerikil, hajar terus…no problemo…itu mah cetek (kata mobil saya andai dia bisa ngomong).

Tidak heran bila mobil tua produk jaman pra sejarah…hehehe..mobil Taft keluaran tahun 80-an ini setia menemani kami seusia pernikahan kami lebih dari 5 tahun, menemani kami dalam suka duka, susah senang, panas maupun hujan, turut melihat perkembangan anak-anak kami dari lahir dan hingga sekarang. Setia menemani kami mengantar anak-anak ke dokter bila sakit, ke sekolah, kerja, dan terutama sekali…adventure. Menempuh kilometer demi kilometer di usianya yang senja menemani kami ber-adventure ria.Walaupun mobil ini sudah tua, memerlukan perawatan extra, yang kadang-kadang berat di ongkos untuk biaya salon (tuannya aja jarang ke salon…hihihi), dan karena saking tua nya, susah sekali mencari onderdil bila hendak diganti sehingga kerap kali kanibal (istilah tukang bengkel untuk mengganti onderdil yang aus dengan onderdil mobil jenis lain yang bisa masuk).

Dulu awalnya saya sering bête karena mobil kerap menghabiskan budget yang tidak sedikit tiap bulannya. Sehingga menurut saya lebih baik beli mobil keluaran terbaru aja deh, paling-paling cicilan bulanannya tidak semahal perawatan mobil tua. Tapi melihat kecintaan suami dan anak-anak kami terhadap mobil ini, membuat karang di hati saya lama-lama terkikis jua. Terlebih setelah mobil dipermak oleh suami saya hingga lebih cool, lama-lama saya jadi ikutan jatuh cinta. Terlebih melihat kegembiraan anak-anak bermain di belakang yang sedikit lapang, yang disulap jadi ruang bermain karena dipenuhi beberapa boneka dan beberapa mainan anak.

Walau mobil tua, jalannya tidak secepat mobil keluaran terbaru, namun soal tenaga…tidak kalah dari mobil lain. Dengan tenaga 2500 cc, irit solar, membuat perjalanan ala backpacker kami lebih irit lagi. Biasanya cukup mengisi 100rb, bisa muter-muter deh sepuasnya keluar masuk hutan…irit banget yah J . Walaupun sudah beberapa kali saya tabrakan, namun si Bu’ung tetap setia mengantar kami melakukan petualangan-petualangan menjelajah Kalimantan, menemani kami ketika melakukan petualangan off road ke Derawan di Berau, melewati jalan penuh lubang ke Sangatta, melalui hutan karet ke Bontang, Samarinda, Balikpapan, Panajam Paser Utara, Kalsel, dan kota-kota lainnya. Dan karena jasanya tersebut pada keluarga kami, saya berminat untuk memberi penghormatan dengan menulis cerita khusus tentang mobil kami dalam blog saya ini, karena tak akan ada blog ini, tak akan ada  petualangan-petualangan kami tanpa bantuan sobat kami tercinta, si Bu’ung yang setia menemani setiap perjalanan-perjalanan kami. Inilah foto-foto si Bu’ung dalam berbagai petualangan kami….

Bu’ung yang mengenaskan setelah saya ajak ngebut dan akhirnya menabrak gerbang komplek perumahan, namun masih diajak berpetualang…

Di balik pohon

Di kapal ferry

Ketika Bu’ung ikutan camping

Bu’ung…new look…with my handsome husband

Melaui jembatan

Dan banyak foto-foto lainnya, yang entah tersimpan di folder mana. Heran deh, padahal baru-baru ini saya liat. Tapi cukuplah gambaran tentang Bu’ung…yang setia mengantar kemanapun kami pergi, yang baru-baru ini terluka lagi karena tanpa sengaja saya setir menabrak conopy rumah.


Actions

Information

3 responses

5 12 2009
Lomar Dasika

hihihihi…udah serasa jadi bagian anggota keluarga kelima yach Bu?
mantap, mana foto2nya dimana mana lagi. ukuran cc nya oke juga yach, sampe 2500 cc.pantesan jago bener offroadnya samapi ke Berau Derawan dan Sangatta….mantap! hehehe
eh, anyway Bu, namanya koq sunda sich? bukannya beliau lahir di Balikpapan? namanya harus bernuansa Kalimantan donks….hehehe….

5 12 2009
advanture

Iya tempat tinggal di Bu’ung emg asal kalimantan…tapi kan tuannya dari tanah sunda…hihihi, maklum yang paling cinta ama nih mobil suami saya en si abang anak pertama saya. Enaknya pake mobil tua, mobil lain pada takut…pada minggir semua, takut keserempet kali…hihi, selain itu kan mobil ini sebenarnya mobil 4×4…jd emg cocok buat berpetualang, cocok buat kami yang cuek dan suka berpetualang…hehehe🙂

8 01 2010
michael

nahhh ini se “pengalaman” ckckck saya suka ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: