Camping Di Pantai Manggar

8 11 2009

Picture 975

Terakhir kami berpetualang, kurang lebih sebulan yang lalu, saat melakukan tour Surabaya – Bali. Sebulan adalah waktu yang cukup lama vakum bagi kami yang emang suka berpetualang. Sebenarnya, sejak suami saya kerja di Muara badak, jarang sekali ada waktu untuk bisa melakukan perjalanan-perjalanan, berpetualang keluar masuk hutan ataupun pantai. Namun baru-baru ini, seorang psikolog anak telah membuka pikiran saya, bahwa sesempit apapun waktu yang kami miliki, waktu yang dapat kami habiskan bersama suami saya, dapat dimanfaatkan untuk kembali ke alam, seperti yang sering kami lakukan dulu. Jadi, sejak beberapa hari yang lalu, saya sudah merencanakan petualangan kali ini.

Saya merencanakan camping, sayang banget kalo tenda yang kami miliki Picture 974sampe bulukan terlantar dirumah saja. Dan tempat camping favorite adalah di Tanjung Harapan Samboja, yang emang sangat mendukung sebagai tempat camping ; sepi, banyak pohon, banyak kerang dan tenang. Namun Tanjung Harapan berada kira-kira 60km dari pusat kota Balikpapan. Untuk menuju tempat tersebut membutuhkan minimal 1,5jam dari kediaman kami. Yang artinya butuh 3 jam pp, belum lagi bila dihitung telat bangun, berhenti dijalan buat makan, dsb. Jadi, dengan persetujuan suami, saya putuskan untuk mengajak anak-anak ke Pantai Manggar, yang kalo jalan amat sangat lambatpun hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam.

Picture 949Pantai Manggar terletak di jalan Mulawarman, Balikpapan. Yang letaknya kurang lebih 10km saja dari Pusat kota. Tidak terlalu jauh, malah pantai Manggar merupakan pantai terdekat dari pusat kota. Hal inilah yang menyebabkan Manggar selalu ramai oleh pengunjung, tempat rekreasi favorite warga Balikpapan. Kami sebenarnya tidak terlalu suka keramaian, apalagi untuk tempat camping…mana asik crowded. Tapi gak apalah…yang penting bisa camping…hehehe.

Walau sudah diniatkan bangun subuh, tapi mata baru benar-benar terbuka jam 7 pagi…yaaa kesiangan deh, peralatan perang belum disiapkan nih. Berbagi tugas dengan suami, tapi tetap saja saya yang harus menyiapkan semua perbekalan seluruhnya, susu, dot, pampers, baju ganti, handuk, cemilan, kasur kecil, tenda, makanan, minuman, mainan, dan tetek bengek lainnya. Dan finally, seluruhnya masuk mobil, anak-anak sdh mandi dan makan, ayah bunda sdh siap…yuks kita jalan. Jam 8 lewat kami berangkat dari rumah, karena ayah bunda belum sarapan…mampir dulu di bubur Pontianak, sarapan andalan kami karena dekat dengan rumah…hehehe.

Jam 8.30…berangkat. Sip..sip…hari ini kita camping sampe sore…hihihi, Picture 950camping hanya sampe sore, karena ayah harus kembali ke Badak malam nanti. Semua sudah rinci saya rencanakan, dipantai abang dan adek bisa berenang di laut, bisa main pasir – sudah bawa peralatan main pasir segala juga-, ayah dan anak-anak bisa main bola –bawa bola juga loh-, bunda bisa foto-foto buat masukin blog –hehehe…J-, kalo capek bisa tidur di tenda -ada bantal n kasur kecil-, kalo lapar bisa makan-bawa makanan juga-…wuihhh pokoknya complete deh, never done this before. Saya bukan orang yang senang merencanakan sesuatu, hidup saya selalu mengalir begitu saja, tanpa pernah berencana ini itu, bahkan petualangan-petualangan kami selalu mengalir begitu saja, terjadi begitu saja, tanpa rencana. Jika pengen ke suatu tempat, kesalah kami berjalan…tanpa perencanaan…hehe, maka petualangan kali ini adalah sebuah keajaiban karena saya merencanakan dengan detail.

Picture 964Tiba di pantai, satu hal yang paling mengusik saya adalah…cuaca. Langit mendung dari arah laut…hiks…hiks, nape sih tiap mo camping cuaca gak pernah mendukung, sedih deh. Dulu ketika pertama kali beli tenda dan diuji coba di Tanjung Harapan demikian pula, cuaca mendung dan malahan mendadak hujan. Kali ini juga, dari arah laut, terdengar gluduk…guluduk, petir…ihhh takyut deh eike. Pembaca setia blog saya pasti tahu, betapa takutnya saya pada petir. Malahan mungkin saya termasuk phobia sama petir, takyuuutttt…

Begitu tiba di pantai, yang pertama kami lakukan adalah mencari pantai Picture 968terjauh dari keramaian, kami berbelok ke arah kiri, mencari tempat yang paling sepi. Dan walaupun tidak benar-benar sepi, akhirnya kami menemukan tempat yang pas. Segera kami sibuk-sibuk membesihkan pantai dari batu-batu, kerang dan sampah yang kira-kira dapat merusak dan mengganggu proses pendirian tenda. Seperti yang sudah-sudah, yang paling sibuk siapa lagi kalo bukan si petualang cilik. Sibuk ngerecokin, sibuk ribut, sibuk merintah dan sok sibuk lainnya…hehehe.

Daaaaannnn….cihuuuyyyy, tenda berdiri. Masukan kasur, bantal, makanan dulu. Dan tenda akhirnya benar-benar siap di huni. Saya sempat berharap, cuaca membaik, sehingga saya tidak perlu melarikan diri ke dalam mobil lagi…hehehe. Dan ketika tenda berdiri, tiba-tiba…loh kok, malah semakin ramai nih lokasi pilihan kami? Beberapa mobil terlihat memarkir mobil di dekat mobil kami. Dan seorang bapak-bapak, dengan tidak mau kalah mengeluarkan pula tendanya dari dalam mobil serta bersiap-siap mendirikan tenda tidak jauh dari tenda kami berdiri. Duuuhhh…gak mau kalah nih yeeee….

Ketika sedang asik memperhatikan bapak tersebut mendirikan tenda,camping manggar2 dikejauhan gluduk-gluduk tetap terdengar, namun anehnya kok semakin banyak orang yang nyebur ke laut…gak takut petir kali yeee? Dan baru saja menikmati tenda, looohhh…kok anginnya kencang banget. Busyet deh, tuh anginnya kencang banget…sampe tenda kami terbang bagai layang-layang…wakakakkkakakk…Setelah berusaha mempertahankan tenda tetap ditempat dgn sia-sia, akhirnya diputuskan tenda harus segera dibongkar, agar tidak merusak tenda. Dan demikianlah akhirnya, tenda segera dibongkar ditengah terpaan angin puting beliung, kalo angin puting beliung britama sih enak dpt mobil..la ini malah merusak rencana camping kami…huuuu…gagal deh rencana weekend yang sdh saya rancang dgn detail…hiks…hiks.

camping manggar1Dan setelah berbenah segala peralatan yang ada, semua dijejalkan dalam mobil tanpa usaha untuk dibenahi terlebih dahulu, upaya penyelamatan diri dulu di tengah angin kencang. Sebenarnya saya yakin, angin dan mendung yang ada hanya numpang lewat, pasti sebentar saja berlalu. Dan memperkuat dugaan saya, semakin banyak saja pengunjung berdatangan ke Manggar, tanpa peduli angin kencang, mendung dan gerimis yang menerpa. Namun sayangnya, mood suami dan anak-anak saya sdh sirna beserta sirnanya tenda kami – tenda sdh dirobohkan, reds- sehingga tidak seorangpun yang berminat untuk terus bertahan di pantai, walaupun tanpa tenda sebenarnya kan toh masih bisa melakukan hal lain. Dan benar saja, sesaat kemudian, ketika mobil mulai beranjak meninggalkan Manggar…langit perlahan sedikit bercahaya, walaupun gerimis tetap turun.

Having fun kids? Sedikit sih, hanya sempat bersenang-senang mendirikan tenda. Tidak puas sebenarnya, terlebih buat si bunda, yang sdh bersusah payah merancang liburan kali ini, yang sdh susah payah menyiapkan semuanya…hiks…hiks…sebeeeellll. Bagaimanapun, kami tetap manusia biasa, tdk bisa melawan alam, tidak bisa memprediksi mood alam…Yo wes, laen kali kita camping lagi ya anak-anak. Walau liburan gagal, tapi tujuan utama tetap berhasil…target sebenarnya adalah kembali menyatukan kami dengan alam, hal yang  lebih dari setahun ini sudah jarang dapat kami lakukan, dan mengakrabkan keluarga kami kembali, yang karena kesibukan sang ayah jarang memiliki kesempatan untuk bercengkrama dengan anak-anaknya. Dan juga sebagai bahan tulisan buat blog saya ini juga…hahaha…I love you full…hahaha…


Actions

Information

13 responses

10 11 2009
nindee

weleh! mbak dan keluarga juga di balikpapan ya? kok baru ngeh saya. padahal udah sering maen kesini.

10 11 2009
advanture

Hehe…iya mbak,saya di Balikpapan…mbak juga ya…qqqq…salam kenal🙂

17 11 2009
nindee

salam kenal juga ^^
saya di balikpapan regency, mbak dimana?

17 11 2009
advanture

Saya di wika mbak…dekatan ya ternyata🙂

5 12 2009
Lomar Dasika

Petirophobia Bu namanya hihihi….
Sayang banged rencana liburannya gagal yach…tapi kan gak gagal total, ayah dan bunda masih sempat bercengkrama dengan para jagoan kecilnya…hehehe
Bu, seandainya ntar beneran camping…trus malam2 tidur di itu tenda tuh? muat berempat?trus malam2 tidur aja di tepi pantai? hihihi…saya nggak bisa ngebayanginny7a soalnya….hehehe

5 12 2009
advanture

Iya mungkin ya namanya petirphobia, ato flashphobia…au ah…hehehe. Iya, saya juga gak ngebayangin andai beneran camping tepi pantai, kali pulang-pulang langsung kerokan pada masuk angin semua…hihihi

7 12 2009
lomardasika

hehehehe…angin2an soalnya Bu…hehehe

30 11 2010
dady

salam lestari,
mau tahu info tempat peralatan outdoor/camping di balikpapan,dmn ya mba?
tanx,
dady

30 11 2010
advanture

Salam kenal
Yang saya tahu sih di Balikpapan plaza, lantai 2, gerai eiger ada. Tp saya sering beli tenda dsb di ace hardware

23 01 2011
jhosep

salam kenal yaa….
pengen bulik nih ke kaltim nih…

24 01 2011
advanture

Salam Kenal jg ^_^

1 12 2015
cici lupita

Seru ya pengen camping jg deh, oiya kalo camping disana kita harus minta izin dulu atau gak ya bu?

1 12 2015
advanture

Sebaiknya ijin aja mbak, biar amannya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: