Mancing Di Teluk Lombok & Muara Badak

27 06 2009

Saat kecil, saya sering menemani papa saya memancing. Papa saya dan teman2nya hobi sekali memancing, dan orang yang sudah hobi akan sesuatu biasanya rela melakukan apa saja untuk bisa menekuni hobinya, termasuk keluar masuk hutan belantara. Setelah saya pikir2, baru skrg saya ngeh (ya saat nulis cerita ini skrg ini), bahwa ternyata hobi petualangan saya ini ya salah satunya ya factor masa kecil yang sering keluar masuk hutan nemanin papa saya mancing…weleh2 bertahun2 belajar psikologi, baru skrg ngeh…dasar tulalit…hehehe.

Skrg saya tdk akan bercerita ttg masa kecil saya, maybe next time kalo udah kurang bahan (yaa maklumlah suami saya skrg jam kerjanya ketat, selain itu anak saya juga udah sekolah, jadi tidak bisa tiap saat petualangan lagi, loh? Kok malah curhat? ). Sekarang saya akan bercerita tentang masa tua saya..halah. Walaupun saya tidak terlalu addicted ama mancing, kadang2 kalo ada kesempatan dan kira2 bisa mendapat nilai plus (dapat ikan yang kelaparan, kalo dikolam mah saya ogah, karena biasanya ikannya udah kenyang sehingga hrs punya kesabaran plus plus plus untuk dpt nangkap ikan satu aja udh syukur bgt) dalam petualangan saya, saya juga mancing.

Karena saya dan suami saya menunggu 2 tahun lebih untuk mendapat anak, maka 2 tahun itu kami manfaatkan maksimal untuk petualangan, yang tentunya semua lokasi sekitar tempat tinggal bolak balik dikunjungin sampe enek…hehehe. Salah satunya teluk Lombok. Suatu ketika saya liat orang mancing disini, dan katanya sih lumajen…oh no, saya pun tdk mau kalah, keesokannya kami kembali lengkap dgn pancing dan udang (knp udang, ternyata udang umpan yang bagus).

Sebagai amatir, kami milih waktu yang salah, siang hari. Kalo siang, ikan males makan, jam tidur siang…tapi tergantung ikannya juga, dan tergantung lokasinya juga. Saat itu setelah berpanas2an menunggu berjam2, kami tetap gagal membawa ikan pulang.

Nah kasusnya beda lagi saat kami ke muara badak ( lebih tepatnya marangkayu), pemilihan waktu tetap siang. Dan entah karena hoki, atau ikan sdg kelaparan, atau karena umpannya, atau karena ikannya emang kurang gaul gak pernah liat pancing, atau juga karena kasian melihat tampang kami, saat itu kami (terutama sih saya, mungkin karena lebih pengalaman daripada suami saya) dapat ikan buanyak nyak nyak…tapi kecil2 sih. Tapi lumayan juga dibawa pulang, walaupun ketika saya berikan ke ibu saya sebagai oleh2, ternyata bukan jenis ikan yang lazim dimakan…tapi kan yang namanya ikan sebenarnya sih bisa juga dimakan kecuali ikan buntal…ya gak? Tau gitu kan mending ikannya saya lepaskan lagi ke alam bebas…maaf ya ikan-ikan malang.


Actions

Information

3 responses

29 06 2009
Lomar Dasika

hihihi…embatttttt ajah dech bleh….masalah bisa dimakan atau nggak ya belakangan ajah…hahaha…yang penting tangkap dulu…

wah, jadinya harus beli ember buat nampung ikan2 tsb tuh mbak. kali2 kalo ga bisa dimakan ya dilepaskan ke alam bebas😀

31 03 2010
amril

kan lumaya bt oleh2..kapan bisa kesana

17 05 2010
advanture

Hehe… Yups betuls… Lumayan buat oleh-oleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: