Wisata Kuliner di Denpasar – Bali

1 11 2009

Terinspirasi blog seorang teman, saya berpikir mungkin lebih baik posting cerita secara bertahap…sedikit demi sedikit, tp detail dan tentunya lebih banyak foto yg bisa di share ke public. Dan semenjak terakhir kali saya post cerita, internet dirumah ngadat, dan baru sekarang kondisinya agak membaik…makanya baru sekarang ini pula saya berkesempatan meneruskan cerita. Ok my pren…let’s try…

Seperti cerita yg sdh diposting sebelumnya, TOUR SURABAYA – BALI, baru-baru ini saya dan keluarga berlibur ke Bali. Suatu ketika, disore hari yang cerah, terdamparlah kami di Denpasar…disuatu lapangan entah lapangan apa namanya, yg letaknya dekat dgn kantor walikota. Lapangan ini tampaknya digunakan oleh warganya untuk berolahraga (ketika itu tampak anak-anak muda sdg berskate board ria) dan tempat santai…ya mirip-mirip Gasibu lah kalo di Bandung.

Beruntungnya di dekat lapangan tersebut, didepan sebuah pura dan tampaknya sebuah perpustakaan umum (kalo gak salah), sdg berlangsung bazar makanan. Karena ketika itu berdekatan dgn galungan dan kuningan, tampaknya bazar ini diselenggarakan berkenaan dgn hal tersebut. Dan beruntungnya lagi, di sekitar tempat tersebut banyak sekali bangunan khas Bali, tempat yang pas untuk foto-foto…tanda sudah pernah ke Bali…hehehe ( padahal jaman skrg banyak juga bangunan khas Bali diluar Bali…hehehe).

Setelah berfoto-foto, apalagi yang dicari kalo gak makanan…di bazar tersebut, yang paling banyak di pamerkan adalah buah-buahan…halah, ngapain juga kami beli buah-buahan, semua juga ada di mall…wakakakkk. Masa jauh-jauh ke Bali gak cari makanan Bali.

Dan berkelanalah kami disepanjang jalan tempat diselenggarakan bazar tersebut. yang pertama-tama menarik perhatian saya adalah sate lilit. sate lilit ikanBerbeda dgn sate pada umumnya, sate ini dililitkan pada semacam bambu..bukan lidi. dan terbuat dari ikan…yuks maree kita coba. Dalam satu porsi sate, ada lontong dan sate 5buah tusuk, dan diujungnya dikasih cabe yg diulek sedikit. Rasanya? Maknyuss….enak…enak…enak…ringan, tapi cukup menyenangkan buat lidah saya…hehehe.

Sementara itu suami saya membeli sate kukul. Sate apaan lagi tuuh?? sate ini di buat dari siput, atau bekicot, atau keong (sama gak yah? au ah). Penampakannya sih mirip sate ayam pada umumnya, ditusuk dgn lidi dan dikasih kuah kacang. Rasanya? Hummm, kalo menurut saya sih seperti ampel hati, kenyal-kenyal tanpa rasa (kalo gak dicocol dikuah kacangnya). Kalo dimakan dgn kuah kacangnya…ya berasa sate…hehehe, berasa kuah kacang🙂 tapi enak juga…

Dan ada juga yg jual sate babi, babi guling, kerupuk kulit babi…so…selesailah petualangan kuliner kami begitu melihat kepala babi. Mendadak tidak bernafsu lagi, so buat muslim saya sarankan sebaiknya bertanya dulu sebelum terlanjur…Tapi buat non muslim, disini surganya. Terutama sekali saat hari galungan dan kuningan…dimana-mana saya liat penjual sate bertebaran, tapi sate yang dijual adalah sate babi.

Setelah menonton sebentar latihan tari di perpustakaan tersebut (kalo gak salah sih itu perpustakaan), tiba-tiba mata saya tertumbuk pada ibu-ibu penjual makanan. Di dalam kotak kaca didepannya, saya lihat berjajar gorengan ; tahu, tempe dan lumpiya. Saya bukan jenis yang suka gorengan, namun yang membuat saya tertarik adalah banyak sekali orang membeli makanan tersebut, yang oleh si ibu tersebut, gorengan yang ada dipotong kecil-kecil, ditaruh dibungkus daun yang berbentuk corong, kemudian disiram kauh bumbu, kemudian diatasnya dipotong cabe rawit kecil-kecil (tergantung selera). Nama makanan ini adalah lumpiyang. Harganya juga murah meriah, 2 rb. Jadi gak ada salahnya saya coba.

Kuah bumbunya menurut saya mirip sekali dgn kuah bumbu penjual tahu gejrot jalanan di Samarinda. Rasa makanan ini juga mirip-mirip tahu gejrot, bedanya bila tahu gejrot isinya full tahu goreng, kalo Lumpiyang isinya ada tahu, tempe dan lumpiya tentunya. Tapi isi ini bisa disesuaikan dgn selera anda, bila anda ingin isinya hanya tahu tok juga boleh. sebenarnya makanan khas Bali ada banyak, ada ayam betutu, dsb. Sayangnya kesempatan kami untuk mencoba makanan baru selalu bentrok dgn selera anak kami, yang sukanya cuma KFC…hehehe. Jadi jangan lewatkan kesempatan wisata kuliner dimana pun anda berada sebelum memiliki anak hehehe.


Actions

Information

One response

28 10 2012
catering di denpasar bali

Keren nih tulisannya, keep posting ya…
Sudah Coba Empat Tempat Makan Unik Di Bali
Klik http://goo.gl/ZGcfU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: