Saung Udjo,Padasuka – Bandung

15 06 2009

sahabat saya,anto, suatu ketika mengajak saya ke saung udjo, yang letaknya tdk jauh dr tmp tinggal saya. Walopun rmh saya dkt saung udjo, belum pernah saya masuk ke dalamnya dan tdk berniat pula mencari tahu ada apakah gerangan didlm tmp tersebut.

Karena ketika itu diajak, letaknya jg sangat dkt dgn rmh saya, yg bisa berjalan kaki, akhirnya saya pun turut menemani sahabat saya yang sdg hunting foto tersebut. Ya sekalian mencari tahu, mengapa saung ini rame dgn turis mancanegara…what happen aya naon gitu…

Setelah berjalan kaki dr rmh saya, kami pun sampe disaung udjo. Celingak celinguk sebentar didpn, mencari info dimanakah hrs membayar tiket masuk. Namun nasib sungguh sdg berpihak pada kami, mungkin krn sdh sore, tdk ada yang jaga loket sehingga kamipun bebas melenggang masuk.

Didalam ada semacam aula besar, dengan tmp duduk berundak2 atau bertingkat2, bersusun dr bawah keatas membentuk lingkaran…ditengah2 ada seorang guru yang ketika itu sdg mengajari para turis bermain angklung mengikuti nada dasar do re mi fa sol la si. Setelah itu, kami diberi anglung utk mengikuti sebuah lagu.

Setelah bermain musik, masuklah beberapa puluh anak kecil berpakaian tradisional sunda sambil menari dan bermain anglung. Turis2 dan pengunjung kemudian diajak turut serta…tarik mang…

Betapa senangnya melihat dan mendengar kesenian tradisional sunda fresh from the oven. Saya lgsg merasa rest and relax…halah…skrg saya sdh tdk heran, mengapa para bule kok ya mau berkunjung ke pemukiman padat seperti itu.


Actions

Information

2 responses

17 06 2009
lomardasika

udah pertunjukkannya menarik, masuknya gratis pula yah😀
hihihihi….makin asyik deh kunjungan ke Saung Udjo nya…hehehe

8 11 2009
anto

aku masih ke sering sana jeng.dan seperti biasa… gratisss.mungkin kasihan melihat tampangku yang memelas.terakhir aku ke sana dalam rangka kerjaan mendampingi para peserta sebuah seminar internasional dan tentu saja untuk mendokumentasikan kegiatan mereka.pengennya sih ntar ke sana lagi bareng anakku supaya dia tahu gimana menyenangkannya kesenian tradisional kita.kapan ke sana lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: