Ciburial, Dago Atas

23 06 2009

Suatu hari, beberapa bulan lalu, HP saya berbunyi. Saya lihat ada nomor tdk dikenal. Saya sering malas terima telp dari nomor tdk dikenal sehingga saya reject tlp tersebut. Tidak berapa lama, ada sms yang bunyinya : “hai…ingat saya gak, si anu…teman kamu kelas C dl. Ingat gak waktu kita dikejar anjing?” Tentu saja saya ingat sama semua sahabat2 saya, walaupun lama tidak kontak. Hal ini membangkitkan kenangan lama saya.

Ketika saya sekolah dulu, disekolahan saya nih mewajibkan mahasiswanya sebelum check in dan check out harus pesantren dulu. Maksudnya bukan check in macam2 loh yaaa…maksudnya sebelum masuk resmi sebagai mahasiswa dan sebelum resmi jadi sarjana, salah satu syaratnya wajib ikut pesantren. Nah kali ini saya akan cerita tentang pesantren sarjana saya (pesantren sebelum di wisuda sebagai sarjana gitu loh…gitu aja gak ngerti…hehehe).

Peserta pesantren karena banyak terbagi atas beberapa kloter. Dan saya ketika itu satu kloter dgn sahabat saya, dan teman2 dekat saya, teman2 sehaha sehihihi. Nah tiap pesantren selalu saja beredar cerita2 seram, mungkin emang kisah nyata, atau mungkin juga supaya seru aja nakut2in the next kloter. Dan karena saya ini termasuk orang yang mungkin 10 besar penakut sedunia, tiap pesantren saya langsung terserang berbagai penyakit, keringat dingin, panas dingin, susah tidur, mimpi buruk dan gejala2 penakut lainnya.

Walaupun tiap kamar di isi beramai2, ada belasan anak, tapi katanya sih jangan pernah sendirian, jangan pernah melamun, dikamar mandi jangan malam2 dan jangan sendirian (lah saya kan demen ke kamar mandi, masa iya tengah malam bangunin teman minta antar, kalo gak kena bogem mentah. Yang parahnya semakin takut kan semakin kebelet…), dan pantangan2 lainnya.

Kalo siang pemandangannya…mak nyus (kalo mak nyus untuk makanan, kalo untuk pemandangan apaan yah?), indah banget deh, dari ketinggian dago atas. Laa…kalo malam? Bagus juga sih, melihat kelap kelip lampu2 kota bandung dan juga bintang2 dilangit, cuman karena otak saya udah full dgn informasi dan cerita seram, seindah apapun jadi tidak mengena dlm sanubari, jadi menakutkan. Terlebih selama pesantren kami wajib bangun subuh, yang masih gelap, kadang2 tengah malam pun dibangunkan untuk kontempelasi.

Sebenarnya selama pesantren, kami yang kebanyakan anak kost ini, yang serba kekurangan gizi, bagi kami pesantren adalah sebuah berkah. Selama pesantren makanan terjamin, rutin dan komplit dgn snacknya disela2 jam makan…makanya kami menyebutnya masa perbaikan gizi. Namun yang namanya anak kost, walaupun makanan terjamin, rasanya gak afdol kalo gak ngunyah something. Makanya suatu ketika kami melalui jalan belakang kamar kami, ada yang berniat beli cemilan, ada juga yang berniat telp. Ternyata oh my God…kami harus melalui kuburan, pantesan banyak cerita seram, rupanya kamar2 dekat kuburan, saya langsung komat-kamit…Ya Allah, lindungilah kami.

Selamat sampai di perkampungan terdekat, setelah menembus pagar pesantren, ternyata belum aman. Mendadak muncul serombongan anjing, yang entah karena centil atau entah karena aroma keringat kami menguarkan bau rasa takut, anjing2 tersebut langsung mengelilingi kami sekalian menggonggong. Karena saya penakut nomor wahid, saya pun lgsg berlindung dibalik tubuh teman2 saya, yang rupanya takut juga, jadilah kami suruk2an,mencoba berlindung ditubuh yang lain. Namun semakin kami takut, semakin rapat pula anjing membentuk pagar betis…alamak!

Tuluuuuung…somebody help me…eh us. Ternyata anjing2 tersebut ada pemiliknya, yang oleh pemiliknya rupanya sedang diajak jalan2 pagi. Pemiliknya dgn santainya bilang, gpp kok, jalan aja terus, gak gigit kok. Halah, gpp gimana? Mau jalan gimana, la wong anjingnya bejibun gitu membentuk pagar mengelilingi kami sambil menyalak2 seram, udah dekat pula ke tubuh kami, yang menurut agama kami sih najis terkena liur anjing, apalagi kami sdg pesantren gitu loh.

Sambil jerit2, ada yang menangis, ada yang duduk, ada yang pura2 ambil batu, namun anjingnya tetap berani. Laa anjing dilawan, ya kalah mental…hehehe. Akhirnya setelah segenap upaya pemilik anjing, anjing pun menjauh dari kami…lariiiii, saya yang begitu melihat anjing menjauh langsung mengambil langkan sejuta (bukan seribu lagi, saking takutnya). Allhamdulillah saya tidak mengalami kejadian aneh selama pesantren. Hanya ada seorang anak dari kamar lain yang kesurupan, dengar2 sih dia melamun karena baru putus cinta. Yang jelas pesantren ini semakin mempererat jalinan persahabatan kami teman2 sekamar saya, my room mate. Cerita ini saya persembahkan untuk sahabat2 saya dari dulu sampai sekarang. Miz u all, kapan2 reunian yok.


Actions

Information

2 responses

1 07 2009
kiko

waktu qta di kerubuti anjing2 itu…gw dah hopeless banget tuh, gw dah mikir pasti digigit niy, eh Alhamdullilah..ternyata masih dilindungi…
trus yg gw inget banget…loe2 pada mau ngerjain gw yg lagi ultah..sayang seribu sayang…telur ayam yg loe simpen ketauan ama gw…hehehe…weekkkkkk

11 07 2009
phi

gw inget tuh…waktu itu kita keluarnya diem2, ngabur pas kegiatan senam pagi bersama…trus niatnya emang mo beli telur ayam buat nyeplokin kiko…
gara2 badung, jadi aja dikerubutin anjing..wakakakak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: